
61. Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata:
Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang suka
menghasut
62. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Ada tiga orang yang nanti pada hari kiamat tidak akan diajak
bicara oleh Allah, tidak dipandang, tidak disucikan dan mereka mendapatkan
siksa yang pedih, yaitu; orang yang mempunyai kelebihan air di gurun sahara
tetapi tidak mau memberikannya kepada musafir; orang yang membuat perjanjian
dengan orang lain untuk menjual barang dagangan sesudah Asar; ia bersumpah demi
Allah bahwa telah mengambil (membeli) barang itu dengan harga sekian dan orang
lain tersebut mempercayainya, padahal sebenarnya tidak demikian; orang yang
berbaiat kepada pemimpin untuk kepentingan dunia. Jika sang pemimpin memberikan
keuntungan duniawi kepadanya, ia penuhi janjinya, tapi bila tidak, maka ia
tidak penuhi janjinya
63. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda
tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu
akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati,
maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang
siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di
neraka Jahanam selama-lamanya (Muslim 158)
64. Hadis riwayat Tsabit bin Dhahhak ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam
secara dusta, maka ia seperti apa yang ia ucapkan. Barang siapa yang bunuh diri
dengan sesuatu, maka ia akan disiksa dengan sesuatu itu pada hari kiamat.
Seseorang tidak boleh bernazar dengan sesuatu yang tidak ia miliki
65. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Aku ikut
Rasulullah saw. dalam perang Hunain. Kepada seseorang yang diakui keIslamannya
beliau bersabda: Orang ini termasuk ahli neraka. Ketika kami telah memasuki
peperangan, orang tersebut berperang dengan garang dan penuh semangat, kemudian
ia terluka. Ada yang melapor kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, orang
yang baru saja engkau katakan sebagai ahli neraka, ternyata pada hari ini
berperang dengan garang dan sudah meninggal dunia. Nabi saw. bersabda: Ia pergi
ke neraka. Sebagian kaum muslimin merasa ragu. Pada saat itulah datang
seseorang melapor bahwa ia tidak mati, tetapi mengalami luka parah. Pada malam
harinya, orang itu tidak tahan menahan sakit lukanya, maka ia bunuh diri. Hal
itu dikabarkan kepada Nabi saw. Beliau bersabda: Allah Maha besar, aku bersaksi
bahwa aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Kemudian beliau memerintahkan
Bilal untuk memanggil para sahabat: Sesungguhnya tidak akan masuk surga,
kecuali jiwa yang pasrah. Dan sesungguhnya Allah mengukuhkan agama ini dengan
orang yang jahat
66. Hadis riwayat Sahal bin Saad As-Saidi
ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan, dengan
dukungan pasukan masing-masing. Seseorang di antara sahabat Rasulullah saw.
tidak membiarkan musuh bersembunyi, tapi ia mengejarnya dan membunuhnya dengan
pedang. Para sahabat berkata: Pada hari ini, tidak seorang pun di antara kita
yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh si fulan itu. Mendengar itu,
Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah, si fulan itu termasuk ahli neraka. Salah
seorang sahabat berkata: Aku akan selalu mengikutinya. Lalu orang itu keluar
bersama orang yang disebut Rasulullah saw. sebagai ahli neraka. Kemana pun ia
pergi, orang itu selalu menyertainya. Kemudian ia terluka parah dan ingin
mempercepat kematiannya dengan cara meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan
ujung pedang berada di dadanya, lalu badannya ditekan pada pedang hingga
meninggal. Orang yang selalu mengikuti datang kepada Rasulullah saw. dan
berkata: Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah. Rasulullah saw.
bertanya: Ada apa ini? Orang itu menjawab: Orang yang engkau sebut sebagai ahli
neraka, orang-orang menganggap besar (anggapan itu), maka aku menyediakan diri
untuk mengikutinya, lalu aku mencarinya dan aku dapati ia terluka parah, ia
berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan
ujung pedang berada di dadanya, kemudian ia menekan badannya hingga meninggal.
Pada saat itulah Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya ada orang yang
melakukan perbuatan ahli surga, seperti yang tampak pada banyak orang, padahal
sebenarnya ia ahli neraka. Dan ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka,
seperti yang tampak pada banyak orang, padahal ia termasuk ahli surga
67. Hadis riwayat Jundab ra., ia berkata:
Rasulullah
bersabda: Ada seorang lelaki yang hidup sebelum kalian, keluar bisul pada
tubuhnya. Ketika bisul itu membuatnya sakit, ia mencabut anak panah dari
tempatnya, lalu membedah bisul itu. Akibatnya, darah tidak berhenti mengalir
sampai orang itu meninggal. Tuhan kalian berfirman: Aku haramkan surga atasnya
68. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Kami pergi
berperang bersama Rasulullah saw. menuju Khaibar. Allah memberikan kemenangan
kepada kami, tetapi kami tidak mendapatkan rampasan perang berupa emas atau
perak. Yang kami peroleh adalah barang-barang, makanan dan pakaian. Kemudian
kami berangkat menuju lembah. Ikut pula bersama Rasulullah saw. seorang budak
beliau (pemberian seseorang dari Judzam). Budak itu bernama Rifa'ah bin Zaid
dari Bani Dhubaib. Ketika kami menuruni lembah, budak Rasulullah saw. berdiri
untuk melepas pelananya. Tetapi, ia terkena anak panah dan itulah saat
kematiannya. Kami berkata: Kami senang ia gugur syahid wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. menjawab: Tidak! Demi Zat yang menguasai Muhammad. Sesungguhnya
sebuah mantel akan mengobarkan api neraka atasnya. Mantel itu ia ambil dari
harta rampasan perang Khaibar, yang bukan jatahnya. Para sahabat menjadi takut.
