BAB :
HARAM GHULUL (MENGAMBIL BARANG GHANIMAH SEBELUM DIBAGI)
74.
Abu Hurairah r.a. berkata: Ketika kami
selesai membuka Khaibar dalam ghanimah tidak terdapat emas perak, hanya ternak
onta, lembu dan barang perkakas dan kebun. Kemudian kita kembali bersama Nabi
saw. ke Wadil-Qura, dan bersama Nabi saw. seorang hamba bernama Mid'am hadiyah
dari seorang dari suku Bani Adhdhibab, dan ketika hamba itu menurunkan kendaraan
Nabi saw. tiba-tiba ada panah jatuh dan kena pada hamba itu hingga mati, maka
orang-orang berkata: Untunglah ia mati syahid. Mendadak Rasulullah saw.
bersabda: Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, kemul yang ia ambil dari
ghanimah Khaibar yang belum dibagi itu, kini menyala api atas
badannya.
Setelah itu maka datanglah seorang yang mendengar sabda Nabi saw. itu membawa dua tali sepatu (sandal), sambil berkata: Ini saya ambil dari ghanimah sebelum dibagi, maka sabda Nabi saw.: Satu atau dua tali sepatu dari api neraka. (Bukhari, Muslim).
Setelah itu maka datanglah seorang yang mendengar sabda Nabi saw. itu membawa dua tali sepatu (sandal), sambil berkata: Ini saya ambil dari ghanimah sebelum dibagi, maka sabda Nabi saw.: Satu atau dua tali sepatu dari api neraka. (Bukhari, Muslim).
BAB :
APAKAH ADA TUNTUNAN TERHADAP AMAL DI MASAJAHILIYAH?
75.
Ibn Mas'uud r.a. berkata: Seorang tanya:
Ya Rasulullah apakah kami akan dituntut terhadap amal perbuatan kami di masa
jahihyah? Jawab Nabi saw.: Siapa yang berbuat baik di dalam Islam maka tidak
akan dituntut terhadap amal yang dilakukan di masa jahiliyah dan siapa yang
berbuat jahat dosa dalam Islam maka akan dituntut yang pertama hingga yang
akhir. (Bukhari, Muslim).
BAB :
ISLAM, HIJRAH, DAN HAJJI DAPAT MENGHAPUS APA YANG TERJADI
SEBELUMNYA
76.
Ibnu Abbas r.a. berkata: Ada beberapa
orang musyrik yang telah banyak membunuh dan berzina datang tanya kepada Nabi
Muhammad saw.: Sesungguhnya yang anda ajarkan itu baik, andaikan anda dapat
memberitahu bahwa ada jalan untuk menebus dosa-dosa yang telah kami perbuat?
Maka turunlah ayat: "Dan mereka yang tidak meminta kepada Tuhan yang lain
selain Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oteh Allah kecuali dengan
hak, dan tidak berzina." (Alfurqan ayat 68). Dan ayat: "Katakanlah, hai
hamba-KU yang telah memboros diri (y'a'ni memboros diri dalam menurutkan hawa
nafsu dan dosa), kalian jangan putus harapan dari rahmat Allah. " (Azzumar
53) (Bukhari, Muslim). Lanjutan ayat Alfurqan: "Dan siapa yang berbuat semua itu
tentu mendapat dosa. Akan dilipat gandakan siksa atasnya di hari qiyamat, dan
kekal dalam siksa terhina. Kecuali orang yang tobat dan beriman serta beramal
amal salih, maka untuk mereka Allah akan mengganti semua dosa mereka dengan
hasanat (kebaikan), dan Allah Maha pengampun lagi penyayang." (69-70). lanjutan
ayat: Sesungguhnya Allah dapat mengampun semua dosa, sesungguhnya Allah maha
pengampun lagi penyayang." (Azzumar 53).
BAB :
HUKUM AMAL KAFIR JIKA MASUK
ISLAM
77.
Hakiem bin Hizam r.a. berkata: Ya
Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ibadat yang telah saya lakukan di masa
jahiliyah seperi sedekah, memerdekakan budak dan silaturrahmi, apakah mendapat
pahala? Jawab Nabi saw.: Anda masuk Islam dengan apa yang telah anda lakukan
dari amal kebaikan. (Bukhari, Muslim). Ya'ni anda akan mendapat pahala dari
amal-amal yang lalu di masa jahiliyah itu, selama anda melakukan seperti itu
sesudah Islam.
BAB :
IMAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH IKHLAS
78.
Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: Ketika
turun ayat: Mereka yang beriman dan tidak menodai (mencampuri) iman mereka
dengan dhulum (aniaya), merekalah yang terjamin keamanannya, dan mereka yang
mendapat petunjuk hidayat. Ayat ini benar-benar terasa berat bagi sahabat Nabi
saw. sehingga mereka berkata: Ya Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak
pernah berbuat dhalim (dosa)? Jawab Nabi saw.: Bukan itu yang dimaksud, yang
dimaksud ialah syirik, tidakkah kamu mendengar nasehat Luqman pada putranya: Hai
anakku jangan mempersekutukan Allah sesangguhnya syirik itu dhulum (aniaya) yang
sangat besar, (Bukhari, Muslim).
