http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahihain

BAB :
ISRA' DAN MI'RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDHU LIMA WAKTU

102.  Abu Dzar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu malam terbuka atap rumahku di Mekkah, lalu turun Jibril, dan membelah dadaku, kemudian membasuhnya dengan air zamzam, kemudian ia membawa mangkok emas yang penuh berisi hikmat dan iman lalu dituangkan ke dalam dadaku, lalu ditutup kembali, Kemudian ia membimbing tanganku dan menaikkan aku ke langit dunia, dan ketika sampai di langit, Jibril berkata kepada penjaganya: Bukalah. Lalu ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Lalu ditanya: Apakah bersama lain orang? Jawabnya: Ya, bersamaku Muhammad saw. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Ketika telah dibuka, kami naik ke langit dunia tiba-tiba bertemu dengan orang yang duduk sedang di kanan, kirinya banyak gerombolan, bila ia melihat ke kanan tertawa, tetapi bila melihat ke kiri menangis, maka ia menyambut: Marhaban (selamat datang) nabi yang salih dan putra yang salih. Saya tanya kepada Jibril: Siapakah itu? Jawabnya: Itu Adam a.s., sedang gerombolan yang kanan-kirinya anak cucunya, yang di kanan ahli sorga dan yang di kirinya ahli neraka, karena itu ia tertawa bila melihat ke kanan, dan menangis bila melihat ke kirinya. Kemudian dinaikkan ke langit kedua, dan minta buka pada penjaganya, juga dikatakan oleh penjaganya sebagaimana langit pertama, lalu dibuka. Anas r.a. berkata: Maka menyebut bahwa di langit-langit itu tetah bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, Ibrahim a.s. tetapi tidak dijelaskan tempat masing-masing, hanya menyebut bahwa Adam di langit pertama dan Ibrahim di langit keenam.
Anas r.a. berkata: Ketika Jibril bersama Nabi Muhammad saw. jumpa dengan nabi Idris maka disambut: Marhaban (Selamat datang) nabi yang salih dan saudara yang salih. Lalu saya tanya: Siapakah ini? Jawabnya: Ini Idris, kemudian melalui nabi Musa juga disambut: Marhaban binnabiyissalih, dan saya bertanya: Siapakah ini? Jawab Jibril: Itu Musa, lalu melalui Isa juga menyambut selamat datang nabi yang salih dan saudara yang salih, ketika saya tanya: Siapakah itu? Jawab Jibril: Itu Isa a.s. Kemudian melalui Ibrahim juga menyambut: Selamat datang nabi yang salih dan putra yang salih. Lalu saya tanya: Siapakah itu? Jawab Jibril: Itu Ibrahim a.s.
Kemudian aku dibawa naik sehingga ke atas mustawa, di mana aku mendengar suara kalam yang mencatat dilauh mahfudh. Maka Allah mewajibkan atas ummatku lima puluh kali shalat. Lalu aku kembali membawa perintah kewajiban itu sehingga melalui Musa, maka ia tanya: Apakah yang diwajibkan Tuhan atas ummatmu? Jawabku: Lima puluh kali shalat, langsung ia berkata: Kembalilah kepada Tuhan untuk minta keringanan, sebab ummatmu takkan kuat melakukan itu, maka aku kembali kepada Tuhan minta keringanan dan diringankan separuhnya, lalu kembali kepada Musa dan saya terangkan padanya telah diringankan separuhnya, tetapi Musa tetap berkata; Mintalah keringanan karena ummatmu tidak akan kuat, maka kembali aku minta keringanan kepada Tuhan dan mendapat keririgan-an separuhnya, kemudian kepada Musa saya katakan telah mendapat keringanan separuhnya, tetapi Musa tetap menganjurkan supaya minta keringanan karena ummatmu tidak akan kuat melakukan itu, maka kembalilah aku minta keringanan kepada Tuhan, sehingga Allah berfirman: Itu hanya lima kali dan berarti lima puluh, tidak akan berubah lagi putusanku maka aku kembali kepada Musa dan Musa tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab bahwa aku malu kepada Tuhan. Kemudian aku dibawa ke sidratul muntaha yang diliputi oleh berbagai warna sehingga aku tidak mengerti apakah itu. Kemudian aku dimasukkan sorga, mendadak kubah-kubahnya dari mutiara dan tanahnya kasturi (misik). (Bukhari, Muslim). 

