http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahihain

BAB :
MENJINAKI ORANG YANG LEMAH IMAN


91.    Sa'ad  bin   Abi  Waqqash   r.a.   berkata:   Rasulullah  saw. memberi beberapa orang bagian, sedang Sa'ad duduk melihat, maka Sa'ad berkata: Ya Rasulullah, mengapakah tuan tinggalkan si Fulan padahal saya tahu dia seorang mu'min. Nabi saw. bersabda: Ataukah Muslim. Maka diamlah Sa'ad sementara, kemudian mengulang pertanyaannya: Ya Rasulullah mengapakan tuan tinggalkan Fulan, demi Allah saya tahu dia seorang mu'min. Nabi saw. bertanya: Ataukah muslim? Maka diamlah Sa'ad sementara, lalu mengulang kembali pertanyaannya, dan Nabi juga mengulangi sabdanya, kemudian Nabi saw. bersabda: Ya Sa'ad, adakalanya aku memberi kepada seseorang, padahal orang yang lain itu lebih aku sayang, karena khawatir kalau ia terjerumus dalam api neraka. (Bukhari, Muslim). 
Ya'ni khawatir jika yang lemah iman itu tidak diberi lalu ia mencela Nabi saw. sehingga menyebabkan ia masuk ke dalam neraka;


BAB :
KETENANGAN HATI KARENA MELIHAT KENYATAAN DAN BUKTI

92. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kami lebih layak untuk ragu daripada Nabi Ibrahim a.s. ketika berkata: Ya Tuhan perlihatkan kepadaku bagaimana Tuhan menghidupkan orang yang telah mati? Tuhan bertanya: Apakah anda tidak percaya? Jawab Ibrahim a.s.: Benar aku telah percaya, tetapi supaya lebih tenteram hatiku. Dan semoga Allah merahmati Nabi Luth a.s. ketika akan berlindung kepada pelindung yang kuat. Dan andaikan aku tinggal dalam penjara selama Nabi Yusuf, niscaya segera aku sambut panggilan raja. (Bukhari, Muslim). 

93. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada seorang nabi melainkan telah diberi mu'jizat yang karenanya orang-orang percaya kepadanya, sedang yang diberikan Allah kepadaku berupa wahyu (Alqur'an) yang diturunkan kepadaku, maka aku berharap semoga akulah yang terbanyak pengikutnya pada hari qiyamat. (Bukhari, Muslim).
Sebab mu'jizatul qur'an akan tinggal tetap hingga qiyamat.'  
94.    Abu Musa r.a.  berkata:  Rasulullah saw. bersabda: Tiga macam orang yang akan mendapat pahala lipat dua kali: 1.   Seorang ahlil kitab yang dahulu percaya kepada nabinya, kemudian lalu beriman kepada Nabi Muhammad saw. 1.  Dan hamba sahaya yang menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan kewajiban terhadap majikannya. 3.  Dan seorang majikan yang memiliki budak wanita dididik dengan baik, dan diajar agama sebaik-baiknya kemudian dimerdekakan lalu dikawininya, maka mendapat pahala lipat dua kali.(Bukhari, Muslim) 


BAB :
AKAN TURUNNYA NABI ISA A.S. UNTUK MELAKSANA-KAN HUKUM SYARI'AT NABI MUHAMMAD SAW.

95. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, hampir akan turun kepadamu Nabi Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil, lalu ia memecah semua salib dan membunuh babi, dan menghapuskan cukai, dan berlimpah harta kekayaan sehingga tiada seorang pun yang akan menerimanya. (Bukhari, Muslim). Ya'ni sedekah. 
96. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Bagaimanakah kamu, jika turun kepadamu Isa putra Maryam a.s. sedang imam (pimpinanmu) tetap dari kamu sendiri. (Bukhari, Muslim).


BAB :
MASA DAN SAAT TIDAK DITERIMA IMAN YANG BARU

97. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak akan tiba hari qiyamat sehingga matahari terbit dari barat, maka bila terbit dari barat, dan dilihat oleh orang-orang segera mereka beriman semuanya, dan di saat itu tidak berguna iman yang baru, jika dahulunya sebelum itu tidak beriman. Kemudian Nabi saw. membaca ayat 158 surat Al-An'aam: "Pada hari tibanya salah satu ayat (bukti) yang telah ditentukan oleh Tuhanmu, maka tidak akan berguna iman yang baru bagi orangnya jika dahulunya (sebelum itu) ia tidak beriman. (Bukhari, Muslim).
98. Abu Dzar r.a. berkata: Ketika aku masuk masjid, Rasulullah saw. sedang duduk, dan ketika terbenam matahari Nabi saw. bersabda: Hai Abu Dzar tahukah anda ke mana matahari itu pergi? Jawabku: Allahu warasuluhu a'lam. Maka sabda Nabi saw.: Dia minta izin kepada Tuhan untuk sujud, lalu diijinkan terbit kembali, dan akan tiba masa diperintahkan kepadanya: Kembalilah dari mana anda datang, sehingga ia terbit dari barat (tempat terbenamnya). Dan itulah tempatnya. (Bukhari, Muslim).



