BAB :
SIAPA MENYERANG ORANG ISLAM DENGAN SENJATANYA MAKA BUKAN
MUSLIM
63.
Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah
saw. bersabda: Siapa yang menyerang kami dengan senjata maka ia bukan dari
ummatku. (Bukhari, Muslim).
64.
Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Siapa yang menyerang kami dengan senjata maka bukan dari ummatku.
(Bukhari, Muslim).
BAB :
HARAM MEMUKUL PIPI, MEROBEK BAJU DAN MERINTIH RINTIHAN JAHILIYAH KETIKA
KEMATIAN
65.
Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: Nabi
saw. bersabda: Bukan dari ummatku orang yang memukul-mukul pipinya, merobek
bajunya dan berseru merintih-rintih dengan rintihan jahiliyah (ya'ni ketika
kematian). (Bukhari. Muslim).
66.
Abu Musa r.a. menderita sakit keras hingga
pingsan, sedang kepalanya di pangkuan isterinya, tiba-tiba menjeritlah seorang
wanita dari keluarganya, tetapi Abu Musa tidak dapat menjawab apa-apa. Kemudian
setelah ia sadar kembali ia berkata: Aku bebas/lepas dari orang yang Nabi saw.
lepas bebas dari mereka, Nabi saw. lepas bebas dari orang yang menjerit ketika
kematian, dan yang mecukur rambut-nya dan yang merobek-robek bajunya. (Bukhari,
Muslim).
Nabi lepas bebas berarti tidak akan memberikan syafa'atnya.
Nabi lepas bebas berarti tidak akan memberikan syafa'atnya.
BAB :
SANGAT HARAM FITNAH NAMIMAH (MENGADU-ADU)
67.
Hudzaifah r.a. berkata: Saya telah
mendengar Nabi saw. bersabda: Tidak akan masuk sorga seorang yang memfitnah
(mengadu-adu). (Bukhari, Muslim).
BAB :
HARAM MENURUNKAN KAIN DI BAWAH MATAKAKI, DAN UNDAT-UNDAT (MENYEBUT-NYEBUT
PEMBERIAN) DAN BERSUMPAH DALAM JUAL BELI
68.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Tiga macam orang yang tidak akan dilihat oleh Allah dengan pandangan
rahmat-Nya pada hari qiyamat, dan tidak akan dimaafkan, dan bagi mereka tetap
siksa yang pedih. 1. Seorang yang memiliki kelebihan air di tengah perjalanan
lalu menolak orang rantau yang membutuhkannya. 2. Seorang yang berbai'at pada
imam (pimpinan), semata-mata untuk dunia, jika ia diberi tetap rela, bila tidak
diberi maka marah, 3. Seorang menjual barangnya sesudah asar, lalu ia bersumpah:
Demi Allah aku telah membayar sekian pada penjualnya, lalu dipercaya oteh
pembelinya, padahal ia berdusta. Kemudian Nabi saw. Membacakan ayat: "Sesungguhnya mereka yang menukar janji
Allah dan sumpah mereka dengan harga (harta dunia) yang sedikit, mereka tidak
mendapat bahagian di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dan tidak akan
melihat mereka pada hari qiyamat, bahkan tidak akan memaafkan mereka, dan bagi
mereka tetap mendapat siksa yang sangat pedih. (S. Al-Imran 77) (Bukhari,
Muslim)
BAB :
HARAM BUNUH DIRI DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI JIWA PATUH
BERIMAN
69.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Siapa yang terjun dari gunung untuk bunuh diri, maka ia kelak di
neraka jahannam akan tetap terjun untuk selama-lamanya. Dan siapa yang makan
racun untuk bunuh diri, maka racun akan tetap di tangannya dijilatinya dalam
neraka jahannam untuk selama-Iamanya. Dan siapa yang membunuh diri dengan
senjata besi maka besi itu akan tetap di tangannya untuk menikamkan ke perutnya
dalam neraka jahannam untuk selamanya. (Bukhari, Muslim),
70.
Tsabit bin Adh-dhahhaah r.a. sahabat yang
ikut bai'at pada Nabi saw. di bawah pohon baiaturidhwan, berkata: Rasulullah
saw. bersabda: Siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam maka ia
sebagaimana yang disumpahkan itu. Dan tidak dianggap nadzar seorang terhadap
sesuatu yang tidak dimilikinya. Dan siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu
alat di dunia, akan disiksa di hari qiyamat dengan alat itu. Dan siapa yang
mengutuk (mela'nat) seorang nui'min maka sama dengan membunuhnya. Dan siapa yang
menuduh berzina terhadap seorang mu'min maka sama dengan membunuhnya. (Bukhari,
Muslim).
