101. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Aku melihat diriku berada di Hijir Ismail, dan seorang Quraisy
bertanya kepadaku tentang perjalanan isra'ku. Mereka bertanya berbagai hal
mengenai Baitulmakdis yang tidak begitu kuingat. Aku sangat merasakan kesulitan
yang belum pernah kualami. Lalu Allah memperlihatkannya kepadaku dari kejauhan,
sehingga aku dapat melihatnya. Apapun yang mereka tanyakan kepadaku, pasti aku
ceritakan kepada mereka. Aku melihat diriku berada di antara sekelompok nabi.
Ada Nabi Musa as. yang sedang mengerjakan salat, ternyata ia itu seorang lelaki
tinggi kurus dengan rambut keriting, ia seperti seorang suku Syanu'ah. Ada pula
Nabi Isa bin Maryam as. yang sedang mengerjakan salat. Orang yang paling mirip
dengannya adalah Urwah bin Masud As-Tsaqafi. Ada juga Nabi Ibrahim as. yang
sedang mengerjakan salat. Orang yang paling menyerupainya adalah sahabat kalian
(maksudnya, diri beliau sendiri). Ketika datang waktu salat, aku mengimami
mereka. Usai salat terdengar suara.: Hai Muhammad, ini Malik, penjaga neraka.
Ucapkanlah salam padanya. Aku berpaling kepadanya dan dialah yang lebih dahulu
mengucap salam
102. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Dari Masruq
ia bercerita: Ketika aku bertelekan di sisi Aisyah, Aisyah berkata: Wahai Abu
Aisyah, ada tiga hal barang siapa yang membicarakan salah satunya, maka ia
berbohong besar atas Allah. Aku bertanya: Tiga hal apa itu? Aisyah menjawab:
(Pertama) barang siapa yang menyangka bahwa Muhammad saw. melihat Tuhannya,
maka ia berbohong besar atas Allah. Aku mulanya bersandar, santai, lalu duduk
sambil berkata: Hai Ummul mukminin, tunggu, jangan tergesa-gesa! Bukankah Allah
telah berfirman Dan sesungguhnya ia
melihatnya di ufuk yang terang. Dan
sesungguhnya ia telah melihatnya di waktu lain.
Aisyah berkata: Aku adalah orang pertama umat ini yang menanyakan hal
itu kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: Itu adalah Jibril as. aku tidak
pernah melihatnya dalam bentuk aslinya, kecuali dua kali ini. Aku melihatnya
turun dari langit, besarnya menutupi cakrawala antara langit dan bumi. Aisyah
melanjutkan: Apakah engkau belum pernah mendengar firman Allah: Dia tidak dapat dicapai oleh mata, sedangkan
Dia dapat melihat segala yang kelihatan. Dia Maha halus dan Maha mengetahui. Tidakkah engkau mendengar firman Allah: Tidak mungkin bagi manusia berbicara dengan
Tuhannya kecuali dengan perantaraan wahyu, di belakang hijab (maksudnya hanya
mendengar suara), atau mengutus malaikat untuk mewahyukan apa saja yang
diinginkan-Nya kepada manusia. Sesungguhnya Dia Maha tinggi dan Maha
bijaksana. Aisyah berkata lagi: (Kedua)
barang siapa yang menyangka bahwa Rasulullah saw. menyembunyikan sebagian isi
Kitabullah (Alquran), maka ia berbohong besar atas Allah. Allah berfirman: Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan
oleh Tuhanmu. Dan jika engkau tidak melakukan (perintah itu) maka engkau tidak
menyampaikan amanat-Nya. Kemudian Aisyah
melanjutkan: (Ketiga) barang siapa yang menyangka bahwa Rasulullah saw. diberi
tahu tentang apa yang akan terjadi besok, maka ia berbohong besar atas Allah.
