http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahihain

BAB :
SIAPA MENYERANG ORANG ISLAM DENGAN SENJATANYA MAKA BUKAN MUSLIM


63. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang menyerang kami dengan senjata maka ia bukan dari ummatku. (Bukhari, Muslim). 
64. Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang menyerang kami dengan senjata maka bukan dari ummatku. (Bukhari, Muslim).


BAB :
HARAM MEMUKUL PIPI, MEROBEK BAJU DAN MERINTIH RINTIHAN JAHILIYAH KETIKA
KEMATIAN

65. Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Bukan dari ummatku orang yang memukul-mukul pipinya, merobek bajunya dan berseru merintih-rintih dengan rintihan jahiliyah (ya'ni ketika kematian). (Bukhari. Muslim). 
66. Abu Musa r.a. menderita sakit keras hingga pingsan, sedang kepalanya di pangkuan isterinya, tiba-tiba menjeritlah seorang wanita dari keluarganya, tetapi Abu Musa tidak dapat menjawab apa-apa. Kemudian setelah ia sadar kembali ia berkata: Aku bebas/lepas dari orang yang Nabi saw. lepas bebas dari mereka, Nabi saw. lepas bebas dari orang yang menjerit ketika kematian, dan yang mecukur rambut-nya dan yang merobek-robek bajunya. (Bukhari, Muslim).
Nabi lepas bebas berarti tidak akan memberikan syafa'atnya.



BAB :
SANGAT HARAM FITNAH NAMIMAH (MENGADU-ADU)

67. Hudzaifah r.a. berkata: Saya telah mendengar Nabi saw. bersabda: Tidak akan masuk sorga seorang yang memfitnah (mengadu-adu). (Bukhari, Muslim).


BAB :
HARAM MENURUNKAN KAIN DI BAWAH MATAKAKI, DAN UNDAT-UNDAT (MENYEBUT-NYEBUT PEMBERIAN) DAN BERSUMPAH DALAM JUAL BELI

68. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiga macam orang yang tidak akan dilihat oleh Allah dengan pandangan rahmat-Nya pada hari qiyamat, dan tidak akan dimaafkan, dan bagi mereka tetap siksa yang pedih. 1. Seorang yang memiliki kelebihan air di tengah perjalanan lalu menolak orang rantau yang membutuhkannya. 2. Seorang yang berbai'at pada imam (pimpinan), semata-mata untuk dunia, jika ia diberi tetap rela, bila tidak diberi maka marah, 3. Seorang menjual barangnya sesudah asar, lalu ia bersumpah: Demi Allah aku telah membayar sekian pada penjualnya, lalu dipercaya oteh pembelinya, padahal ia berdusta. Kemudian Nabi saw. Membacakan ayat:  "Sesungguhnya mereka yang menukar janji Allah dan sumpah mereka dengan harga (harta dunia) yang sedikit, mereka tidak mendapat bahagian di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dan tidak akan melihat mereka pada hari qiyamat, bahkan tidak akan memaafkan mereka, dan bagi mereka tetap mendapat siksa yang sangat pedih. (S. Al-Imran 77) (Bukhari, Muslim)


BAB :
HARAM BUNUH DIRI DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI JIWA PATUH BERIMAN

69. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Siapa yang terjun dari gunung untuk bunuh diri, maka ia kelak di neraka jahannam akan tetap terjun untuk selama-lamanya. Dan siapa yang makan racun untuk bunuh diri, maka racun akan tetap di tangannya dijilatinya dalam neraka jahannam untuk selama-Iamanya. Dan siapa yang membunuh diri dengan senjata besi maka besi itu akan tetap di tangannya untuk menikamkan ke perutnya dalam neraka jahannam untuk selamanya. (Bukhari, Muslim),
70. Tsabit bin Adh-dhahhaah r.a. sahabat yang ikut bai'at pada Nabi saw. di bawah pohon baiaturidhwan, berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang bersumpah dengan agama selain Islam maka ia sebagaimana yang disumpahkan itu. Dan tidak dianggap nadzar seorang terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya. Dan siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu alat di dunia, akan disiksa di hari qiyamat dengan alat itu. Dan siapa yang mengutuk (mela'nat) seorang nui'min maka sama dengan membunuhnya. Dan siapa yang menuduh berzina terhadap seorang mu'min maka sama dengan membunuhnya. (Bukhari, Muslim).
71. Abu Hurairah r.a. berkata: Kami hadir bersama Nabi saw. di perang Khaibar, tiba-tiba Nabi saw. bersabda terhadap seorang yang mengaku muslim: Orang itu ahli neraka. Kemudian ketika terjadi perang Khaibar, orang itu ikut berjuang perang dengan semangat yang keras sehingga luka parah, maka orang-orang berkata kepada Nabi: Ya Rasulullah, orang yang tuan katakan ia ahli neraka, ia telah ikut perang yang hebat sekali sehingga ia mati. Maka sabda Nabi saw.: la menuju ke neraka. Orang-orang mendengar keterangan Nabi saw. itu hampir ragu menanggapinya, tiba-tiba ada berita bahwa orang itu belum mati tetapi luka parah (berat), dan pada waktu malam ia tidak sabar menderita lukanya hingga membunuh dirinya.'Dan ketika berita ini disampaikan kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Allahu akbar, asy hadu anni abdullahi warasuluhu (Allah yang maha besar, aku bersaksi bahwa aku hamba Allah dan utusan-Nya). Kemudian Nabi saw. menyuruh Bilal supaya berseru pada semua orang: Sesungguhnya tidak dapat masuk sorga kecuali jiwa yang benar-benar patuh Islam, dan sungguh Allah akan membantu agama ini dengan perjuangan seorang fajir (yang tidak jujur imannya). (Bukhari, Muslim). 
72.    Sahl bin Sa'ad Assaa'idy r.a. berkata: Rasulullah saw. berhadapan dengan kaum musyrikin dalam perang, kemudian ketika Nabi saw. telah berkumpul dengan askarnya, demikian pula kaum musyrikin telah kembali kepada askarnya, sedang ada seorang dari sahabat Nabi saw. yang sangat hebat perjuangannya pada hari itu sehingga serbuanny benar-benar mengagumkan sahabat lain-lainnya, mengejar musuh ke sana ke mari, memenggal dengan pedangnya, sehingga sahabat berkata: Hari ini tiada seorang yang sehebat Fulan, tiba-tiba Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah dia seorang ahli neraka. Maka seorang  sahabat   berkata:   Saya   akan   menyelidiki   keadaannya.   Lalu sahabat ini selalu mengikutinya jika lari maupun berhenti, tiba-tiba orang itu terkena luka yang sangat parah, lalu ia tidak tahan menderita dan meletakkan pedangnya di tanah sedang tajamnya diletakkan di dada antara kedua teteknya, lalu ditekannya sehingga mati bunuh diri. Maka segera sahabat itu lari kepada Rasulullah dan berkata: Saya bersaksi bahwa engkau Rasulullah. Ditanya oleh Nabi saw. : Mengapakah? Jawabnya: Orang yang tuan sebut ahli neraka itu. Karena orang-orang ragu dan bingung menerimanya, maka saya selidiki keadaanaya, kemudian setelah ia luka parah, ia keburu mati dan meletakkan pedangnya di tanah dan tajamnya di antara kedua teteknya kemudian ditekan sehingga mati bunuh diri. Maka sabda Nabi saw.: Sesungguhnya adakalanya seorang berbuat amal ahli sorga pada lahirnya yang terlihat pada orang padahal ia ahli neraka, dan adakalanya seorang mengerjakan amal ahli neraka dalam pandangan orang, padahal ia ahli sorga. (Bukhari, Muslim).
Sebab yang menentukan sorga dan neraka, ialah husnul khatimah atau su'ul khatimah, jika sampai mati dalam amal yang diridhai Allah maka ahli sorga, tetapi jika mati dalam murka Allah maka pasti neraka. Na'udzu billahi min dzalika. 
73. Jundub bin Abdillah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Ada di masa dahulu sebelum kamu seorang menderita luka, tiba-tiba ia jengkel lalu mengambil pisau dan memotong lukanya, maka tidak berhenti darahnya hingga mati. Allah ta'ala berfirman: Hamba-Ku akan mendahului Aku terhadap dirinya (jiwanya) maka Aku haramkan padanya sorga (ya'ni haram ia masuk sorga karena ia telah membunuh dirinya dan tidak sabar menerima ujian Allah). (Bukhari, Muslim). 

0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top