103.    Malik bin Sha'sha'ah r.a.  berkata: Nabi saw.  bersabda; Ketika aku di dekat Ka'bah di antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar suara salah seorang, yaitu yang di antara dua orang, lalu disediakan mangkok emas yang berisi hikmat dan iman, lalu dibelah dari bawah tenggorokan hingga perutku, kemudian dibasuh dadaku dengan air zamzam, lalu dipenuhi dengan hikmat dan iman, lalu didatangkan untukku binatang yang putih lebih besar dari himar dan di bawah keledai (baghel) bernama buraq, lalu berangkat bersama, Jibril hingga sampai langit dunia, dan ketika ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya: Bersama siapa? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Dijawab: Ya. Maka disambut selamat datang, maka aku bertemu pada Adam a.s. dan memberi salam, dan menyambutku dengan Selamat datang putraku dan nabi. Kemudian kitanaik ke langit kedua, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya- Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Lalu disambut: Selamat datang, dan di sana kami bertemu dengan Isa dan Yahya a.s. keduanya menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit ketiga, lalu ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Yusuf a.s. dan setelah memberi salam padanya la menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit keempat, dan ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Dita-nya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Idris a.s. Sesudah saya beri salam, ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit kelima, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Dan ditanya: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya pula: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang. Di situ kami bertemu dengan Harun a.s. maka aku memberi salam, dan ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit keenam, juga ditanya: Siapakah itu? Jawab; Jibril. Lalu ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang, dan di situ bertemu dengan Musa a.s. setelah aku memberi salam, ia menyambut dengan ucapan: Selamat datang saudara sebagai nabi. Dan ketika kami meninggalkannya ia menangjs, dan ketika ditanya: Mengapakah ia menangis? Jawabnya: Ya Rabbi itu pemuda yang Tuhan utus sesudahku akan masuk sorga-dari ummatnya lebih banyak dari ummatku. Kemudian kami naik ke langit ke tujuh, maka ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang, dan di situ kami bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s. Sesudah aku memberi salam, maka ia sambut dengan: Selamat datang putraku sebagai nabi. Kemudian tampak kepadaku albaitul ma'mur, maka aku tanya kepada Jibril. Jawabnya: Ini baitul ma'mur tiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat untuk shalat, jika telah keluar tidak akan masuk lagi untuk selamanya. Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha, mendadak buahnya bagaikan gentong (tempat air) Hajar, sedang daunnya bagaikan telinga gajah dan di bawahnya menyumber empat sungai, dua ke dalam dan dua keluar. Aku bertanya kepada Jibril. Jawabnya: Yang dalam itu di sorga, sedang yang keluar itu yaitu sungai Nil dan Furat. Kemudian diwajibkan atasku lima puluh kali shalat. Lalu aku turun bertemu dengan Musa, lalu ia bertanya: Apakah yang anda dapat? Jawabku: Diwajibkan atasku lima puhrh kali shalat. Musa berkata: Aku lebih berpengalaman dari padamu, aku telah bersusah payah melatih Bani Isra'il, dan ummatmu tidak akan kuat, karena itu anda kembali kepada Tuhan minta keringanan, maka aku kembali minta keringanan, dan diringankan sepuluh sehingga tinggal empat puluh, kemudian dikurangi lagi sepuluh sehingga tinggal tiga puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal dua puluh, kemudian minta keringanan dan diberi sepuluh sehingga tinggal sepuluh, dan aku kembali kepada Musa dan ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, maka aku minta keringanan, dan dijadikannya lima kali. Maka aku bertemu dengan Musa dan menyatakan bahwa kini telah tinggal lima, maka ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi saya jawab: Aku telah menerima dengan baik. Maka terdengar seruan: Aku telah menetapkan kewajiban-Ku, dan meringankan pada hamba-hamba-Ku, dan akan membalas tiap hasanat dengan sepuluh lipat gandanya. (Bukhari, Muslim).