Allah berfirman: Katakanlah Tidak ada
sesuatu pun di bumi dan di langit yang mengetahui perkara gaib kecuali
Allah
103. Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Ketika
Rasulullah saw. berada di tengah-tengah kami, memberikan lima kalimat. Beliau
bersabda: Sesungguhnya Allah Taala tidak pernah tidur dan mustahil Dia tidur,
Dia kuasa menurunkan timbangan (amal) dan menaikkannya kepada-Nya, dinaikkan
(dilaporkan) amal malam sebelum amal siang, dan amal siang sebelum amal malam, tirai-Nya
adalah nur (menurut riwayat Abu Bakar adalah nar=api) yang andai kata Dia
menyingkapnya, tentu keagungan Zat-Nya akan membakar makhluk yang dipandang-Nya
(maksudnya seluruh makhluk akan terbakar, sebab pandangan Allah meliputi semua
makhluk)
104. Hadis riwayat Abu Musa ra.:
Dari Nabi
saw., beliau bersabda: Dua surga yang wadah-wadahnya dan segala isinya terbuat
dari perak dan dua surga yang wadah-wadahnya dan segala isinya terbuat dari
emas. Antara orang-orang dan kemampuan memandang Tuhan mereka hanya ada tirai
keagungan pada Zat-Nya, di surga Aden
105. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat
melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian
terhalang melihat bulan di malam purnama? Para sahabat menjawab: Tidak, wahai
Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari
yang tidak tertutup awan? Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah
saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang
menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah
matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang
yang menyembah berhala mengikuti berhala. Tinggallah umat ini, termasuk di
antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain
bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka
(umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat
kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu
mengenal-Nya. Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah
mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka pun berkata: Engkau
Tuhan kami. Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas
neraka Jahanam. Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas.
Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu
adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Di dalam neraka Jahanam
terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di
setiap sisinya). Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya,
wahai Rasulullah. Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri
Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu
merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang
beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas,
hingga selamat. Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan
dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang
Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang
yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah
untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: "Laa ilaaha illallah".
Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka
memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka
memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu
mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti
biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur). Kemudian selesailah Allah
Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang
menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia
berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar
menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan
kepada Allah. Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan
permintaanmu, engkau akan meminta yang lain. Orang itu menjawab: Aku tidak akan
minta yang lain kepada-Mu. Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah
memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga,
ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu
surga. Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta
kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam,
ternyata engkau tidak menepati janji. Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia
memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku
memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi. Orang itu
berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu
Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga,
ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan
jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya. Dia pun diam tertegun.
Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga. Allah Taala
berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain
apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau
tidak dapat menepati janji! Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin
menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga
membuat Allah Taala tertawa (rida). Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman:
Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman
kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah
mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya,
Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya (Muslim 267)
106. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa kaum
muslimin pada masa Rasulullah saw. bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami
dapat melihat Tuhan kami di hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Ya! Kemudian
beliau melanjutkan: Apakah kalian terhalang melihat matahari di siang hari yang
cerah, yang tidak ada awan sedikit pun? Apakah kalian terhalang melihat bulan
pada malam purnama yang cerah tanpa awan sedikit pun? Kaum muslimin menjawab:
Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Kalian tidak akan terhalang
melihat Allah Taala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak terhalang
melihat salah satu dari matahari dan bulan. Ketika hari kiamat terjadi, ada
penyeru yang mengumumkan: Setiap umat hendaklah mengikuti apa yang dahulu
disembah. Maka tidak tersisa orang-orang yang dahulu menyembah selain Allah
yakni berhala, kecuali mereka berjatuhan ke dalam neraka. Hingga yang tinggal
hanya orang-orang yang menyembah Allah ada yang baik dan ada yang jahat serta
sisa-sisa Ahli Kitab, maka dipanggillah orang-orang Yahudi. Mereka ditanya: Apa
yang dahulu kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Uzair anak Allah.
Dikatakan: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat
atau anak. Lalu apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus, ya Tuhan
kami berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak
datang ke sana? Mereka digiring ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana
yang saling menghancurkan. Mereka pun berjatuhan ke dalam neraka. Kemudian
orang-orang Kristen dipanggil. Mereka ditanya: Apa yang dahulu kalian sembah?
