http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahihain

BAB :
HARAM GHULUL (MENGAMBIL BARANG GHANIMAH SEBELUM DIBAGI)

74. Abu Hurairah r.a. berkata: Ketika kami selesai membuka Khaibar dalam ghanimah tidak terdapat emas perak, hanya ternak onta, lembu dan barang perkakas dan kebun. Kemudian kita kembali bersama Nabi saw. ke Wadil-Qura, dan bersama Nabi saw. seorang hamba bernama Mid'am hadiyah dari seorang dari suku Bani Adhdhibab, dan ketika hamba itu menurunkan kendaraan Nabi saw. tiba-tiba ada panah jatuh dan kena pada hamba itu hingga mati, maka orang-orang berkata: Untunglah ia mati syahid. Mendadak Rasulullah saw. bersabda: Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, kemul yang ia ambil dari ghanimah Khaibar yang belum dibagi itu, kini menyala api atas badannya.
Setelah itu maka datanglah seorang yang mendengar sabda Nabi saw. itu membawa dua tali sepatu (sandal), sambil berkata: Ini saya ambil dari ghanimah sebelum dibagi, maka sabda Nabi saw.: Satu atau dua tali sepatu dari api neraka. (Bukhari, Muslim).



BAB :
APAKAH ADA TUNTUNAN TERHADAP AMAL DI MASAJAHILIYAH?

75. Ibn Mas'uud r.a. berkata: Seorang tanya: Ya Rasulullah apakah kami akan dituntut terhadap amal perbuatan kami di masa jahihyah? Jawab Nabi saw.: Siapa yang berbuat baik di dalam Islam maka tidak akan dituntut terhadap amal yang dilakukan di masa jahiliyah dan siapa yang berbuat jahat dosa dalam Islam maka akan dituntut yang pertama hingga yang akhir. (Bukhari, Muslim).




BAB :
ISLAM, HIJRAH, DAN HAJJI DAPAT MENGHAPUS APA YANG TERJADI SEBELUMNYA

76. Ibnu Abbas r.a. berkata: Ada beberapa orang musyrik yang telah banyak membunuh dan berzina datang tanya kepada Nabi Muhammad saw.: Sesungguhnya yang anda ajarkan itu baik, andaikan anda dapat memberitahu bahwa ada jalan untuk menebus dosa-dosa yang telah kami perbuat? Maka turunlah ayat: "Dan mereka yang tidak meminta kepada Tuhan yang lain selain Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oteh Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina." (Alfurqan ayat 68). Dan ayat: "Katakanlah, hai hamba-KU yang telah memboros diri (y'a'ni memboros diri dalam menurutkan hawa nafsu dan dosa), kalian jangan putus harapan dari rahmat Allah. " (Azzumar 53) (Bukhari, Muslim). Lanjutan ayat Alfurqan: "Dan siapa yang berbuat semua itu tentu mendapat dosa. Akan dilipat gandakan siksa atasnya di hari qiyamat, dan kekal dalam siksa terhina. Kecuali orang yang tobat dan beriman serta beramal amal salih, maka untuk mereka Allah akan mengganti semua dosa mereka dengan hasanat (kebaikan), dan Allah Maha pengampun lagi penyayang." (69-70). lanjutan ayat: Sesungguhnya Allah dapat mengampun semua dosa, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi penyayang." (Azzumar 53).



 BAB :
HUKUM AMAL KAFIR JIKA MASUK ISLAM

77. Hakiem bin Hizam r.a. berkata: Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ibadat yang telah saya lakukan di masa jahiliyah seperi sedekah, memerdekakan budak dan silaturrahmi, apakah mendapat pahala? Jawab Nabi saw.: Anda masuk Islam dengan apa yang telah anda lakukan dari amal kebaikan. (Bukhari, Muslim). Ya'ni anda akan mendapat pahala dari amal-amal yang lalu di masa jahiliyah itu, selama anda melakukan seperti itu sesudah Islam.



BAB :
IMAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH IKHLAS

78. Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: Ketika turun ayat: Mereka yang beriman dan tidak menodai (mencampuri) iman mereka dengan dhulum (aniaya), merekalah yang terjamin keamanannya, dan mereka yang mendapat petunjuk hidayat. Ayat ini benar-benar terasa berat bagi sahabat Nabi saw. sehingga mereka berkata: Ya Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak pernah berbuat dhalim (dosa)? Jawab Nabi saw.: Bukan itu yang dimaksud, yang dimaksud ialah syirik, tidakkah kamu mendengar nasehat Luqman pada putranya: Hai anakku jangan mempersekutukan Allah sesangguhnya syirik itu dhulum (aniaya) yang sangat besar, (Bukhari, Muslim).



