3. BERSUCI
122. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari
Rasulullah saw. beliau bersabda: Salat salah seorang di antara kalian tidak
akan diterima apabila ia berhadas hingga ia berwudu (Muslim 330)
123. Hadis riwayat Usman bin Affan ra.:
Bahwa Ia
(Usman ra.) minta air lalu berwudu. Beliau membasuh kedua telapak tangannya
tiga kali lalu berkumur dan mengeluarkan air dari hidung. Kemudian membasuh
wajahnya tiga kali, lantas membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali,
tangan kirinya juga begitu. Setelah itu mengusap kepalanya, kemudian membasuh
kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, begitu juga kaki kirinya. Kemudian
berkata: Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudu seperti wuduku ini, lalu
beliau bersabda: Barang siapa yang berwudu seperti cara wuduku ini, lalu salat
dua rakaat, di mana dalam dua rakaat itu ia tidak berbicara dengan hatinya
sendiri, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (Muslim 331)
124. Hadis riwayat Usman ra.:
Dari Abu
Anas bahwa Usman ra. berwudu di kedai dan berkata: Maukah aku tunjukkan cara
wudu Rasulullah saw.? Kemudian ia berwudu tiga kali tiga kali (Muslim 337)
125. Hadis riwayat Abdullah bin Zaid bin Ashim
Al-Anshari ra.:
Dia pernah
diminta berwudu seperti wudu Rasulullah saw., Lalu ia minta air sebejana,
kemudian menuangkannya pada kedua tangannya dan membasuhnya tiga kali. Setelah
itu ia masukkan tangannya lalu mengeluarkannya, berkumur dan menghirup air ke
hidung dari satu telapak tangan. Ia mengerjakannya tiga kali. Sesudah itu ia
memasukkan tangannya lalu mengeluarkannya, kemudian membasuh wajahnya tiga
kali. Setelah itu memasukkan tangannya lalu mengeluarkannya, kemudian membasuh
kedua tangannya sampai siku masing-masing dua kali. Lalu memasukkan tangan lalu
mengeluarkannya, kemudian mengusap kepala. Ia mengusapkan kedua tangannya ke
depan lalu ke belakang. Setelah itu membasuh kedua kakinya sampai mata kaki, dan
berkata: Demikianlah wudu Rasulullah saw. (Muslim 346)
126. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Nabi
saw. bersabda: Apabila salah seorang di antara engkau beristinja dengan batu,
hendaklah beristinja dengan hitungan ganjil dan apabila berwudu lalu memasukkan
air ke hidung, hendaklah mengeluarkannya (Mus 348)
127. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Nabi
saw. bersabda: Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah
mengeluarkan air dari hidungnya (istintsar) tiga kali, karena setan itu
menginap di batang hidungnya (M 351)
128. Hadis riwayat Abdullah bin Umru ra., ia
berkata:
Bersama
Rasulullah saw. kami kembali dari Mekah menuju Madinah. Ketika kami berada pada
sebuah oase di tengah jalan, beberapa orang tergesa-gesa menunaikan salat Asar.
Mereka berwudu dengan tergesa-gesa. Lalu kami dekati mereka, tampak tumit
mereka tidak terkena air, maka Rasulullah saw. bersabda: Siksa neraka bagi
(pemilik) tumit itu. Sempurnakanlah wudu kalian (M 354)
129. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Nabi
saw. melihat seorang lelaki tidak membasuh kedua tumitnya, beliau bersabda:
Siksa neraka, bagi para pemilik tumit (M 356)
130. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Kalian adalah orang-orang yang memiliki cahaya muka, cahaya
tangan dan cahaya kaki pada hari kiamat, karena penyempurnaan wudu. Maka barang
siapa di antara kalian yang mampu, hendaklah ia memanjangkan cahaya putih
tersebut (M 362)
131. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. menziarahi kuburan. Beliau berdoa: "Semoga keselamatan
tetap dilimpahkan kepadamu, hai kaum yang mukmin dan kami, insya Allah akan
menyusulmu". Aku senang apabila aku dapat bertemu dengan
saudara-saudaraku. Para sahabat bertanya: Bukankah kami saudara-saudaramu,
wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Engkau adalah sahabat-sahabatku, sedang
saudaraku adalah orang-orang yang belum datang setelahku. Mereka bertanya lagi:
Bagaimana engkau dapat mengenal umatmu yang belum datang di masa ini? Beliau
bersabda: Tahukah engkau, seandainya ada seorang lelaki memiliki kuda yang
bersinar muka, kaki dan tangannya kemudian kuda itu berada di antara kuda-kuda
hitam legam, dapatkah ia mengenali kudanya? Mereka menjawab: Tentu saja dapat,
wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Sesungguhnya umatku akan datang dengan
wajah, kaki dan tangan yang bersinar, bekas wudu. Aku mendahului mereka datang
ke telaga. Ingat! Beberapa orang akan dihalang-halangi mendatangi telagaku,
sebagaimana unta hilang yang dihalang-halangi. Aku berseru kepada mereka: Kemarilah!