Mereka menjawab: Kami menyembah Isa Almasih anak Allah. Dikatakan kepada
mereka: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat atau
anak. Apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus ya Tuhan, berilah
kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak datang ke sana?
Mereka digiring ke neraka Jahanam, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang
saling menghancurkan. Mereka pun berguguran ke dalam neraka. Ketika yang
tinggal hanya orang-orang yang dahulu menyembah Allah Taala (yang baik dan yang
jahat), maka Allah datang kepada mereka dalam bentuk yang lebih rendah daripada
bentuk yang mereka ketahui. Dia berfirman: Apa yang kalian tunggu? Setiap umat
mengikuti apa yang dahulu disembah. Mereka mengucapkan: Ya Tuhan kami, di dunia
kami memisahkan diri dari orang-orang yang sebenarnya sangat kami butuhkan
(untuk membantu kehidupan di dunia) dan kami tidak mau berkawan dengan mereka
(karena menyimpang dari jalan yang digariskan oleh agama). Allah berfirman:
Akulah Tuhan kalian! Mereka mengucap: Kami mohon perlindungan kepada Allah
darimu. Kami tidak akan menyekutukan Allah dengan apapun (ini diucapkan dua
atau tiga kali), sampai sebagian mereka hampir-hampir berubah (berbalik dari
kebenaran, karena cobaan berat yang berlaku saat itu). Allah berfirman: Apakah
antara kalian dan Dia ada tanda-tanda, sehingga dengan demikian kalian dapat
mengenal-Nya? Mereka menjawab: Ya, ada. Lalu disingkapkanlah keadaan yang
mengerikan itu. Setiap orang yang hendak bersujud kepada Allah dengan keinginan
sendiri, pasti mendapat izin Allah. Sedangkan orang yang akan bersujud karena
takut atau pamer, tentu Allah menjadikan punggungnya menyatu (sehingga tidak
dapat sujud). Setiap kali hendak sujud, ia terjungkal pada tengkuknya. Kemudian
mereka mengangkat kepala mereka, sementara itu Allah telah berganti rupa dalam
bentuk yang mereka lihat pertama kali. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian.
Mereka menyahut: Engkau Tuhan kami. Kemudian suatu jembatan dibentangkan di
atas neraka Jahanam dan syafaat diperbolehkan. Mereka berkata: Ya Allah,
selamatkanlah, selamatkanlah. Ada yang bertanya: Ya Rasulullah, apakah jembatan
itu? Rasulullah saw. bersabda: Tempat berpijak yang licin (menggelincirkan). Padanya
terdapat besi berkait dan besi berduri. Di Najed ada tumbuhan berduri yang
disebut Sakdan. Seperti itulah besi-besi berkaitnya. Orang-orang mukmin
melewati jembatan tersebut ada yang secepat kejapan mata, ada yang seperti
kilat, seperti angin, seperti burung, seperti kuda atau unta yang kencang
larinya. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok, golongan selamat sama sekali,
golongan yang terkoyak-koyak tapi dapat bebas dan golongan yang terjerumus ke
dalam neraka Jahanam. Pada saat orang-orang mukmin telah terbebas dari neraka,
maka demi Zat yang menguasai diriku, tidak ada orang yang sangat menaruh
perhatian dalam meraih kebenaran, melebihi orang-orang mukmin yang mencari
kebenaran kepada Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yang masih
berada di neraka. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mereka dahulu berpuasa
bersama kami, salat dan beribadah haji. Lalu difirmankan kepada mereka:
Keluarkanlah orang-orang yang kalian kenal. Maka wajah mereka diharamkan atas
neraka. Mereka mengeluarkan banyak orang dari neraka. Ada yang sudah terbakar
hingga separuh betisnya dan ada yang sudah sampai ke lututnya. Orang-orang
mukmin itu berkata: Ya Tuhan kami, di dalam neraka tidak ada lagi seorang pun
yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah
(lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan
meski hanya seberat dinar. Keluarkanlah. Kemudian mereka dapat mengeluarkan
banyak orang. Lalu mereka berkata: Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu apakah di
neraka masih ada orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah
berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di
hatinya ada kebaikan maski hanya seberat setengah dinar, keluarkanlah. Mereka
dapat mengeluarkan lagi banyak orang. Setelah itu mereka berkata: Ya Tuhan
kami! Kami tidak tahu, apakah di sana masih ada seseorang yang Engkau
perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)!
