41. Hadis riwayat Jarir ra., ia berkata:
Ketika haji
wada, Nabi saw. bersabda kepadaku: Suruhlah orang-orang diam. Setelah
orang-orang diam, beliau bersabda: Janganlah sesudah kutinggalkan, kalian
kembali menjadi orang-orang kafir, di mana sebagian membunuh sebagian yang lain
42. Hadis riwayat Zaid bin Khalid Al-Juhaini
ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. melakukan salat bersama kami di Hudaibiyah, sesudah hujan turun semalam.
Seusai salat, beliau mendatangi para sahabatnya, lalu bersabda: Tahukah kalian
apa yang telah difirmankan Tuhan kalian? Para sahabat menjawab: Allah dan
Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau bersabda: Allah berfirman: Di antara
hamba-hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir di pagi ini. Orang
yang berkata: Kita diturunkan hujan karena anugerah dan rahmat Allah, maka
orang itu beriman kepada-Ku dan mengingkari bintang-bintang. Sebaliknya orang
yang berkata: Kita diturunkan hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka
orang tersebut kafir terhadap-Ku dan beriman kepada bintang-bintang
43. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Tanda kemunafikan adalah membenci sahabat Ansar dan tanda
keimanan adalah mencintai sahabat Ansar
44. Hadis riwayat Barra' ra., ia berkata:
Nabi saw.
bersabda tentang kaum Ansar: Yang mencintai mereka hanyalah orang yang beriman
dan yang membenci mereka hanyalah orang munafik. Barang siapa yang mencintai
mereka, maka Allah mencintainya. Dan Barang siapa yang membenci mereka, maka
Allah membencinya
45. Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Dari
Rasulullah saw. beliau bersabda: Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan
perbanyaklah istigfar (memohon ampun). Karena aku melihat kalian lebih banyak
menjadi penghuni neraka. Seorang wanita yang cerdik di antara mereka bertanya:
Wahai Rasulullah, kenapa kaum wanita yang lebih banyak menjadi penghuni neraka?
Rasulullah saw. menjawab: Kalian banyak mengutuk dan mengingkari kebaikan
suami. Aku tidak melihat kurangnya akal dan agama yang lebih menguasai manusia
dari kalian. Wanita itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah kekurangan akal
dan agama itu? Rasulullah saw. menjawab: Yang dimaksud dengan kurang pada akal
adalah karena dua orang saksi wanita sama dengan seorang saksi laki-laki. Ini
adalah kekurangan akal. Wanita menghabisi waktu malamnya tanpa mengerjakan
salat dan tidak puasa di bulan Ramadan (karena haid), ini adalah kekurangan
pada agama
46. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. pernah ditanya: Apakah amal yang paling utama? Beliau menjawab Iman kepada
Allah. Orang bertanya lagi: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Berjuang di
jalan Allah. Kembali ia bertanya: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Haji
mabrur (haji yang diterima)
47. Hadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata:
Aku pernah
bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, amal apa yang paling utama?
Rasulullah saw. bersabda: Iman kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya. Aku
bertanya: Budak manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Yang
paling baik menurut pemiliknya dan paling tinggi harganya. Aku tanya lagi:
Bagaimana jika aku tidak bekerja? Rasulullah saw. bersabda: Engkau dapat
membantu orang yang bekerja atau bekerja untuk orang yang tidak memiliki
pekerjaan. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tidak mampu
melakukan sebagian amal. Rasulullah saw. bersabda: Engkau dapat mengekang
kejahatanmu terhadap orang lain. Karena, hal itu merupakan sedekah darimu
kepada dirimu
48. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia
berkata:
Aku pernah
bertanya kepada Rasulullah saw.: Pekerjaan manakah yang paling utama? Beliau
menjawab: Salat pada waktunya. Aku bertanya lagi, Kemudian apa? Beliau
menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua. Kembali aku bertanya: Kemudian apa?