103.    Malik bin Sha'sha'ah r.a.  berkata: Nabi saw.  bersabda; Ketika aku di dekat Ka'bah di antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar suara salah seorang, yaitu yang di antara dua orang, lalu disediakan mangkok emas yang berisi hikmat dan iman, lalu dibelah dari bawah tenggorokan hingga perutku, kemudian dibasuh dadaku dengan air zamzam, lalu dipenuhi dengan hikmat dan iman, lalu didatangkan untukku binatang yang putih lebih besar dari himar dan di bawah keledai (baghel) bernama buraq, lalu berangkat bersama, Jibril hingga sampai langit dunia, dan ketika ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya: Bersama siapa? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Dijawab: Ya. Maka disambut selamat datang, maka aku bertemu pada Adam a.s. dan memberi salam, dan menyambutku dengan Selamat datang putraku dan nabi. Kemudian kitanaik ke langit kedua, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Ditanya- Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Lalu disambut: Selamat datang, dan di sana kami bertemu dengan Isa dan Yahya a.s. keduanya menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit ketiga, lalu ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Yusuf a.s. dan setelah memberi salam padanya la menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit keempat, dan ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Dita-nya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Idris a.s. Sesudah saya beri salam, ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit kelima, dan ditanya: Siapakah itu? Jawabnya: Jibril. Dan ditanya: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya pula: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang. Di situ kami bertemu dengan Harun a.s. maka aku memberi salam, dan ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi. Kemudian kami naik ke langit keenam, juga ditanya: Siapakah itu? Jawab; Jibril. Lalu ditanya: Dan siapa yang bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang, dan di situ bertemu dengan Musa a.s. setelah aku memberi salam, ia menyambut dengan ucapan: Selamat datang saudara sebagai nabi. Dan ketika kami meninggalkannya ia menangjs, dan ketika ditanya: Mengapakah ia menangis? Jawabnya: Ya Rabbi itu pemuda yang Tuhan utus sesudahku akan masuk sorga-dari ummatnya lebih banyak dari ummatku. Kemudian kami naik ke langit ke tujuh, maka ditanya: Siapakah itu? Jawab: Jibril. Ditanya: Siapa yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia dipanggil? Jawabnya: Ya. Maka disambut: Selamat datang, dan di situ kami bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s. Sesudah aku memberi salam, maka ia sambut dengan: Selamat datang putraku sebagai nabi. Kemudian tampak kepadaku albaitul ma'mur, maka aku tanya kepada Jibril. Jawabnya: Ini baitul ma'mur tiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat untuk shalat, jika telah keluar tidak akan masuk lagi untuk selamanya. Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha, mendadak buahnya bagaikan gentong (tempat air) Hajar, sedang daunnya bagaikan telinga gajah dan di bawahnya menyumber empat sungai, dua ke dalam dan dua keluar. Aku bertanya kepada Jibril. Jawabnya: Yang dalam itu di sorga, sedang yang keluar itu yaitu sungai Nil dan Furat. Kemudian diwajibkan atasku lima puluh kali shalat. Lalu aku turun bertemu dengan Musa, lalu ia bertanya: Apakah yang anda dapat? Jawabku: Diwajibkan atasku lima puhrh kali shalat. Musa berkata: Aku lebih berpengalaman dari padamu, aku telah bersusah payah melatih Bani Isra'il, dan ummatmu tidak akan kuat, karena itu anda kembali kepada Tuhan minta keringanan, maka aku kembali minta keringanan, dan diringankan sepuluh sehingga tinggal empat puluh, kemudian dikurangi lagi sepuluh sehingga tinggal tiga puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal dua puluh, kemudian minta keringanan dan diberi sepuluh sehingga tinggal sepuluh, dan aku kembali kepada Musa dan ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, maka aku minta keringanan, dan dijadikannya lima kali. Maka aku bertemu dengan Musa dan menyatakan bahwa kini telah tinggal lima, maka ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi saya jawab: Aku telah menerima dengan baik. Maka terdengar seruan: Aku telah menetapkan kewajiban-Ku, dan meringankan pada hamba-hamba-Ku, dan akan membalas tiap hasanat dengan sepuluh lipat gandanya. (Bukhari, Muslim).
104.  Ibu Abbas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika malan. Isra' aku melihat Nabi Musa seorang yang coklat rupanya, tinggi dan keriting rambutnya, bagaikan orang dari suku Syanu'ah, juga aku nielihat Isa a.s. orangnya sedang tidak tinggi dan tidak pendek sedang bentuk badannya berkulit putih kemerah-merahan lurus rambutnya. Juga saya melihat Malaikat Malik penjaga neraka dan Dajjal, dalam beberapa ayat-ayat (bukti kebesaran) Allah yang telah diperlihatkan kepadaku, karena itu maka jangan ragu anda pasti akan bertemu padaNya. (Bukhari, Muslim).
105.  Mujahid berkata, Ketika kami di majlis Ibn .Abbas r.a. maka orang-orang menyebut Dajjal, dan dikatakan: Bahwa di antara kedua matanya ada tertulis: Kafir. Ibn Abbas berkata: Saya tidak mendengar keterangan itu, tetapi Nabi saw. bersabda: Adapun Musa maka seakan-akan saya melihat padanya ketika turun ke lembah sambil membaca talbiyah (Labbaika Aliahumma labbaika). (Bukhari, Muslim).
106.  Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Ketika malam Israa' saya melihat Musa seorang yang kurus, sedang seakan-akan orang dari suku Syanu'ah, juga melihat Isa juga sedang,  putih kemerahan bagaikan orang yang baru keluar dari pemandian, dan aku sangat menyerupai Ibrahim. Kemudian dihidangkan kepadaku dua bejana satu berisi susu dan yang kedua berisi khamer, dan diperintahkan kepadaku supaya memilih salah satu yang mana aku suka, maka aku ambil susu lalu aku minum, maka diberitahu: Anda telah mengambil fitrah agama, andaikan anda mengambil khamer pasti ummatmu akan tersesat. (Bukhari, Muslim).


0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top