Barang siapa yang kalian temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meski hanya
seberat atom, keluarkanlah. Lagi-lagi mereka dapat mengeluarkan banyak orang.
Kemudian mereka berkata: Ya Tuhan kami. Kami tidak tahu apakah di sana masih
ada pemilik kebaikan. Abu Said Al-Khudri berkata: Jika kalian tidak
mempercayaiku mengenai hadis ini, maka bacalah firman Allah: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang
walaupun sebesar atom. Dan jika ada kebaikan sebesar atom, niscaya Allah akan
melipat-gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. Allah Taala berfirman: Para malaikat telah
memohon syafaat, para nabi telah memohon syafaat dan orang-orang mukmin juga
telah memohon syafaat. Yang tinggal hanyalah Zat yang Maha Penyayang di antara
semua yang penyayang. Lalu Allah mengambil dari neraka dan mengeluarkan dari
sana sekelompok orang yang sama sekali tidak pernah beramal baik. (Saat itu)
mereka telah menjadi arang hitam. Mereka dilempar ke sebuah sungai dekat mulut
surga, yang disebut Sungai Kehidupan. Kemudian mereka keluar seperti tumbuhan
kecil keluar dari lumpur banjir. Bukankah kalian sering melihat tumbuhan kecil
di sela-sela batu atau pohon, di mana bagian yang terkena sinar matahari akan
berwarna sedikit kuning dan hijau, sedangkan yang berada di keteduhan menjadi
putih? Para sahabat menyela: Seolah-olah baginda dahulu pernah menggembala di
dusun. Rasulullah saw. meneruskan: Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di
leher mereka ada kalung, sehingga para ahli surga dapat mengenali mereka.
Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke
dalam surga, tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka
lakukan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah kalian ke dalam surga. Apapun yang
kalian lihat, itu adalah untuk kalian. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, Engkau
telah memberi kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang
pun di antara orang-orang di seluruh alam. Allah berfirman: Di sisiku ada
pemberian untuk kalian yang lebih baik daripada pemberian ini. Mereka berkata:
Ya Tuhan kami, apa lagi yang lebih baik daripada pemberian ini? Allah
berfirman: Rida-Ku, sehingga Aku tidak akan murka kepada kalian sesudah itu,
selamanya (Muslim 269)
107. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Sungguh, aku benar-benar tahu penghuni neraka yang keluar terakhir
dari sana dan penghuni surga yang terakhir masuk ke dalamnya, yaitu seorang
yang keluar dari neraka dengan merangkak. Lalu Allah berfirman: Pergilah,
masuklah ke dalam surga. Dia pun mendatangi surga, tapi terkhayal padanya bahwa
surga itu penuh. Maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhanku, aku temukan surga
telah penuh. Allah berfirman: Pergilah, masuklah ke dalam surga. Dia mendatangi
surga, tapi terkhayal padanya bahwa surga itu penuh. Maka ia kembali dan
berkata: Ya Tuhanku, aku temukan surga itu penuh. Allah berfirman: Pergilah,
masuklah ke dalam surga, karena sesungguhnya menjadi milikmu semisal dunia dan
sepuluh kali kelipatannya atau, sesungguhnya bagimu sepuluh kali lipat dunia.
Orang itu berkata: Apakah Engkau mengejekku (atau menertawakanku), sedangkan
Engkau adalah Raja? Abdullah bin Masud berkata: Aku benar-benar melihat
Rasulullah saw. tertawa sampai kelihatan gigi geraham beliau. Dikatakan: Itu
adalah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya (Muslim 272).
108. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
Dari Abu
Zubair bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah ra. bertanya tentang kedatangan di
akhirat. Jabir berkata: Kita datang pada hari kiamat dari ini dan ini. Lihat
(kedatangan itu di atas manusia). Lalu dipanggillah umat manusia dengan berhala
dan apa yang dahulu disembahnya secara berurutan. Sesudah itu, Tuhan mendatangi
kita seraya berfirman: Siapa yang kalian tunggu? Mereka menjawab: Kami menunggu
Tuhan kami. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka berkata: Sampai kami
melihat-Mu. Lalu tampak bagi mereka Tuhan tertawa. (Akhirnya) Dia membawa
mereka dan mereka mengikuti-Nya. Setiap orang di antara mereka, munafik atau
mukmin diberi nur. Mereka terus mengikuti-Nya. Di atas jembatan neraka Jahanam
terdapat besi-besi berkait dan berduri, yang merenggut barang siapa yang
dikehendaki Allah. Kemudian nur orang-orang munafik padam, sedangkan
orang-orang mukmin tetap bersinar. Selamatlah rombongan pertama, wajah mereka
bagaikan bulan purnama. Mereka berkisar 70.000 (tujuh puluh ribu) orang. Kemudian
orang-orang berikutnya, wajah mereka seperti terangnya bintang-bintang di
langit. Demikian seterusnya. Kemudian syafaat diizinkan. Mereka pun memintakan
syafaat, hingga keluar orang-orang yang mengucap: Laa ilaaha illallah dari
neraka dan orang-orang yang di hatinya terdapat kebaikan seberat gandum. Mereka
ditempatkan di halaman surga, sedangkan ahli surga memerciki mereka dengan air,
sampai mereka tumbuh bagaikan tumbuhnya sesuatu (tumbuhan) di dalam banjir.
Hilanglah hangus tubuh mereka. Kemudian ia (orang terakhir) meminta Allah
memberikannya dunia dan sepuluh kali lipatnya (Muslim 278).
109. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Setiap nabi memiliki doa yang selalu diucapkan. Aku
ingin menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada hari kiamat (Muslim
293).
110. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Nabi
saw. pernah bersabda: Setiap nabi mempunyai doa yang digunakan untuk kebaikan
umatnya. Sesungguhnya aku menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada hari
kiamat (muslim 299).
111. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Tatkala
diturunkan ayat ini: Dan peringatkanlah
para kerabatmu yang terdekat, maka
Rasulullah saw. memanggil orang-orang Quraisy. Setelah mereka berkumpul,
Rasulullah saw. berbicara secara umum dan khusus. Beliau bersabda: Wahai Bani
Kaab bin Luaiy, selamatkanlah diri kalian dari neraka! Wahai Bani Murrah bin
Kaab, selamatkanlah diri kalian dari neraka! Wahai Bani Abdi Syams,
selamatkanlah diri kalian dari neraka! Wahai Bani Abdi Manaf, selamatkanlah
diri kalian dari neraka! Wahai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari
neraka! Wahai Bani Abdul Muthalib, selamatkanlah diri kalian dari neraka! Wahai
Fatimah, selamatkanlah dirimu dari neraka! Karena aku tidak kuasa menolak
sedikit pun siksaan Allah terhadap kalin. Aku hanya punya hubungan kekeluargaan
dengan kalian yang akan aku sambung dengan sungguh-sungguh (Muslim 303).
112. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Ketika
diturunkan ayat ini: Dan berilah
peringatan berbentuk ancaman kepada kaum kerabatmu yang terdekat, yaitu kaum kerabatmu yang benar-benar ikhlas.
Rasulullah saw. keluar dan naik ke bukit Shafa, lalu berteriak: Hati-hatilah!
