81. Hadis riwayat Ma'qil bin Yasar ra.:
Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda: Seorang hamba yang diserahi Allah memimpin
rakyatnya mati sebagai penipu rakyatnya pada saat ia mati, maka Allah mengharamkan
baginya masuk ke surga-Nya
82. Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. menceritakan kepada kami dua hadis. Yang satu aku sudah tahu dan aku masih
menunggu yang satu lagi. Beliau menceritakan kepada kami bahwa Amanat berada di
pangkal hati manusia. Kemudian Alquran turun dan mereka tahu dari Alquran dan
dari hadis. Kemudian beliau menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanat,
beliau bersabda: Seseorang tidur dengan nyenyak, lalu dicabutnya amanat dari
dalam hatinya, maka tampak tinggal bekasnya seperti bercak. Kemudian ia tidur
lagi, dan dicabutnya amanat tersebut dari hatinya, maka tinggallah bekasnya
seperti tempat kosong, seperti batu yang jatuh di atas kakimu, bekas tatapan
batu itu terus membengkak sedang di dalamnya kosong dan Nabi mengambil batu
kecil lalu menjatuhkannya di atas kaki beliau. Kemudian beliau melanjutkan:
Orang-orang saling berbaiat, tapi mereka tidak menjalankan amanat, sehingga
dikatakan bahwa di antara bani fulan ada seorang yang jujur dan kepadanya dikatakan:
Alangkah tabahnya orang ini, alangkah jujurnya ia, alangkah pandainya ia.
Sedangkan di hatinya tidak ada iman meski sebesar biji sawi. Ternyata telah
datang suatu zaman, di mana aku sudah tidak peduli siapa yang berbaiat
kepadaku, kalau ia seorang muslim maka agamanya akan melarangnya berkhianat dan
jika ia seorang Kristen atau Yahudi niscaya para pemimpinnya akan melarang
mereka berkhianat kepadaku, adapun hari ini aku tidak akan membaiat kalian
kecuali si fulan dan si fulan
83. Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Ketika kami
bersama Umar ra. ia bertanya: Siapakah di antara kalian yang mendengar
Rasulullah saw. bersabda tentang fitnah? Beberapa sahabat berkata: Kami pernah
mendengarnya. Umar berkata: Barangkali yang kalian maksudkan adalah fitnah
seseorang berhubungan dengan keluarga dan tetangganya? Mereka menjawab: Ya,
benar. Umar berkata: Itu bisa dihapus dengan salat, puasa dan zakat. Tetapi
(yang aku maksud), siapakah di antara kalian yang pernah mendengar sabda Nabi
saw.: Fitnah yang berombak seperti ombak laut? Orang-orang terdiam. Lalu
Hudzaifah berkata: Aku. Umar berkata: Engkau, beruntung ayahmu (Lillahi abuka,
pujian orang Arab kepada seorang yang istimewa). Kata Hudzaifah: Aku mendengar
Rasulullah saw. bersabda: Fitnah-fitnah akan melekat di hati bagaikan tikar,
dengan berulang-ulang. Setiap hati yang termakan fitnah itu, maka pada hatinya
akan terdapat bintik hitam dan setiap hati yang menolaknya, maka akan muncul
bintik putih. Sehingga hati tersebut menjadi terbagi dua, putih yang bagaikan
batu besar, sehingga tidak akan terkena bahaya fitnah, selama masih ada langit
dan bumi. Sedangkan bagian yang lain hitam keabu-abuan seperti kuali terbalik,
tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk, kecuali hanya hawa nafsu yang
diserap (hatinya)
84. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya iman akan berkumpul di Madinah,
sebagaimana ular berkumpul di sarangnya
85. Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Kami sedang
berada bersama Rasulullah saw. ketika beliau bersabda: Hitunglah, berapa orang
yang menyatakan Islam? Lalu kata Hudzaifah: Kami berkata: Wahai Rasulullah,
apakah engkau khawatir pada kami, sedangkan kami berjumlah antara enam hingga
tujuh ratus orang. Rasulullah saw. bersabda: Kalian tidak tahu, mungkin suatu
saat nanti kalian mendapat cobaan. Hudzaifah ra. berkata: Maka kami benar-benar
diuji sampai-sampai seorang di antara kami tidak melaksanakan salat kecuali
dengan cara sembunyi-sembunyi
86. Hadis riwayat Saad ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. membagikan suatu pembagian. Lalu aku mengusulkan: Wahai Rasulullah,
berilah si fulan, karena ia seorang mukmin. Nabi saw. bersabda: Ataukah ia
seorang muslim? Tiga kali aku mengusulkan hal itu dan tiga kali pula mendapat
jawaban beliau yang sama: Ataukah ia seorang muslim? Kemudian beliau bersabda:
Terkadang aku memberi seseorang, padahal ada orang lain yang lebih aku sukai
darinya, karena khawatir Allah akan melemparnya di neraka (yakni pemberian itu
dimaksudkan untuk membujuk hati orang yang diberi, agar tidak kembali menjadi