BAB :
ALLAH MEMAAFKAN SUARA HATI SELAMA BELUM DIBICARAKAN ATAU DILAKSANAKAN

79. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sesungguh-nya Allah memaafkan dari ummatku, apa-apa yang masih tergerak dalam hati selama belum dibicarakan atau dilaksanakan (dikerjakan). (Bukhari, Muslim). 
80. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jika seorang berbuat baik dalam Islamnya maka tiap hasanat yang diamalkanny dicatat sepuluh kali lipat gandanya sehingga tujuh ratus, dan tiap dosa yang dilakukannya hanya dicatat satu. (Bukhari, Muslim). 
81. Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi saw. dari apa yang diriwayatkan dari Allah azza wajala, bersabda: Sesungguhnya Allah menetapkan hasanat dan sayyi'at kemudian menjelaskan keduanya, maka siapa yang niat akan berbuat hasanat (kebaikan) lalu tidak dikerjakannya dicatat untuknya satu hasanat, dan bila dikerjakannya dicatat oleh Allah sepuluh hasanat, dapat bertambah hingga tujuh ratus lipat, dan dapat berlipat lebih dari itu.  Sebaliknya, jika niat akan berbuat sayyi'at (dosa) lalu tidak dikcrjakan, di catat untuknya satu hasanat yang cukup (sempurna), dan bila niat lalu dilaksanakan maka dicatat satu dosa. (Bukhari, Muslim).



BAB :
BISIKAN WASWAS DALAM IMAN DAN CARA MENGELAKKANNYA

82. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Syetan datang pada tiap orang dan bertanya (berbisik): Siapakah yang menjadikan ini? Siapakah yang menjadikan itu? Sehingga bertanya: Siapakah yang menjadikan Tuhanmu? Apabila sampai di sini, maka hendaklah membaca: A'udzu billah minasy-syaithanir-rajiem, dan menghentikan suara bisikan itu. (Ya'ni tidak melayaninya). (Bukhari, Muslim). 
83. Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Selalu orang bertanya-tanya sehingga mereka berkata: Ailah yang menjadikan segala sesuatu, maka siapakah yang menjadikan Allah? (Bukhari, Muslim).