Orang-orang saling bertanya: Siapa yang berteriak? Di antara mereka berkata:
Muhammad! Mereka pun berkumpul mengerumuni beliau. Beliau bersabda: Wahai Bani
fulan! Wahai Bani fulan! Wahai Bani fulan! Wahai Bani Abdi Manaf! Wahai Bani
Abdul Muthalib! Mereka mengerumuni beliau. Lalu beliau bersabda: Apa pendapat
kalian seandainya aku beritahu kalian bahwa pasukan berkuda akan keluar di kaki
gunung ini. Apakah kalian mempercayaiku? Orang-orang menjawab: Kami telah
buktikan engkau tidak pernah berbohong. Rasulullah saw. bersabda: Aku
peringatkan kalian akan siksa yang sangat pedih. Mendengar itu Abu Lahab
berkata: Celaka engkau! Hanya untuk inikah engkau mengumpulkan kami? Kemudian
ia pergi. Lalu turunlah surat ini, Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan ia
benar-benar binasa (Muslim 307).
113. Hadis riwayat Abbas bin Abdul Muthalib ra.:
Bahwa ia
berkata: Wahai Rasulullah, apakah engkau dapat memberikan suatu manfaat kepada
Abu Thalib. Karena, dahulu ia merawat dan pernah membelamu. Rasulullah saw.
bersabda: Ya, ia berada di neraka yang paling ringan. Seandainya tidak karena
(berkah) aku, tentu ia berada neraka paling bawah (Muslim 308).
114. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. mendengar pamannya Abu Thalib dibicarakan dekat beliau, lalu
beliau bersabda: Mudah-mudahan syafaatku dapat memberinya manfaat pada hari
kiamat, sehingga ia ditempatkan di neraka paling ringan yang apinya membakar
kedua mata kakinya sampai mendidihkan otaknya (Muslim 310).
115. Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra., ia
berkata:
Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda: Ahli neraka yang paling ringan siksanya pada
hari kiamat, adalah seseorang yang pada lekukan telapak kakinya diberi dua bara
yang menyebabkan otaknya mendidih (Muslim 313).
116. Hadis riwayat Amru bin Ash ra., ia berkata:
Aku pernah
mendengar Rasulullah saw. bersabda dalam forum terbuka, bukan rahasia:
Ingatlah, bahwa keluarga ayahku (yakni si fulan) bukanlah termasuk waliku.
Sesungguhnya waliku hanyalah Allah dan orang-orang mukmin yang saleh (Muslim
316)
117. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Nabi
saw. bersabda: Tujuh puluh ribu orang dari umatku masuk surga tanpa hisab
(tanpa perhitungan amal). Seseorang berkata: Wahai Rasulullah, berdoalah kepada
Allah semoga Dia berkenan menjadikanku bagian dari mereka. Rasulullah saw.
berdoa: "Ya Allah, perkenankanlah, Engkau menjadikannya termasuk di antara
mereka". Kemudian yang lain berdiri pula dan berkata: Wahai Rasulullah,
berdoalah kepada Allah, agar Dia berkenan menjadikanku bagian dari mereka.
Rasulullah saw. bersabda: Engkau telah didahului Ukasyah (Muslim 317).
118. Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.:
Dari Abu
Hazim dari Sahal bin Saad bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tujuh puluh ribu
orang atau tujuh ratus ribu orang (Abu Hazim ragu mana yang benar antara
keduanya) akan masuk surga saling berpegangan, mereka masuk bersama-sama tidak
ada yang lebih dahulu dan tidak ada yang paling akhir, wajah mereka cerah
seperti bulan purnama (M 322)
119. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Nabi
saw., beliau bersabda: Beberapa umat ditunjukkan kepadaku. Aku melihat seorang
nabi bersama sekelompok kecil (tidak lebih dari sepuluh orang), ada lagi nabi
yang disertai seorang atau dua orang dan ada pula nabi yang tidak disertai
seorang pun. Tiba-tiba ditunjukkan padaku kelompok besar. Aku menyangka mereka
adalah umatku. Tetapi lalu dijelaskan: Ini adalah Musa as. dan kaumnya.