kafir, sehingga ia dimasukkan oleh Allah ke dalam neraka)
87. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Kami lebih pantas ragu ketimbang Ibrahim as. ketika
ia berkata: Ya Tuhanku, perlihatkanlah
kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati? Allah berfirman: Apakah
engkau tidak percaya? Ibrahim menjawab: Aku percaya, tetapi agar hatiku
tenang. Rasulullah saw. melanjutkan:
Semoga Allah memberikan rahmat kepada Luth. Dia benar-benar telah berlindung
kepada golongan yang kuat. Seandainya aku tinggal di penjara seperti lamanya
Yusuf tinggal di sana, mungkin aku akan memenuhi seruan penyeru (utusan raja)
88. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada seorang nabi, kecuali diberi mukjizat
kenabian yang sesuai, yang diimani manusia. Sedangkan yang diberikan kepadaku
adalah wahyu yang diturunkan Allah. Aku berharap, akulah yang paling banyak
pengikut dibanding mereka nanti di hari kiamat
89. Hadis riwayat Abu Musa ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga orang yang diberi pahala dua kali: Pertama,
seorang dari ahli kitab (Yahudi atau Kristen) yang beriman kepada nabinya dan
sempat mengalami masa Nabi saw. lalu beriman kepadanya, mengikuti dan
membenarkannya, maka ia mendapat dua pahala. Kedua, budak sahaya yang
menunaikan hak Allah Taala dan hak tuannya, maka ia mendapat dua pahala. Dan
ketiga, seseorang yang mempunyai budak perempuan lalu diberinya makan dengan
baik, mendidiknya dengan baik, lalu memerdekakannya dan mengawininya, maka ia
mendapat dua pahala
90. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Demi Zat yang menguasai diriku. Sungguh, telah dekat waktunya
Isa bin Maryam turun kepada kalian untuk menjadi hakim yang adil. Dia akan
mematahkan salib, membunuh babi dan tidak menerima upeti. Harta akan melimpah,
sehingga tak seorang pun mau menerimanya
91. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Hari Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari
terbit dari barat. Apabila matahari telah terbit dari barat, maka seluruh
manusia akan beriman. Tetapi (Pada saat
itu), tidak bermanfaat lagi iman seseorang untuk dirinya sendiri pada apa yang
belum diimaninya atau pada kebaikan yang belum diusahakannya di masa imannya
92. Hadis riwayat Abu Zar ra.:
Bahwa pada
suatu hari Nabi saw. bersabda: Tahukah kalian ke mana matahari pergi? Para
sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi:
Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah Arsy,
lalu menjatuhkan diri bersujud. Dia (matahari) terus dalam keadaan begitu
hingga difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang.
Matahari pun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya.
Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu
bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya: Naiklah,
kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi
muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia kembali berjalan tanpa sedikit pun
manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy,
lalu difirmankan kepadanya: Naiklah, terbitlah dari Barat. Maka pagi
berikutnya, matahari terbit dari sebelah Barat. Rasulullah saw. melanjutkan:
Tahukah kalian kapan itu terjadi? Itu terjadi saat: Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi
dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan
kebaikan dalam masa imannya
93. Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw.
ia berkata:
Wahyu
pertama yang diterima Rasulullah adalah mimpi yang benar. Setiap kali beliau
bermimpi, mimpi itu datang bagaikan terangnya Subuh. Kemudian beliau sering
menyendiri. Biasanya beliau menyepi di gua Hira'. Di sana, beliau beribadah
beberapa malam, sebelum kembali kepada keluarganya (istrinya) dan mempersiapkan
bekal untuk itu. Kemudian beliau pulang ke Khadijah, mengambil bekal lagi untuk
beberapa malam. Hal itu terus beliau lakukan sampai tiba-tiba wahyu datang
ketika beliau sedang berada di gua Hira'. Malaikat (Jibril as.) datang dan
berkata: Bacalah. Beliau menjawab: Aku tidak dapat membaca. Rasulullah saw.
bersabda: Malaikat itu menarik dan mendekapku, hingga aku merasa kepayahan.
Lalu ia melepaskanku seraya berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat
membaca. Dia menarik dan mendekapku lagi, hingga aku merasa kepayahan. Kemudian
ia melepaskan sambil berkata: Bacalah. Aku menjawab: Aku tidak dapat membaca.