BAB :
PERTAMA TURUN WAHYU


99. Ummul mu'minin, A'isyah r.a. berkata: Pertama turunnya wahyu kepada Nabi saw. berupa mimpi yang baik dan tepat, maka ia tiap mimpi pada waktu malam, terjadilah pada esok harinya bagaikan pastinya terbit fajar subuh, kemudian digemarkan untuk menyendiri di gua Hjraa', di sana ia beribadat beberapa hari dengan malamnya sebelum kembali kepada isterinya untuk berbekal dan kembali ke tempat khalwatnya, kemudian kembali kepada isterinya Siti Khadijah dan berbekal pula seperti yang semula, sehingga tibalah masa turunnya wahyu yang hak ketika Nabi di gua Hiraa', maka datanglah Malaikat dan menyuruh kepadanya: Iqra' (bacalah). Nabi saw. berkata: Ma ana biqaari' (Aku tidak dapat membaca), tiba-tiba Malaikat itu mendekapnya sehingga habis tenaganya, kemudian dilepas dan diperintah: Iqra'. Dijawab: Aku tidak dapat membaca. Maka didekap ia kedua katinya sehingga terasa payah, kemudian dilepas dan diperintah: Iqra (bacalah). Dijawab: Ma ana biqaari' (Aku tidak dapat membaca), maka didekap untuk ketiga kalinya, kemudian dilepas dan diperintah Iqra' bismi rabbikal-ladzi khalaq, khalaqal insaana min alaq, iqra' warabbukal akram, (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan, menjadikan manusia dari sekepal darah, bacalah dan Tuhanmu yang termulia).
Maka kembalilah Rasulullah saw. dengan hati yang gemetar, sehingga sampai ke rumah Khadijah binti Khuwailid r.a. dan berkata. Selimutilah aku (Zammiluni, zammiluni), lalu diselimuti dan ditenangkan hingga hilang rasa takut dan gemetarnya, lalu Nabi saw. bersabda pada Khadijah sesudah menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya: Saya kuatir atas diriku. Jawab Khadijah untuk menenangkan hatinya: Tidak, jangan kuatir, demi Allah, Allah tidak akan menghinakan anda untuk selamanya, anda selalu menghubungi famili kerabat, dan suka menanggung kesukaran yang berat, dan membantu pada orang yang fakir miskin, dan menjamu tamu, dan membantu meringankan penderitaan yang hak.
Kemudian Khadijah membawanya ke rumah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abduluzza sepupu Siti Khadijah. Waraqah seorang yang telah masuk Nasrani di masa Jahiliyah, dan biasa menulis injil yang berbahasa Ibrani, dan ia seorang yang telah tua bahkan buta, maka berkata Khadijah: Hai Ibn Am, dengarkanlah apa yang diutarakan oleh kemanakanmu ini. Waraqah berkata: Hai kemanakan, apakah yang telah anda alami? Maka Nabi saw. memberitakan semua yang dialaminya dan dilihatnya. Lalu berkata Waraqah: Itu Malaikat yang telah diturunkan oleh Allah kepada Musa, aduhai andaikan aku masih muda kuat, semoga aku masih hidup ketika anda diusir oleh kaummu. Nabi saw. bertanya: Apakah mereka akan mengusir aku? Jawab Waraqah: Ya, tiada seorang pun yang mengajar kepada kaumnya seperti ajaranmu itu melainkan dimusuhi, dan sekiranya aku mendapati saat itu pasti aku akan membantu padamu bantuan yang sepuasnya dan sangat gemilang. (Bukhari, Muslim). 
100. Jabir bin Abdullah Al-Anshari r.a. ketika menceritakan turunnya wahyu berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika aku berjalan, tiba-tiba mendengar suara orang dari langit, maka melihat ke atas, mendadak Malaikat yang datang kepadaku di gua Hiraa duduk di kursi di antara langit dan bumi sehingga aku merasa sangat gentar, dan kembali ke rumah minta dikemuli (zammiluni, zammiluni), maka Allah menurunkan kepadaku:  "Ya ayyuhal muddatstsir, Qum fa andzir, Wa rabbaka fakabbir, wa tsiyabaka fathahhir, Warrujza fahjur (Wahai orang yang bersel-mut. Bangunlah dan peringatkanlah. Dan nama Tuhanmu agungka-lah. Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan semua berhala tinggalkanlah). Kemudian lalu berturut-turut turunnya wahyu dan membanyak. (Bukhari, Muslim). Ya'ni lebih sering turun. 
101,    Jabir r.a.: Yahya bin Katsier berkata: Saya tanya kepada Abu Salamah bin Abdurrahman tentang pertama yang turun dari ayat Alqur'an, maka dijawab: Ya Ayyuhal muddats-tsir. Aku berkata: Orang-orang berkata: Iqra' bismi rabbikalladzi khalaqa. Jawab Abu Salamah: Aku tanya pada Jabir bin Abdullah tentang itu, dan juga aku tegur sebagaimana katamu itu, maka Jabir berkata: Aku tidak meriwayatkan kepadamu kecuali apa yang diceritakan oleh Rasulullah saw. kepada kami, yaitu: Ketika aku beribadat di Hiraa', dan ketika telah selesai aku turun dari Hiraa' tiba-tiba dipanggil, maka aku melihat ke kanan, ke kiri tidak ada apa-apa, melihat ke muka ke belakang, juga tidak melihat apa-apa, lalu saya melihat ke atas, terlihatlah kepadaku sesuatu, maka segera aku pergi kepada Khadijah dan berkata kepadanya: Kemulilah aku dan siramkan air dingin kepadaku, maka diseli-mutilah aku dan diseka dengan air dingin, maka turunlah ayat: Ya ayuuhal muddats-tsir. Qum fa andzir. Warabbaka fakabbir. (Bukhari, Muslim).


0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top