Lihatlah ke ufuk! Aku memandang ke sana, ternyata ada kelompok besar.
Dijelaskan lagi kepadaku: Pandanglah ke ufuk yang lain. Ternyata ada juga
kelompok besar. Dijelaskan padaku: Ini adalah umatmu. Di antara mereka ada
tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab dan siksa. Kemudian Rasulullah saw.
bangkit dan masuk ke rumahnya. Para sahabat membicarakan siapa yang masuk surga
tanpa hisab dan tanpa siksa. Sebagian berkata: Barangkali mereka adalah
orang-orang yang selalu menyertai Rasulullah saw. Sebagian berkata: Mungkin
mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan
Allah. Mereka saling mengemukakan pendapat masing-masing. Ketika Rasulullah
saw. saw. keluar lagi, beliau bertanya: Apa yang kalian bicarakan? Mereka memberitahu,
lalu Rasulullah saw. bersabda: Mereka adalah orang-orang yang tidak menggunakan
jimat/mantera tidak minta dibuatkan jimat, tidak meramalkan hal-hal buruk dan
hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata:
Berdoalah kepada Allah semoga Dia berkenan menjadikanku termasuk di antara
mereka. Rasulullah saw. bersabda: Engkau termasuk di antara mereka. Kemudian
yang lain berdiri dan berkata: Berdoalah kepada Allah, semoga Dia berkenan
menjadikanku bagian dari mereka. Rasulullah saw. bersabda: Engkau telah
didahului Ukasyah (M 323)
120. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda kepada kami: Ridakah kalian menjadi seperempat penghuni surga?
Kami (para sahabat) bertakbir. Beliau bersabda lagi: Ridakah kalian menjadi
sepertiga penghuni surga? Kami pun bertakbir. Lalu beliau kembali bersabda:
Sungguh, aku berharap kalian dapat menjadi setengah penghuni surga. Aku akan
memberitahukan hal itu kepada kalian. Orang-orang Islam di tengah orang-orang kafir
seperti sehelai rambut putih pada sapi hitam, atau seperti sehelai rambut hitam
pada sapi putih (Muslim 324)
121. Hadis riwayat Abu Said ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Hai Adam. Beliau menjawab: Aku patuhi
panggilan-Mu dan kebaikan ada di tangan-Mu. Allah berfirman: Keluarkanlah
ba`tsan naar. Dia (Adam) bertanya: Apa itu ba`tsan naar? Allah berfirman:
Setiap kelipatan seribu, keluarkanlah sembilan ratus sembilan puluh orang.
Perintah Allah kepada (Adam as.) itu terjadi ketika anak-anak beruban: Dan kandungan setiap wanita yang hamil gugur
dan engkau lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka tidak mabuk,
tetapi sesungguhnya siksa Allah sangat pedih.
Penuturan Rasulullah saw. tersebut membuat para sahabat merasa khawatir.
Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah lelaki itu (yang seorang di antara
seribu) di antara kami? Rasulullah saw. bersabda: Bergembiralah kalian. Karena,
dari Yakjuj dan Makjuj seribu, sedangkan dari kalian seorang. Kemudian beliau
melanjutkan: Demi Zat yang menguasai diriku. Sungguh, aku sangat mendambakan
kalian menjadi seperempat penghuni surga. Kami (para sahabat) memuji Allah dan
bertakbir. Lalu beliau bersabda: lagi, Demi Zat yang menguasai diriku. Sungguh,
aku mendambakan kalian menjadi sepertiga penghuni surga. Kami memuji Allah dan
bertakbir. Kemudian kembali beliau bersabda: Demi Zat yang menguasai diriku.
Sungguh, aku mendambakan kalian menjadi separoh penghuni surga. Perumpamaan
kalian di tengah-tengah umat lain, adalah bagaikan sehelai rambut putih pada
kulit sapi hitam, atau seperti belang pada betis khimar (Muslim
327)


0 comments:
Post a Comment