Dan untuk yang ketiga kalinya ia menarik dan mendekapku sehingga aku merasa
kepayahan, lalu ia melepaskanku dan berkata:
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling
Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan
kepada manusia apa yang tidak ia ketahui.
Rasulullah saw. pulang membawa ayat tersebut dalam keadaan gemetar,
hingga beliau masuk ke rumah Khadijah seraya berkata: Selimuti aku, selimuti
aku! Keluarganya pun menyelimutinya, hingga gemetarnya hilang. Kemudian beliau
berkata kepada Khadijah: Hai Khadijah, apa yang telah terjadi denganku? Lalu
beliau menceritakan seluruh peristiwa. Beliau berkata: Aku benar-benar khawatir
terhadap diriku. Khadijah menghibur beliau: Jangan begitu, bergembirahlah. Demi
Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya. Demi Allah, sungguh engkau
telah menyambung tali persaudaraan, engkau jujur dalam berkata: engkau telah
memikul beban orang lain, engkau sering membantu keperluan orang tak punya,
menjamu tamu dan selalu membela kebenaran. Kemudian Khadijah mengajak beliau
menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, saudara misan Khadijah. Dia
adalah seorang penganut Kristen di masa Jahiliyah. Dia pandai menulis kitab
berbahasa Arab dan menerjemahkan kitab Injil ke bahasa Arab, sesuai dengan
kehendak Allah. Dia telah tua dan buta. Khadijah berkata kepadanya: Paman,
dengarkanlah cerita keponakanmu ini (Muhammad). Waraqah bin Naufal berkata: Hai
keponakanku, apa yang engkau alami? Rasulullah saw. menceritakan semua
peristiwa yang beliau alami. Mendengar penuturan itu, Waraqah berkata: Ini
adalah Namus (Jibril as.) yang dahulu datang kepada Musa as. Seandainya saja di
saat kenabianmu aku masih muda. Oh... seandainya saja aku masih hidup pada saat
engkau diusir oleh kaummu. Rasulullah saw. bertanya: Apakah mereka akan
mengusirku? Waraqah menjawab: Ya, setiap orang yang datang mengemban tugas
sepertimu pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat kualami, tentu aku akan
membelamu mati-matian
94. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah
Al-Anshari ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. menceritakan tentang masa terhentinya wahyu: Ketika aku sedang berjalan,
tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Aku pun mengangkat kepalaku,
ternyata malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira' sedang duduk di atas
kursi di antara langit dan bumi. Aku gemetar ketakutan. Lalu aku pulang dan
berkata: Selimuti aku, selimuti aku. Keluargaku menyelimutiku. Ketika itulah
Allah swt. menurunkan ayat: Hai orang
yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan. Dan Tuhanmu, agungkanlah.
Dan pakaianmu, bersihkanlah. Dan perbuatan dosa, tinggalkanlah. Perbuatan dosa artinya menyembah berhala.
Kemudian wahyu turun berturut-turut
95. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia
berkata:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke
Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat
tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat
dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan
bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih
fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan,
ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang
bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab
Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam.
Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke
langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau?
Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya:
Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu
pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin
Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku
dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa
engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya.
Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka
untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian
keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke
langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril
menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril.
Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun
dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku
dengan kebaikan. Allah Taala berfirman
Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril
minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa
bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia
telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia
menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam.
Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril.
Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah
diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as.
Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit
ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya:
Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah
ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana
aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur.
Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan
tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang
dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika
atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka
suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu
melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan
salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw.
Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku
menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu,
mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah
mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai
Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat
dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah
mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup
melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak
henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah
berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat
sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima
salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk
kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya.
Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya
barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak
sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu
kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan
padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah
keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa
malu kepada-Nya
96. Hadis riwayat Malik bin Sha`sha`ah ra.,
ia berkata:
Nabi saw.
bersabda: Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara tidur dan jaga,
tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata: Salah satu dari tiga yang berada di
antara dua orang. Lalu aku didatangi dan dibawa pergi. Aku dibawakan bejana
dari emas yang berisi air Zamzam. Lalu dadaku dibedah hingga ini dan ini.
Qatadah berkata: Aku bertanya: Apa yang beliau maksud? Anas menjawab: Hingga ke
bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, kemudian
dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan hikmah. Lalu aku
didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari khimar dan
kurang dari bighal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling
jauh. Aku ditunggangkan di atasnya. Lalu kami berangkat hingga ke langit dunia.
(Sampai di sana) Jibril minta dibukakan. Dia ditanya: Siapa ini? Jibril
menjawab Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawab Jibril.
