Sujud tilawah (sujud bacaan ayat sajadah) 

    • Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Nabi Shallallahu alaihi wassalam membaca Alquran, ketika bacaan beliau sampai pada ayat sajadah, beliau sujud dan kami pun ikut sujud, sampai-sampai sebagian di antara kami tidak dapat tempat untuk dahi mereka. (Shahih Muslim No.900)
    • Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau membaca surat An-Najm lalu sujud tilawah. Para sahabat yang salat bersamanya ikut sujud kecuali seorang yang sudah tua hanya mengambil segenggam batu kerikil atau tanah pasir lalu diusapkan pada dahi seraya berkata: Ini saja sudah cukup bagiku. (Shahih Muslim No.902)
    • Hadis riwayat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu’anhu: Dari Atha bin Yasar, bahwa ia bertanya kepada Zaid bin Tsabit tentang bacaan makmum bersama imam. Zaid menjawab: Tidak ada bacaan makmum bersama imam. Zaid meyakini bahwa dirinya pernah membaca surat An-Najm, “Wan najmi idza hawa” (demi bintang ketika terbenam) di depan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan beliau tidak sujud tilawah. (Shahih Muslim No.903)
    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah pernah membaca surat Al-Insyiqaaq, “idzas samaaun syaqqat” (apabila langit terbelah) di depan sahabat lain, lalu ia sujud tilawah. Ketika selesai salat ia memberitahu para sahabat bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sujud pada ayat tersebut. (Shahih Muslim No.904)
Zikir sesudah salat  

    • Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami mengetahui salat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam diakhiri dengan takbir. (Shahih Muslim No.917)
Sunat memohon perlindungan dari siksa kubur 

    • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku. Keduanya berkata: Penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Aku pun menganggap keduanya tidak benar. Aku terlintas untuk membenarkan perkataan keduanya, kemudian keduanya keluar. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam datang menemuiku dan aku berkata: Wahai Rasulullah, dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku, mereka meyakini bahwa penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Beliau menjawab: Mereka benar. Sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa dengan siksaan yang dapat didengar oleh hewan ternak. Setelah itu aku lihat beliau selalu mohon perlindungan dari siksa kubur setiap salat. (Shahih Muslim No.922)
Hal-hal yang kita memohon perlindungan darinya di dalam salat 

    • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam selalu memohon perlindungan dari fitnah Dajjal dalam salatnya. (Shahih Muslim No.923)
    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Bila salah seorang kalian sedang duduk tahiyat, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkaRadhiyallahu’anhu Lalu beliau berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari fitnah jahat Masih Dajjal”. (Shahih Muslim No.924)
    • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam salatnya berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari dosa dan utang”. Seseorang berkata kepada beliau: Betapa seringnya baginda memohon perlindungan dari beban utang ya Rasulullah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab: Sesungguhnya, seseorang bila utang, maka ia akan berbicara lalu bohong. Berjanji lalu ingkar. (Shahih Muslim No.925) 
Sunat berzikir sesudah salat dan cara berzikir 

    • Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah Radhiyallahu’anhu: Dari Warrad, hamba Mughirah bin Syu`bah, ia berkata: Mughirah bin Syu`bah menulis surat kepada Muawiyah menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika selesai salat dan mengucapkan salam, beliau berdoa: “Tidak ada Tuhan selain Allah yang tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan dan segala puji. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak akan ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah dan tidak akan bermanfaat kekayaan seorang kaya kecuali atas kehendak-Mu”. (Shahih Muslim No.933)
    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa fakir miskin Muhajirin datang menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan berkata: Orang-orang kaya telah pergi dengan derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal. Rasulullah bertanya: Apa itu gerangan? Mereka menjawab: Mereka salat seperti kami salat, mereka puasa seperti kami puasa. Tetapi mereka bersedekah sedang kami tidak sanggup, mereka mampu memerdekakan budak sementara kami tidak mampu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian? Tidak ada seorang pun di antara kalian yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang engkau lakukan. Mereka menjawab: Tentu, ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: Kalian baca tasbih (subhhaabnallah), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (alhamdu lillah) setiap selesai salat sebanyak tiga puluh tiga kali. (Shahih Muslim No.936)
Lafal yang dibaca antara takbiratul ihram dan Al-Fatihah 

    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ketika selesai takbir Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam diam sejenak sebelum membaca Al-Fatihah. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, demi Allah. Apa yang engkau katakan saat diam antara takbiratul ihram dan Al-Fatihah? Beliau menjawab: Yang aku baca: Ya Allah, pisahkanlah aku dan dosa-dosa seperti Engkau memisahkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa seperti baju putih yang telah dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa dengan salju, air dan es. (Shahih Muslim No.940)
Sunat melakukan salat dengan tenang dan larangan salat dengan tergesa-gesa 

    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Jika salat telah dimulai, janganlah engkau mendatanginya dengan berlari. Datangilah dengan berjalan. Dan tenanglah. Salatlah rakaat yang engkau dapatkan (jamaah) dan sempurnakanlah rakaat yang terlambat. (Shahih Muslim No.944)
    • Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Tatkala kami sedang salat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tiba-tiba beliau mendengar sebuah suara gaduh. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bertanya: Apa yang terjadi dengan kalian? Para sahabat menjawab: Kami tadi tergesa-gesa mengejar salat. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Jangan engkau berbuat demikian, apabila engkau mendatangi salat, maka engkau harus bersikap tenang. Salatlah pada rakaat yang engkau dapati dan sempurnakan rakaat yang terlambat. (Shahih Muslim No.948) 



0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top