BAB :
ALLAH MEMAAFKAN SUARA HATI SELAMA BELUM DIBICARAKAN ATAU
DILAKSANAKAN
79.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Sesungguh-nya Allah memaafkan dari ummatku, apa-apa yang masih
tergerak dalam hati selama belum dibicarakan atau dilaksanakan (dikerjakan).
(Bukhari, Muslim).
80.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Jika seorang berbuat baik dalam Islamnya maka tiap hasanat yang
diamalkanny dicatat sepuluh kali lipat gandanya sehingga tujuh ratus, dan tiap
dosa yang dilakukannya hanya dicatat satu. (Bukhari,
Muslim).
81.
Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi saw. dari
apa yang diriwayatkan dari Allah azza wajala, bersabda: Sesungguhnya Allah
menetapkan hasanat dan sayyi'at kemudian menjelaskan keduanya, maka siapa yang
niat akan berbuat hasanat (kebaikan) lalu tidak dikerjakannya dicatat untuknya
satu hasanat, dan bila dikerjakannya dicatat oleh Allah sepuluh hasanat, dapat
bertambah hingga tujuh ratus lipat, dan dapat berlipat lebih dari itu. Sebaliknya, jika niat akan berbuat sayyi'at
(dosa) lalu tidak dikcrjakan, di catat untuknya satu hasanat yang cukup
(sempurna), dan bila niat lalu dilaksanakan maka dicatat satu dosa. (Bukhari,
Muslim).
BAB :
BISIKAN WASWAS DALAM IMAN DAN CARA MENGELAKKANNYA
82.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Syetan datang pada tiap orang dan bertanya (berbisik): Siapakah yang
menjadikan ini? Siapakah yang menjadikan itu? Sehingga bertanya: Siapakah yang
menjadikan Tuhanmu? Apabila sampai di sini, maka hendaklah membaca: A'udzu
billah minasy-syaithanir-rajiem, dan menghentikan suara bisikan itu. (Ya'ni
tidak melayaninya). (Bukhari, Muslim).
83.
Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah
saw. bersabda: Selalu orang bertanya-tanya sehingga mereka berkata: Ailah yang
menjadikan segala sesuatu, maka siapakah yang menjadikan Allah? (Bukhari,
Muslim).
BAB :
ANCAMAN BERAT TERHADAP ORANG MENGAMBIL HAK ORANG MUSLIM DENGAN SUMPAH
PALSU
84.
Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang berani sumpah untuk mengambil hak (harta)
seorang muslim, ia akan menghadap kepada Allah, sedang Allah murka kepadanya.
Maka Allah menurunkan kebenaran keterangan itu di ayat 77 Alimran: "Sesungguhnya orang yang
menukar (membeli) janji Allah dan sumpah dengan harta yang sedikit, mereka tidak
akan mendapat bagian di akhirat, dan Allah tidak berkata-kata pada mereka pada
hari qiyamat dan tidak akan melihat mereka, dan tidak akan memaafkan mereka
bahkan tetap bagi mereka siksa yang pedih." (Al-Imran 77). Kemudian masuklah Al-Asy'ats bin Qays dan
tanya: Apakah yang diceritakan oleh Abu Abdurrahman kepada kalian? Jawab kami:
Ini dan itu, lalu ia berkata: Ayat itu turun mengenai diriku, yaitu saya
memiliki sebuah sumur di tanah sepupuku, mendadak ia akui haknya, maka Nabi saw.
bersabda kepadaku: Harus anda membawa bukti, jika tidak, maka akan diminta
sumpahnya, lalu aku berkata: Jika demikian pasti ia akan bersumpah ya
Rasulullah. Maka Nabi saw. bersabda: Siapa yang berani sumpah untuk mengambil
hak seorang rnuslim, padahal ia lancung, maka ia akan menghadap pada Allah
sedang Allah murka kepadanya. (Bukhari, Muslim).
85.
Abdullah bin Amr r.a. berkata: Saya telah
mendengar Nabi saw. bersabda: Siapa yang terbunuh mati karena membela
(mempertahankan) haknya (harta, miliknya) maka ia mati syahid. (Bukhari,
Muslim).
86.
Ma'qil bin Yasaar r.a. ketika sakit di
sambang (dijenguk) oleh gubernur Ubaidillah bin Ziyaad, maka Ma'qil berkata:
Saya akan menyampaikan kepadamu suatu hadits yang telah aku dengar dari
Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang diamanati oleh Allah untuk memimpin rakyat,
lalu ia tidak memimpinnya dengan tuntunan yang baik, maka ia tidak akan dapat
merasakan bau sorga. (Bukhari, Musiim). Ya'ni bila tidak merasakan bau sorga
maka pasti masuk neraka.
