BAB :
MENJINAKI ORANG YANG LEMAH IMAN
91. Sa'ad
bin Abi Waqqash
r.a. berkata: Rasulullah
saw. memberi beberapa orang bagian, sedang Sa'ad duduk melihat, maka
Sa'ad berkata: Ya Rasulullah, mengapakah tuan tinggalkan si Fulan padahal saya
tahu dia seorang mu'min. Nabi saw. bersabda: Ataukah Muslim. Maka diamlah Sa'ad
sementara, kemudian mengulang pertanyaannya: Ya Rasulullah mengapakan tuan
tinggalkan Fulan, demi Allah saya tahu dia seorang mu'min. Nabi saw. bertanya:
Ataukah muslim? Maka diamlah Sa'ad sementara, lalu mengulang kembali
pertanyaannya, dan Nabi juga mengulangi sabdanya, kemudian Nabi saw. bersabda:
Ya Sa'ad, adakalanya aku memberi kepada seseorang, padahal orang yang lain itu
lebih aku sayang, karena khawatir kalau ia terjerumus dalam api neraka.
(Bukhari, Muslim).
Ya'ni
khawatir jika yang lemah iman itu tidak diberi lalu ia mencela Nabi saw.
sehingga menyebabkan ia masuk ke dalam neraka;
BAB :
KETENANGAN HATI KARENA MELIHAT KENYATAAN DAN BUKTI
92.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Kami lebih layak untuk ragu daripada Nabi Ibrahim a.s. ketika berkata:
Ya Tuhan perlihatkan kepadaku bagaimana Tuhan menghidupkan orang yang telah
mati? Tuhan bertanya: Apakah anda tidak percaya? Jawab Ibrahim a.s.: Benar aku
telah percaya, tetapi supaya lebih tenteram hatiku. Dan semoga Allah merahmati
Nabi Luth a.s. ketika akan berlindung kepada pelindung yang kuat. Dan andaikan
aku tinggal dalam penjara selama Nabi Yusuf, niscaya segera aku sambut panggilan
raja. (Bukhari, Muslim).
93.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Tiada seorang nabi melainkan telah diberi mu'jizat yang karenanya
orang-orang percaya kepadanya, sedang yang diberikan Allah kepadaku berupa wahyu
(Alqur'an) yang diturunkan kepadaku, maka aku berharap semoga akulah yang
terbanyak pengikutnya pada hari qiyamat. (Bukhari, Muslim).
Sebab mu'jizatul qur'an akan tinggal tetap hingga qiyamat.'
Sebab mu'jizatul qur'an akan tinggal tetap hingga qiyamat.'
94. Abu Musa r.a. berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Tiga macam orang yang akan mendapat pahala
lipat dua kali: 1. Seorang ahlil kitab
yang dahulu percaya kepada nabinya, kemudian lalu beriman kepada Nabi Muhammad
saw. 1. Dan hamba sahaya yang menunaikan
kewajibannya terhadap Allah dan kewajiban terhadap majikannya. 3. Dan seorang majikan yang memiliki budak
wanita dididik dengan baik, dan diajar agama sebaik-baiknya kemudian
dimerdekakan lalu dikawininya, maka mendapat pahala lipat dua kali.(Bukhari,
Muslim)
BAB :
AKAN TURUNNYA NABI ISA A.S. UNTUK MELAKSANA-KAN HUKUM SYARI'AT NABI MUHAMMAD
SAW.
95.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, hampir akan turun kepadamu Nabi
Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil, lalu ia memecah semua salib dan
membunuh babi, dan menghapuskan cukai, dan berlimpah harta kekayaan sehingga
tiada seorang pun yang akan menerimanya. (Bukhari, Muslim). Ya'ni
sedekah.
96.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Bagaimanakah kamu, jika turun kepadamu Isa putra Maryam a.s. sedang
imam (pimpinanmu) tetap dari kamu sendiri. (Bukhari, Muslim).
BAB :
MASA DAN SAAT TIDAK DITERIMA IMAN YANG BARU
97.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Tidak akan tiba hari qiyamat sehingga matahari terbit dari barat, maka
bila terbit dari barat, dan dilihat oleh orang-orang segera mereka beriman
semuanya, dan di saat itu tidak berguna iman yang baru, jika dahulunya sebelum
itu tidak beriman. Kemudian Nabi saw. membaca ayat 158 surat Al-An'aam: "Pada
hari tibanya salah satu ayat (bukti) yang telah ditentukan oleh Tuhanmu, maka
tidak akan berguna iman yang baru bagi orangnya jika dahulunya (sebelum itu) ia
tidak beriman. (Bukhari, Muslim).