BAB :
ANCAMAN BERAT TERHADAP ORANG MENGAMBIL HAK ORANG MUSLIM DENGAN SUMPAH PALSU

84. Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang berani sumpah untuk mengambil hak (harta) seorang muslim, ia akan menghadap kepada Allah, sedang Allah murka kepadanya. Maka Allah menurunkan kebenaran keterangan itu di ayat  77 Alimran: "Sesungguhnya orang yang menukar (membeli) janji Allah dan sumpah dengan harta yang sedikit, mereka tidak akan mendapat bagian di akhirat, dan Allah tidak berkata-kata pada mereka pada hari qiyamat dan tidak akan melihat mereka, dan tidak akan memaafkan mereka bahkan tetap bagi mereka siksa yang pedih." (Al-Imran 77).  Kemudian masuklah Al-Asy'ats bin Qays dan tanya: Apakah yang diceritakan oleh Abu Abdurrahman kepada kalian? Jawab kami: Ini dan itu, lalu ia berkata: Ayat itu turun mengenai diriku, yaitu saya memiliki sebuah sumur di tanah sepupuku, mendadak ia akui haknya, maka Nabi saw. bersabda kepadaku: Harus anda membawa bukti, jika tidak, maka akan diminta sumpahnya, lalu aku berkata: Jika demikian pasti ia akan bersumpah ya Rasulullah. Maka Nabi saw. bersabda: Siapa yang berani sumpah untuk mengambil hak seorang rnuslim, padahal ia lancung, maka ia akan menghadap pada Allah sedang Allah murka kepadanya. (Bukhari, Muslim).
85. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Saya telah mendengar Nabi saw. bersabda: Siapa yang terbunuh mati karena membela (mempertahankan) haknya (harta, miliknya) maka ia mati syahid. (Bukhari, Muslim). 
86. Ma'qil bin Yasaar r.a. ketika sakit di sambang (dijenguk) oleh gubernur Ubaidillah bin Ziyaad, maka Ma'qil berkata: Saya akan menyampaikan kepadamu suatu hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang diamanati oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia tidak memimpinnya dengan tuntunan yang baik, maka ia tidak akan dapat merasakan bau sorga. (Bukhari, Musiim). Ya'ni bila tidak merasakan bau sorga maka pasti masuk neraka. 
87. Hudzaifah r.a. berkata: Rasulullah saw. telah menceriterakan kepada kami dua hadits, dan aku telah melihat yang satu dan sedang menanti yang kedua. Rasulullah saw. menceriterakan bahwa amanat (iman) pada mulanya turun dalam lubuk hati manusia, lalu mereka mengerti Alqur'an dan mengetahui sunnaturrasul. Kemudian menceriterakan tercabutnya amanat (iman), ketika orang sedang tidur, tercabutlah amanat dari hatinya, sehingga tinggal bekasnya seperti bintik yang hampir hilang, kemudian tidur pula maka tercabut pula sehingga tinggal bekasnya bagaikan kapal (belulang/kulit yang keras bekas kerja), bagaikan bara api yang anda injak di bawah tapak kaki, sehingga   melambung   (membengkak)   maka  tampaknya  membesar tetapi tidak ada apa-apanya, maka pada esok harinya orang-orang berjual beli, dan sudah tidak terdapat orang yang amanat, dapat dipercaya, sehingga mungkin disebut-sebut ada dari suku Bani Fulan seorang yang amanat (dapat dipercaya), sehingga dipuji-puji: Alang-kah pandainya, alangkah ramahnya, alangkah baiknya, padahal di dalam hatinya tidak ada seberat semut (zarrah) dari iman. (Bukhari, Muslim).  Hudzaifah berkata: Dan aku telah pernah berada dalam suatu masa, tidak usah memilih orang dalam jual beli, jika bertepatan seorang muslim, maka ia baik karena takut hukum agamanya, dan jika seorang Kristen (atau kafir) maka ia takut dari hukuman pemerintah-nya, adapaun masa kini maka aku tidak dapat mempercayai kecuali satu, dua orang yaitu fulan dan fulan. 
88. Hudzaifah r.a. berkata: Ketika kita duduk di majelis Umar r.a. tiba-tiba ia bertanya: Siapakah di antara kalian yang ingat sabda Nabi saw. mengenai fitnah? Jawabku: Saya. Umar r.a. berkata: Andalah yang berani menerangkannya. Lalu saya berkata: Fitnah (ujian/bala') yang menimpa seseorang pada keluarga, harta dan anak-anaknya atau tetangganya dapat tertebus oleh salat, puasa, sedekah dan amer ma'ruf nahi munkar. Umar r.a. berkata: Bukan itu yang saya tanyakan, tetapi fitnah yang besar bagaikan gelombang air laut. Jawab Hudzaifah: Anda tidak usah kuatif ya amiral mu'minin, di antaramu dengan fitnah itu ada dinding pintu yang masih tertutup. Umar r.a. bertanya: Apakah pintu itu akan dibuka atau dipecah? Jawab Hudzaifah: Dipecah. Umar r.a. berkata: Jika demikian maka tidak akan dapat ditutup untuk selamanya.
Kami bertanya kepada Hudzaifah: Apakah Umar mengetahui siapakah pintu itu? Jawab Hudzaifah: Ya, sebagaimana mengetahui bahwa sebelum esok hari, ini malam. Sungguh aku telah menerangkan padanya hadits yang sebenarnya dan bukan yang salah.
Kami merasa gentar. untuk menanya Hudzaifah, maka kami menyuruh Masruq menanyakan siapakah pintu itu? Jawab Hudzaifah r.a.: Pintu itu ialah Umar r.a. (Bukhari, Muslim). 
89. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya iman itu akan kembali berkumpul di Madinah sebagaimana ular kembali ke dalam lubangnya. (Bukhari, Muslim).



BAB :
BOLEH MERAHASIAKAN ATAU MENYEMBUNYKAN IMANNYA BAGI ORANG YANG TAKUT

90. Hudzaifah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Catatkanlan untukku nama orang-orang yang telah masuk Islam, maka kami catat seribu lima ratus orang, dan kami berkata: Apakah tuan takut (khawatir) terhadap kami padahal kini seribu lima ratus orang. Kemudian nyata kami telah diuji dengan bala' ketakutan sehingga adakalanya orang shalat sembunyian sendirian karena takut. (Bukhari, Muslim).


0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top