Lalu seseorang datang membawa seutas atau dua utas tali sandal, seraya berkata:
Wahai Rasulullah, aku mendapatkannya pada waktu perang Khaibar. Rasulullah saw.
bersabda: Seutas tali (atau dua utas tali) sandal dari neraka
69. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia
berkata:
Ketika ayat
berikut ini turun: Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi, Tsabit bin Qais sedang duduk di rumahnya dan
berkata: Aku ini termasuk ahli neraka. Dia menjauhi diri dari Nabi saw.
Kemudian Nabi saw. bertanya kepada Saad bin Muaz: Hai Abu Amru, bagaimana
keadaan Tsabit? Apakah ia sakit? Saad menjawab: Sesungguhnya ia adalah
tetanggaku, aku tidak melihat pada dirinya suatu penyakit. Lalu Saad mendatangi
Tsabit dan menuturkan perkataan Rasulullah saw. Lalu Tsabit berkata: Ayat ini
telah diturunkan, padahal kalian tahu bahwa aku adalah orang yang paling keras
suaranya, melebihi suara Rasulullah saw. Jadi aku ini termasuk ahli neraka.
Kemudian Saad menuturkan hal itu kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw.
bersabda: (Tidak demikian), tetapi sebaliknya, ia termasuk ahli surga
70. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia
berkata:
Orang-orang
bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami akan dihukum
karena perbuatan kami di masa jahiliyah? Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa
di antara kalian berbuat baik di masa Islam, maka ia tidak akan dikenai hukuman
karena perbuatannya di masa jahiliyah. Tetapi barang siapa yang berbuat jelek,
maka ia akan dihukum karena perbuatannya di masa jahiliyah dan di masa Islam
71. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Di antara
orang musyrik banyak yang telah membunuh dan banyak pula yang telah berzina.
Kemudian mereka datang kepada Nabi Muhammad saw. Mereka berkata: Apa yang
engkau katakan dan engkau ajak sungguh bagus. Kalau saja engkau mau memberitahu
kami bahwa dosa yang telah kami perbuat (di masa jahiliyah) ada penghapusnya.
Lalu turun ayat: Dan orang-orang yang
tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang
diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak
berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat
(pembalasan) dosa (nya). Juga diturunkan
ayat: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui
batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah
72. Hadis riwayat Hakim bin Hizam ra., ia
berkata:
Saya pernah
bertanya kepada Rasulullah saw.: Apa pendapatmu tentang beberapa perkara yang
dahulu, di masa jahiliyah aku menyembahnya. Apakah aku akan menerima hukuman
karena itu? Rasulullah saw. bersabda: Engkau memeluk Islam dengan kebaikan dan
ketaatan yang dahulu engkau lakukan
73. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia
berkata:
Ketika turun
ayat: Orang-orang yang beriman dan tidak
mencampur-adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), para sahabat Rasulullah saw. merasa sedih.
Kata mereka: Siapakah di antara kita yang tidak menganiaya dirinya? Rasulullah
saw. bersabda: Maksudnya bukan seperti yang kalian duga, tetapi seperti yang
dikatakan Lukman kepada anaknya: Hai
anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar
74. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Sesungguhnya Allah melewati (tidak memperhitungkan) kata hati
pada umatku, selama mereka tidak mengatakannya atau melakukannya
75. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Allah Taala berfirman (kepada malaikat pencatat amal): Bila
hamba-Ku berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat sebagai
amalnya. Jika ia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan.
Dan bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik, lalu tidak jadi
melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya,
maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat
76. Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari
Rasulullah saw. tentang apa yang diriwayatkan dari Allah Taala bahwa Allah
berfirman: Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan dan kejelekan. Kemudian beliau
(Rasulullah) menerangkan: Barang siapa yang berniat melakukan kebaikan, tetapi
tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatat niat itu sebagai satu kebaikan
penuh di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan baik dan mengerjakannya, maka
Allah mencatat di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali
lipat hingga kelipatan yang sangat banyak. Kalau ia berniat melakukan perbuatan
jelek, tetapi tidak jadi melakukannya, maka Allah mencatat hal itu sebagai satu
kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Jika ia meniatkan perbuatan jelek itu, lalu
melaksanakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan
77. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Tak henti-hentinya manusia bertanya-tanya, sampai-sampai
dikatakan: Allah menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah? Barang
siapa yang merasakan keraguan dalam hatinya, maka hendaklah ia berkata: Aku
beriman kepada Allah
78. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Dari
Rasulullah saw., beliau bersabda: Allah Taala berfirman: Sesungguhnya umatmu
tak henti-hentinya bertanya: Kenapa begini, kenapa begini? Sampai-sampai mereka
mengatakan: Allah menciptakan makhluk, lalu siapakah yang menciptakan Allah
79. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:
Dari
Rasulullah saw., beliau bersabda: Barang siapa yang bersumpah dengan sumpah
yang memaksa, untuk mengambil harta seorang muslim, sedangkan ia melakukan
kepalsuan dalam sumpahnya itu, maka ia akan bertemu Allah dalam keadaan murka
kepadanya
80. Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia
berkata:
Aku
mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang terbunuh demi
mempertahankan hartanya, maka ia mati syahid

0 comments:
Post a Comment