71.
Abu Hurairah r.a. berkata: Kami hadir
bersama Nabi saw. di perang Khaibar, tiba-tiba Nabi saw. bersabda terhadap
seorang yang mengaku muslim: Orang itu ahli neraka. Kemudian ketika terjadi
perang Khaibar, orang itu ikut berjuang perang dengan semangat yang keras
sehingga luka parah, maka orang-orang berkata kepada Nabi: Ya Rasulullah, orang
yang tuan katakan ia ahli neraka, ia telah ikut perang yang hebat sekali
sehingga ia mati. Maka sabda Nabi saw.: la menuju ke neraka. Orang-orang
mendengar keterangan Nabi saw. itu hampir ragu menanggapinya, tiba-tiba ada
berita bahwa orang itu belum mati tetapi luka parah (berat), dan pada waktu
malam ia tidak sabar menderita lukanya hingga membunuh dirinya.'Dan ketika
berita ini disampaikan kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Allahu akbar,
asy hadu anni abdullahi warasuluhu (Allah yang maha besar, aku bersaksi bahwa
aku hamba Allah dan utusan-Nya). Kemudian Nabi saw. menyuruh Bilal supaya
berseru pada semua orang: Sesungguhnya tidak dapat masuk sorga kecuali jiwa yang
benar-benar patuh Islam, dan sungguh Allah akan membantu agama ini dengan
perjuangan seorang fajir (yang tidak jujur imannya). (Bukhari, Muslim).
72. Sahl bin Sa'ad Assaa'idy r.a. berkata:
Rasulullah saw. berhadapan dengan kaum musyrikin dalam perang, kemudian ketika
Nabi saw. telah berkumpul dengan askarnya, demikian pula kaum musyrikin telah
kembali kepada askarnya, sedang ada seorang dari sahabat Nabi saw. yang sangat
hebat perjuangannya pada hari itu sehingga serbuanny benar-benar mengagumkan
sahabat lain-lainnya, mengejar musuh ke sana ke mari, memenggal dengan
pedangnya, sehingga sahabat berkata: Hari ini tiada seorang yang sehebat Fulan,
tiba-tiba Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah dia seorang ahli neraka. Maka
seorang sahabat berkata:
Saya akan menyelidiki keadaannya. Lalu sahabat ini selalu mengikutinya jika
lari maupun berhenti, tiba-tiba orang itu terkena luka yang sangat parah, lalu
ia tidak tahan menderita dan meletakkan pedangnya di tanah sedang tajamnya
diletakkan di dada antara kedua teteknya, lalu ditekannya sehingga mati bunuh
diri. Maka segera sahabat itu lari kepada Rasulullah dan berkata: Saya bersaksi
bahwa engkau Rasulullah. Ditanya oleh Nabi saw. : Mengapakah? Jawabnya: Orang
yang tuan sebut ahli neraka itu. Karena orang-orang ragu dan bingung
menerimanya, maka saya selidiki keadaanaya, kemudian setelah ia luka parah, ia
keburu mati dan meletakkan pedangnya di tanah dan tajamnya di antara kedua
teteknya kemudian ditekan sehingga mati bunuh diri. Maka sabda Nabi saw.:
Sesungguhnya adakalanya seorang berbuat amal ahli sorga pada lahirnya yang
terlihat pada orang padahal ia ahli neraka, dan adakalanya seorang mengerjakan
amal ahli neraka dalam pandangan orang, padahal ia ahli sorga. (Bukhari,
Muslim).
Sebab yang menentukan sorga dan neraka, ialah husnul khatimah atau su'ul khatimah, jika sampai mati dalam amal yang diridhai Allah maka ahli sorga, tetapi jika mati dalam murka Allah maka pasti neraka. Na'udzu billahi min dzalika.
Sebab yang menentukan sorga dan neraka, ialah husnul khatimah atau su'ul khatimah, jika sampai mati dalam amal yang diridhai Allah maka ahli sorga, tetapi jika mati dalam murka Allah maka pasti neraka. Na'udzu billahi min dzalika.
73.
Jundub bin Abdillah r.a. berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Ada di masa dahulu sebelum kamu seorang menderita
luka, tiba-tiba ia jengkel lalu mengambil pisau dan memotong lukanya, maka tidak
berhenti darahnya hingga mati. Allah ta'ala berfirman: Hamba-Ku akan mendahului
Aku terhadap dirinya (jiwanya) maka Aku haramkan padanya sorga (ya'ni haram ia
masuk sorga karena ia telah membunuh dirinya dan tidak sabar menerima ujian
Allah). (Bukhari, Muslim).


0 comments:
Post a Comment