98.
Abu Dzar r.a. berkata: Ketika aku masuk
masjid, Rasulullah saw. sedang duduk, dan ketika terbenam matahari Nabi saw.
bersabda: Hai Abu Dzar tahukah anda ke mana matahari itu pergi? Jawabku: Allahu
warasuluhu a'lam. Maka sabda Nabi saw.: Dia minta izin kepada Tuhan untuk sujud,
lalu diijinkan terbit kembali, dan akan tiba masa diperintahkan kepadanya:
Kembalilah dari mana anda datang, sehingga ia terbit dari barat (tempat
terbenamnya). Dan itulah tempatnya. (Bukhari, Muslim).
BAB :
PERTAMA TURUN WAHYU
99.
Ummul mu'minin, A'isyah r.a. berkata:
Pertama turunnya wahyu kepada Nabi saw. berupa mimpi yang baik dan tepat, maka
ia tiap mimpi pada waktu malam, terjadilah pada esok harinya bagaikan pastinya
terbit fajar subuh, kemudian digemarkan untuk menyendiri di gua Hjraa', di sana
ia beribadat beberapa hari dengan malamnya sebelum kembali kepada isterinya
untuk berbekal dan kembali ke tempat khalwatnya, kemudian kembali kepada
isterinya Siti Khadijah dan berbekal pula seperti yang semula, sehingga tibalah
masa turunnya wahyu yang hak ketika Nabi di gua Hiraa', maka datanglah Malaikat
dan menyuruh kepadanya: Iqra' (bacalah). Nabi saw. berkata: Ma ana
biqaari' (Aku tidak dapat membaca), tiba-tiba Malaikat itu mendekapnya
sehingga habis tenaganya, kemudian dilepas dan diperintah: Iqra'. Dijawab: Aku
tidak dapat membaca. Maka didekap ia kedua katinya sehingga terasa payah,
kemudian dilepas dan diperintah: Iqra (bacalah). Dijawab: Ma ana biqaari' (Aku
tidak dapat membaca), maka didekap untuk ketiga kalinya, kemudian dilepas dan
diperintah Iqra' bismi rabbikal-ladzi khalaq, khalaqal insaana min alaq, iqra'
warabbukal akram, (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan, menjadikan
manusia dari sekepal darah, bacalah dan Tuhanmu yang termulia).
Maka kembalilah Rasulullah saw. dengan hati yang gemetar, sehingga sampai ke rumah Khadijah binti Khuwailid r.a. dan berkata. Selimutilah aku (Zammiluni, zammiluni), lalu diselimuti dan ditenangkan hingga hilang rasa takut dan gemetarnya, lalu Nabi saw. bersabda pada Khadijah sesudah menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya: Saya kuatir atas diriku. Jawab Khadijah untuk menenangkan hatinya: Tidak, jangan kuatir, demi Allah, Allah tidak akan menghinakan anda untuk selamanya, anda selalu menghubungi famili kerabat, dan suka menanggung kesukaran yang berat, dan membantu pada orang yang fakir miskin, dan menjamu tamu, dan membantu meringankan penderitaan yang hak.
Kemudian Khadijah membawanya ke rumah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abduluzza sepupu Siti Khadijah. Waraqah seorang yang telah masuk Nasrani di masa Jahiliyah, dan biasa menulis injil yang berbahasa Ibrani, dan ia seorang yang telah tua bahkan buta, maka berkata Khadijah: Hai Ibn Am, dengarkanlah apa yang diutarakan oleh kemanakanmu ini. Waraqah berkata: Hai kemanakan, apakah yang telah anda alami? Maka Nabi saw. memberitakan semua yang dialaminya dan dilihatnya. Lalu berkata Waraqah: Itu Malaikat yang telah diturunkan oleh Allah kepada Musa, aduhai andaikan aku masih muda kuat, semoga aku masih hidup ketika anda diusir oleh kaummu. Nabi saw. bertanya: Apakah mereka akan mengusir aku? Jawab Waraqah: Ya, tiada seorang pun yang mengajar kepada kaumnya seperti ajaranmu itu melainkan dimusuhi, dan sekiranya aku mendapati saat itu pasti aku akan membantu padamu bantuan yang sepuasnya dan sangat gemilang. (Bukhari, Muslim).