Ditanya: Apakah ia telah diutus? Ya, jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan
kami dan berkata: Selamat datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang
baik. Lalu kami datang kepada Nabi Adam as. (selanjutnya seperti kisah pada
hadis di atas). Anas menjelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa as.
dan Nabi Yahya as. di langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf as. di
langit keempat dengan Nabi Idris as. di langit kelima dengan Nabi Harun as.
Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda: Kemudian kami berangkat lagi. Hingga tiba
di langit keenam. Aku datang kepada Nabi Musa as. dan mengucap salam kepadanya.
Dia berkata: Selamat datang kepada saudara dan nabi yang baik. Ketika aku
meninggalkannya, ia menangis. Lalu ada yang berseru: Mengapa engkau menangis?
Nabi Musa menjawab: Tuhanku, orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi
umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku. Kami melanjutkan
perjalanan hingga langit ketujuh. Aku datang kepada Nabi Ibrahim as. Dalam
hadis ini dituturkan, Nabi saw. bercerita bahwa beliau melihat empat sungai.
Dari hilirnya, keluar dua sungai yang jelas dan dua sungai yang samar. Aku
(Rasulullah saw.) bertanya: Hai Jibril, sungai apakah ini? Jibril menjawab: Dua
sungai yang samar adalah dua sungai di surga, sedangkan yang jelas adalah
sungai Nil dan Furat. Selanjutnya aku diangkat ke Baitulmakmur. Aku bertanya:
Hai Jibril, apa ini? Jibril menjawab: Ini adalah Baitulmakmur. Setiap hari,
tujuh puluh ribu malaikat masuk ke dalamnya. Apabila mereka keluar, tidak akan
masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk. Kemudian aku ditawarkan dua
bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi susu. Keduanya disodorkan
kepadaku. Aku memilih susu. lalu dikatakan: Tepat! Allah menghendaki engkau
(berada pada fitrah, kebaikan dan keutamaan). Begitu pula umatmu berada pada
fitrah. Kemudian diwajibkan atasku salat lima puluh kali tiap hari. Demikian
kisah seterusnya sampai akhir hadis
97. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. menuturkan perjalanan Isra'nya. Beliau bersabda: Nabi Musa as. berkulit
sawo matang, tingginya seperti lelaki Syanu'ah (nama kabilah). Beliau bersabda
pula: Nabi Isa as. itu gempal, tingginya sedang. Beliau juga menuturkan tentang
Malik as. penjaga Jahanam dan Dajjal
98. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. melewati lembah Azraq. Beliau bertanya: Lembah apa ini? Para
sahabat menjawab: Ini lembah Azraq. Rasulullah saw. bersabda: Aku seperti
melihat Nabi Musa as. sedang menuruni bukit dan memohon kepada Allah dengan suara
keras melalui talbiah. Ketika sampai di bukit Harsya, beliau berkata: Bukit apa
ini? Para sahabat menjawab: Bukit Harsya (dekat Juhfah). Rasulullah saw.
bersabda: Aku seperti melihat Nabi Yunus bin Matta as. berada di atas unta
merah yang gempal. Dia memakai mantel bulu wol dan tali kekang untanya adalah
sabut, ia sedang bertalbiah
99. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Nabi saw.
bersabda: Ketika aku diisra'kan, aku bertemu dengan Nabi Musa as., ia seorang
lelaki yang tinggi kurus dengan rambut berombak, seperti seorang Bani Syanu'ah.
Aku juga bertemu dengan Nabi Isa as. ia berperawakan sedang, berkulit merah,
seakan-akan baru keluar dari pemandian. Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim as.
Akulah keturunannya yang paling mirip dengannya. Lalu aku diberi dua bejana,
yang satu berisi susu dan yang lain berisi arak. Dikatakan padaku: Ambillah
yang engkau suka. Aku mengambil susu dan meminumnya. Kemudian dikatakan: Engkau
diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah. Seandainya engkau mengambil
arak, niscaya sesat umatmu
100. Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu malam aku bermimpi di dekat Kakbah,
melihat seorang lelaki berkulit sawo matang, seperti warna coklat paling bagus
yang pernah engkau lihat. Dia berambut gondrong, gondrong terbaik yang pernah
engkau lihat. Dia menyisir rambutnya dan masih tampak menetes airnya. Dia
bersandar kepada dua orang atau pundak dua orang lelaki, melakukan tawaf di
Kakbah. Aku bertanya: Siapakah orang ini? Dijawab: Ini adalah Masih bin Maryam.
Tiba-tiba aku melihat seorang lelaki yang sangat keriting, mata kanannya buta
seakan-akan mata itu buah anggur yang mengapung (matanya melotot). Aku
bertanya: Siapakah ini? dijawab: Ini adalah Masih Dajjal


0 comments:
Post a Comment