Beliau menjawab: Berjuang di jalan Allah. Aku tidak bertanya lagi kepada beliau
untuk menjaga perasaan beliau
49. Hadis riwayat Abdullah ra., ia berkata:
Aku bertanya
kepada Rasulullah saw: Dosa apakah yang paling besar menurut Allah? Rasulullah
saw. bersabda: Engkau membuat sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang
menciptakanmu. Aku berkata: Sungguh, dosa demikian memang besar. Kemudian apa
lagi? Beliau menjawab: Engkau membunuh anakmu karena takut miskin. Aku tanya
lagi: Kemudian apa? Rasulullah saw. menjawab: Engkau berzina dengan istri
tetanggamu
50. Hadis riwayat Abdurrahman bin Abu Bakrah
ra., ia berkata:
Kami sedang
berada di dekat Rasulullah saw. ketika beliau bersabda: Tidak inginkah kalian
kuberitahu tentang dosa-dosa besar yang paling besar? (beliau mengulangi
pertanyaan itu tiga kali) yaitu; menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang
tua dan persaksian palsu. Semula Rasulullah saw. bersandar, lalu duduk. Beliau
terus mengulangi sabdanya itu, sehingga kami membatin: Mudah-mudahan beliau
diam
51. Hadis riwayat Anas ra.:
Dari Nabi
saw. tentang dosa-dosa besar, beliau bersabda: Menyekutukan Allah, mendurhakai
kedua orang tua, membunuh manusia dan persaksian palsu
52. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Jauhilah tujuh hal yang merusak. Ada yang bertanya:
Ya Rasulullah, apa tujuh hal itu? Rasulullah saw. bersabda: Menyekutukan Allah,
sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar,
makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan pertempuran dan menuduh
berzina wanita-wanita yang terjaga (dari berzina) yang lalai dan beriman
53. Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash
ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Di antara dosa-dosa besar, yaitu memaki kedua orang tua. Para
sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang dapat memaki kedua
orang tuanya? Rasulullah saw. menjawab: Dia memaki bapak orang lain, lalu orang
lain itu memaki bapaknya. Dia memaki ibu orang lain, lalu orang lain itu memaki
ibunya
54. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Siapa yang meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah dengan
sesuatu, maka ia masuk neraka. Dan aku (Abdullah) sendiri berkata: Siapa yang
meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan apa pun, niscaya ia
masuk surga
55. Hadis riwayat Abu Zar ra., ia berkata:
Nabi saw.
bersabda: Jibril as. mendatangiku dengan membawa kabar gembira bahwa barang
siapa di antara umatmu meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan
sesuatu, maka ia masuk surga. Aku (Abu Dzar) bertanya: Meskipun ia berzina dan
mencuri? Nabi menjawab: Meskipun ia berzina dan mencuri
56. Hadis riwayat Miqdad bin Aswad ra., ia
berkata:
Wahai
Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bertemu dengan seorang kafir, lalu ia menyerangku.
Dia penggal salah satu tanganku dengan pedang, hingga terputus. Kemudian ia
berlindung dariku pada sebuah pohon, seraya berkata: Aku menyerahkan diri
kepada Allah (masuk Islam). Bolehkah aku membunuhnya setelah ia mengucapkan
itu? Rasulullah saw. menjawab: Jangan engkau bunuh ia. Aku memprotes: Wahai
Rasulullah, tapi ia telah memotong tanganku. Dia mengucapkan itu sesudah
memotong tanganku. Bolehkah aku membunuhnya? Rasulullah saw. tetap menjawab:
Tidak, engkau tidak boleh membunuhnya. Jika engkau membunuhnya, maka engkau
seperti ia sebelum engkau membunuhnya, dan engkau seperti ia sebelum ia
mengucapkan kalimat yang ia katakana.
57. Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. mengirim kami dalam suatu pasukan. Kami sampai di Huruqat, suatu tempat di
daerah Juhainah di pagi hari. Lalu aku menjumpai seorang kafir. Dia
mengucapkan: Laa ilaaha illallah, tetapi aku tetap menikamnya. Ternyata
kejadian itu membekas dalam jiwaku, maka aku menuturkannya kepada Nabi saw.
Rasulullah saw. bertanya: Apakah ia mengucapkan: Laa ilaaha illallah dan engkau
tetap membunuhnya? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, ia mengucapkan itu hanya
karena takut pedang. Rasulullah saw. bersabda: Apakah engkau sudah membelah
dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak? Beliau
terus mengulangi perkataan itu kepadaku, hingga aku berkhayal kalau saja aku
baru masuk Islam pada hari itu. Saad berkata: Demi Allah, aku tidak membunuh
seorang muslim, hingga dibunuh Dzul Buthain, Usamah. Seseorang berkata:
Bukankah Allah telah berfirman: Dan
perangilah mereka, agar tidak ada fitnah dan agar agama itu semata-mata untuk
Allah. Saad berkata: Kami telah
berperang, agar tidak ada fitnah. Sedangkan engkau dan pengikut-pengikutmu
ingin berperang, agar timbul fitnah
58. Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia
berkata:
Nabi saw.
bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari
golongan kami
59. Hadis riwayat Abu Musa ra.:
Bahwa Nabi
saw. bersabda: Barang siapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukanlah dari
golongan kami
60. Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia
berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Bukan termasuk golongan kami, orang yang menampar pipi (ketika
tertimpa musibah), merobek-robek baju atau berdoa dengan doa Jahiliyah (
meratapi kematian mayit seraya mengharap-harap celaka) 

0 comments:
Post a Comment