87. Hudzaifah r.a. berkata: Rasulullah saw.
telah menceriterakan kepada kami dua hadits, dan aku telah melihat yang satu dan
sedang menanti yang kedua. Rasulullah saw. menceriterakan bahwa amanat (iman)
pada mulanya turun dalam lubuk hati manusia, lalu mereka mengerti Alqur'an dan
mengetahui sunnaturrasul. Kemudian menceriterakan tercabutnya amanat (iman),
ketika orang sedang tidur, tercabutlah amanat dari hatinya, sehingga tinggal
bekasnya seperti bintik yang hampir hilang, kemudian tidur pula maka tercabut
pula sehingga tinggal bekasnya bagaikan kapal (belulang/kulit yang keras bekas
kerja), bagaikan bara api yang anda injak di bawah tapak kaki, sehingga melambung
(membengkak) maka tampaknya
membesar tetapi tidak ada apa-apanya, maka pada esok harinya orang-orang
berjual beli, dan sudah tidak terdapat orang yang amanat, dapat dipercaya,
sehingga mungkin disebut-sebut ada dari suku Bani Fulan seorang yang amanat
(dapat dipercaya), sehingga dipuji-puji: Alang-kah pandainya, alangkah ramahnya,
alangkah baiknya, padahal di dalam hatinya tidak ada seberat semut (zarrah) dari
iman. (Bukhari, Muslim). Hudzaifah
berkata: Dan aku telah pernah berada dalam suatu masa, tidak usah memilih orang
dalam jual beli, jika bertepatan seorang muslim, maka ia baik karena takut hukum
agamanya, dan jika seorang Kristen (atau kafir) maka ia takut dari hukuman
pemerintah-nya, adapaun masa kini maka aku tidak dapat mempercayai kecuali satu,
dua orang yaitu fulan dan fulan.
88.
Hudzaifah r.a. berkata: Ketika kita duduk
di majelis Umar r.a. tiba-tiba ia bertanya: Siapakah di antara kalian yang ingat
sabda Nabi saw. mengenai fitnah? Jawabku: Saya. Umar r.a. berkata: Andalah yang
berani menerangkannya. Lalu saya berkata: Fitnah (ujian/bala') yang menimpa
seseorang pada keluarga, harta dan anak-anaknya atau tetangganya dapat tertebus
oleh salat, puasa, sedekah dan amer ma'ruf nahi munkar. Umar r.a. berkata: Bukan
itu yang saya tanyakan, tetapi fitnah yang besar bagaikan gelombang air laut.
Jawab Hudzaifah: Anda tidak usah kuatif ya amiral mu'minin, di antaramu dengan
fitnah itu ada dinding pintu yang masih tertutup. Umar r.a. bertanya: Apakah
pintu itu akan dibuka atau dipecah? Jawab Hudzaifah: Dipecah. Umar r.a. berkata:
Jika demikian maka tidak akan dapat ditutup untuk selamanya.
Kami bertanya kepada Hudzaifah: Apakah Umar mengetahui siapakah pintu itu? Jawab Hudzaifah: Ya, sebagaimana mengetahui bahwa sebelum esok hari, ini malam. Sungguh aku telah menerangkan padanya hadits yang sebenarnya dan bukan yang salah.
Kami merasa gentar. untuk menanya Hudzaifah, maka kami menyuruh Masruq menanyakan siapakah pintu itu? Jawab Hudzaifah r.a.: Pintu itu ialah Umar r.a. (Bukhari, Muslim).
Kami bertanya kepada Hudzaifah: Apakah Umar mengetahui siapakah pintu itu? Jawab Hudzaifah: Ya, sebagaimana mengetahui bahwa sebelum esok hari, ini malam. Sungguh aku telah menerangkan padanya hadits yang sebenarnya dan bukan yang salah.
Kami merasa gentar. untuk menanya Hudzaifah, maka kami menyuruh Masruq menanyakan siapakah pintu itu? Jawab Hudzaifah r.a.: Pintu itu ialah Umar r.a. (Bukhari, Muslim).
89.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Sesungguhnya iman itu akan kembali berkumpul di Madinah sebagaimana
ular kembali ke dalam lubangnya. (Bukhari, Muslim).
BAB :
BOLEH MERAHASIAKAN ATAU MENYEMBUNYKAN IMANNYA BAGI ORANG YANG
TAKUT
90.
Hudzaifah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Catatkanlan untukku nama orang-orang yang telah masuk Islam, maka kami
catat seribu lima ratus orang, dan kami berkata: Apakah tuan takut (khawatir)
terhadap kami padahal kini seribu lima ratus orang. Kemudian nyata kami telah
diuji dengan bala' ketakutan sehingga adakalanya orang shalat sembunyian
sendirian karena takut. (Bukhari, Muslim).


0 comments:
Post a Comment