Lalu dikatakan: Sesungguhnya mereka telah mengganti (ajaranmu) sesudahmu. Aku
berkata: Semoga Allah menjauhkan mereka ( Muslim 367)
132. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi
saw., beliau bersabda: Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan orang-orang
beriman (dalam hadis riwayat Zuhair, umatku), niscaya aku perintahkan mereka
bersiwak setiap kali akan salat (M 370)
133. Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Aku
mendatangi Nabi saw. sementara ujung siwak berada di mulut beliau (M 373)
134. Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Apabila
Rasulullah saw. bangun untuk melakukan salat tahajjud, beliau menggosok giginya
dengan siwak 374
135. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi
saw., beliau bersabda: Fitrah itu ada lima, atau ada lima perkara yang termasuk
fitrah; berkhitan; mencukur rambut kemaluan; memotong kuku; mencabut bulu
ketiak dan menggunting kumis 377
136. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi
saw., beliau bersabda: Potonglah kumis dan panjangkanlah jenggot 380
137. Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
Bahwa Nabi
saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau
membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke
timur atau ke barat 388
138. Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. bahwa
ia berkata:
Banyak orang
berkata: Apabila engkau duduk buang hajatmu, janganlah menghadap kiblat atau
Baitulmakdis. Abdullah berkata: Aku pernah naik ke loteng rumah, aku melihat
Rasulullah saw. duduk berjongkok buang hajat di atas dua buah batu dengan menghadap
ke Baitulmakdis 390
139. Hadis riwayat Abdullah bin Abu Qatadah ra.,
ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Janganlah seorang di antara kalian memegang kemaluannya dengan
tangan kanan saat kencing. Jangan beristinja dengan tangan kanan. Dan janganlah
bernafas dalam wadah (minuman) 392
140. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. suka memulai dengan yang kanan saat bersuci, menyisir rambut dan memakai
sandal 395
141. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. pernah memasuki kebun, diikuti seorang anak muda yang membawa
kendi, ia paling muda di antara kami, lalu anak muda itu meletakkan kendinya
dekat pohon bidara. Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan hajat beliau menemui
kami lagi. Tadi beliau beristinja dengan air 398
142. Hadis riwayat Jarir bin Abdullah ra.:
Dari Hammam,
ia berkata: Jarir pernah buang air kecil, kemudian berwudu dan mengusap
sepasang khufnya. Lalu ia ditanya: Engkau melakukan hal itu? Dia menjawab: Ya,
aku pernah melihat Rasulullah saw. buang air kecil, kemudian berwudu dan
mengusap sepasang khuf beliau 401
143. Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Aku pernah
bersama Nabi saw. tiba di suatu tempat pembuangan sampah milik suatu kaum.
Beliau kencing dengan berdiri, lalu aku menjauh. Beliau bersabda: Mendekatlah,
maka aku mendekat sampai berdiri di dekat tumit beliau. Kemudian beliau berwudu
dan mengusap sepasang khuf beliau 402
144. Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra.:
Dari
Rasulullah saw. bahwa beliau keluar untuk buang hajat dan Mughirah mengikutinya
dengan membawa sekantung air. Setelah Nabi selesai ia menuangkan airnya. Beliau
berwudu dan mengusap kedua khuf beliau 404
145. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Nabi
saw. pernah bersabda: Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur,
janganlah mencelupkan tangannya ke dalam bejana air sebelum membasuhnya tiga
kali, karena ia tidak tahu dimanakah tangannya menginap 416
146. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Apabila anjing minum (dengan ujung lidahnya) dalam wadah milik
salah seorang di antara kalian, hendaklah ia membuang airnya kemudian membasuh
wadah itu tujuh kali 418
147. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi
saw., beliau bersabda: Janganlah salah seorang di antara kalian kencing dalam
air yang diam tergenang lalu mandi dengan air tersebut 424
148. Hadis riwayat Anas ra.:
Bahwa
seorang badui kencing di mesjid, lalu sebagian sahabat menghampirinya.
Rasulullah saw. bersabda: Biarkan, jangan engkau hentikan. Anas berkata: Ketika
orang itu telah selesai, Nabi saw. meminta seember air, lalu menyiramkannya
pada tempat kencing itu 427
149. Hadis riwayat Aisyah istri Nabi ra.:
Bahwa Nabi
saw. pernah didatangi orang-orang yang membawa beberapa bayi, kemudian beliau
mendoakan dan menyuapi mereka. Lalu seorang anak kencing dan mengenai beliau.
Lantas beliau meminta air dan menuangkannya pada air kencing tadi dan tidak
mencucinya 430
150. Hadis riwayat Ummu Qais binti Mihshan ra.:
Bahwa ia
datang kepada Rasulullah saw. dengan membawa putranya yang belum pernah makan
makanan, kemudian meletakkannya di pangkuan beliau, lalu bayi tersebut kencing.
Beliau hanya menyiramnya dengan air 432
151. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Dari Alqamah
bahwa seseorang datang kepada Aisyah, kemudian Aisyah berkata: Seandainya
engkau melihat mani, maka engkau cukup mencuci tempatnya saja, kalau engkau
tidak melihatnya, engkau siram air di sekitarnya. Aku pernah mengerik mani pada
pakaian Rasulullah saw. dengan sekali kerik, kemudian beliau memakainya untuk
salat 434
152. Hadis riwayat Asma ra., ia berkata:
Seorang
wanita datang kepada Nabi saw., ia berkata: Salah seorang di antara kami,
pakaiannya terkena darah haid. Apa yang harus dilakukannya? Beliau bersabda:
Mengerik darah itu, lalu menggosoknya dengan air, kemudian dibasuh. Setelah itu
ia boleh salat dengan pakaian tersebut 438
153. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat,
sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang
satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa
karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian beliau meminta
pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan
salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain
seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum
kering 439-


0 comments:
Post a Comment