Maka kembalilah Rasulullah saw. dengan hati yang gemetar, sehingga sampai ke rumah Khadijah binti Khuwailid r.a. dan berkata. Selimutilah aku (Zammiluni, zammiluni), lalu diselimuti dan ditenangkan hingga hilang rasa takut dan gemetarnya, lalu Nabi saw. bersabda pada Khadijah sesudah menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya: Saya kuatir atas diriku. Jawab Khadijah untuk menenangkan hatinya: Tidak, jangan kuatir, demi Allah, Allah tidak akan menghinakan anda untuk selamanya, anda selalu menghubungi famili kerabat, dan suka menanggung kesukaran yang berat, dan membantu pada orang yang fakir miskin, dan menjamu tamu, dan membantu meringankan penderitaan yang hak.
Kemudian Khadijah membawanya ke rumah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abduluzza sepupu Siti Khadijah. Waraqah seorang yang telah masuk Nasrani di masa Jahiliyah, dan biasa menulis injil yang berbahasa Ibrani, dan ia seorang yang telah tua bahkan buta, maka berkata Khadijah: Hai Ibn Am, dengarkanlah apa yang diutarakan oleh kemanakanmu ini. Waraqah berkata: Hai kemanakan, apakah yang telah anda alami? Maka Nabi saw. memberitakan semua yang dialaminya dan dilihatnya. Lalu berkata Waraqah: Itu Malaikat yang telah diturunkan oleh Allah kepada Musa, aduhai andaikan aku masih muda kuat, semoga aku masih hidup ketika anda diusir oleh kaummu. Nabi saw. bertanya: Apakah mereka akan mengusir aku? Jawab Waraqah: Ya, tiada seorang pun yang mengajar kepada kaumnya seperti ajaranmu itu melainkan dimusuhi, dan sekiranya aku mendapati saat itu pasti aku akan membantu padamu bantuan yang sepuasnya dan sangat gemilang. (Bukhari, Muslim).
100.
Jabir bin Abdullah Al-Anshari r.a. ketika menceritakan turunnya wahyu berkata:
Nabi saw. bersabda: Ketika aku berjalan, tiba-tiba mendengar suara orang dari
langit, maka melihat ke atas, mendadak Malaikat yang datang kepadaku di gua
Hiraa duduk di kursi di antara langit dan bumi sehingga aku merasa sangat
gentar, dan kembali ke rumah minta dikemuli (zammiluni, zammiluni), maka Allah
menurunkan kepadaku: "Ya ayyuhal
muddatstsir, Qum fa andzir, Wa rabbaka fakabbir, wa tsiyabaka fathahhir,
Warrujza fahjur (Wahai orang yang bersel-mut. Bangunlah dan peringatkanlah. Dan
nama Tuhanmu agungka-lah. Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan semua berhala
tinggalkanlah). Kemudian lalu berturut-turut turunnya wahyu dan membanyak.
(Bukhari, Muslim). Ya'ni lebih sering turun.
101, Jabir r.a.: Yahya bin Katsier berkata: Saya
tanya kepada Abu Salamah bin Abdurrahman tentang pertama yang turun dari ayat
Alqur'an, maka dijawab: Ya Ayyuhal muddats-tsir. Aku berkata: Orang-orang
berkata: Iqra' bismi rabbikalladzi khalaqa. Jawab Abu Salamah: Aku tanya pada
Jabir bin Abdullah tentang itu, dan juga aku tegur sebagaimana katamu itu, maka
Jabir berkata: Aku tidak meriwayatkan kepadamu kecuali apa yang diceritakan oleh
Rasulullah saw. kepada kami, yaitu: Ketika aku beribadat di Hiraa', dan ketika
telah selesai aku turun dari Hiraa' tiba-tiba dipanggil, maka aku melihat ke
kanan, ke kiri tidak ada apa-apa, melihat ke muka ke belakang, juga tidak
melihat apa-apa, lalu saya melihat ke atas, terlihatlah kepadaku sesuatu, maka
segera aku pergi kepada Khadijah dan berkata kepadanya: Kemulilah aku dan
siramkan air dingin kepadaku, maka diseli-mutilah aku dan diseka dengan air
dingin, maka turunlah ayat: Ya ayuuhal muddats-tsir. Qum fa andzir. Warabbaka
fakabbir. (Bukhari, Muslim).


0 comments:
Post a Comment