BAB :
IMAN DAPAT BERKURANG KARENA KURANGNYA TA'AT.
49.
Abu Said Alkhudri r.a. berkata: Rasulullah
saw. keluar ke mushalla untuk shalat idul fitri atau adbha, maka ia berjalan ke
bagian wanita dan bersabda: Wahai kaum wanita bersedekahlah kalian, sebab aku
melihat kalian bagian terbanyak dalam neraka. Mereka bertanya: Mengapakah ya
Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Karena banyak mencomel (mengomel) dan melupakan
kebaikan suami, tidak pernah aku melihat orang yang kurang akal dan agama, dapat menawan hati lelaki yang pandai selain
kamu. Mereka bertanya: Apakah kekurangan agama dan akal kami ya Rasulullah?
Sabda Nabi saw.: Tidakkah persaksian wanita separuh dari persaksian laki-laki?
Jawab mereka: Benar. Sabda Nabi saw.: Itu tanda kekurangan akal-nya. Tidakkah di
waktu haidh seorang wanita tidak shalat dan puasa? Jawab mereka: Benar. Maka
sabda Nabi saw.; Itu dari kekurangan agamanya. (Bukhari,
Muslim).
BAB :
IMAN ITU SEUTAMA-UTAMA AMAL
50.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
ditanya: Apakah amal yang utama? Jawab Nabi saw.: Iman kepada Allah dan
Rasulul-lah. Lalu ditanya: Kemudian apakah? Jawabnya: Jihad berjuang
fisabilillah (untuk menegakkan agama Allah). Ditanya: Kemudian apakah? Jawab
Nabi saw.: Hajji yang mabrur (diliputi amal kebaikan). (Bukhari,
Muslim).
51.
Abu Dzar r.a, berkata: Saya tanya kepada
Nabi saw.: Apakah amal yang utama? Jawabnya: Iman pada Allah dan jihad
fisabilillah. Lalu saya tanya: Memerdekakan budak yang mana yang lebih utama?
Jawab Nabi saw. : Yang lebih mahal harganya dan yang sangat disayang oleh
pemiliknya. Abu Dzar bertanya: Jika aku tidak dapat berbuat itu?. Sabda Nabi
saw.; Membantu orang yang berbuat, atau, membuatkan orang yang tunanetra (tidak
dapat berbuat). Bertanya: Jika tidak dapat? Jawab Nabi saw.: Menjauhkan
orang-orang dari kejahatannya, maka itu sebagai sedekah untuk dirimu. (Bukhari,
Muslim).
52.
Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: Saya
tanya kepada Nabi saw.: Apakah amal yang lebih disuka oleh Allah? Jawab Nabi
saw.: Shalat yang tepat pada waktunya. Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.: Patuh
ta'at kepada kedua ayah bunda. Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.: Jihad
fisabilillah (berjuang untuk menegakkan agama Allah). Ibn Mas'uud berkata:
Demikian Rasulullah saw. menerangkan kepadaku, dan andaikan aku minta tambah
tentu ditambah. (Bukhari, Muslim).
BAB :
SEBESAR-BESAR DOSA IALAH SYIRIK (MEMPERSEKUTUKAN
ALLAH)
53.
Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata: Saya
tanya kepada Nabi sa\v. Apakah dosa yang terbesar di sisi Allah? Jawab Nabi
saw.: Jika anda mengadakan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang menjadikan
anda. Aku bertanya: Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.: Jika anda membunuh anakmu
kuatir makan bersamamu. Aku bertanya: Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.; Berzina
dengan isteri tetanggamu. (Bukhari, Muslim).
BAB :
DOSA-DOSA BESAR
54.
Abubakrah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Sukakah aku beritahukan kepadamu sebesar dosa-dosa yang besar?
Pertanyaan ini diulang tiga kali. Jawab sahabat: Baiklah ya Rasulullah. Maka
sabda Nabi saw.: 1. Syirik mempersekutukan Allah. 2. Dan durhaka terhadap kedua
ayah bunda. Nabi saw. tadinya menyandar tiba-tiba duduk dan bersabda: 3.
Ingatlah, dan kata-kata dusta, tipuan. Lalu mengulang yang ketiga ini beberapa
kali sehingga kami (sahabat) berkata: Semoga berhenti (diam). (Bukhari, Muslim).
Ya'ni Nabi saw. benar-benar minta perhatian terhadap suatu yang biasa diremehkan
oleh masyarakat, dan mungkin dianggap sepele/remeh.
55.
Anas r.a. berkata: Ketika Nabi saw.
ditanya tentang dosa-dosa besar, maka jawabnya: Syirik mempersekutukan Allah,
dan durhaka terhadap kedua ayah-bunda, dan membunuh jiwa (manusia), dan saksi
palsu. (Bukhari, Muslim).
56.
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Tinggalkanlah tujuh dosa yang dapat membinasakan. Sahabat bertanya:
Apakah itu ya Rasulullah? Jawab Nabi saw.: 1. Syirik mempersekutukan Allah. 2.
Berbuat sihir (tenung). 3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali
dengan hak. 4. Makan harta riba. 5. Makan harta anak yatim. 6. Melarikan diri
dari perang jihad pada saat berperang. 7. Dan menuduh wanita mu'minat yang
-sopan (berkeluarga) dengan zina. (Bukhari, Muslim).
57.
Abdullah bin Amr r.a. berkata: Rasulullah
saw. bersabda: Sesungguhnya yang terbesar dari dosa-dosa yang besar ialah orang
yang memaki (mengutuk) kedua ayah bundanya. Ketika ditanya: Bagaimana seorang
mengutuk kedua ayah budanya? Jawab Nabi saw.: Memaki ayah lain orang lalu
dibalas dimaki ayahnya, dan memaki ibunya orang, lalu dimaki ibunya. (Bukhari,
Muslim).
BAB :
SIAPA YANG MATI DAN TIDAK SYIRIK TERHADAP ALLAH PASTI MASUK
SORGA
58.
Abdullah bin Mas'uud r.a. berkata:
Rasulullah saw. bersabda:.Siapa yang mati dan ia mempersekutukan Allah dengan
suatu apa pun pasti masuk neraka. Dan aku berkata: Siapa yang mati tidak
mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun pasti masuk sorga. (Bukhari,
Muslim).
59.
Abu Dzar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda:
Telah datang kepadaku utusan Tuhanku dan memberitakan bahwa siapa yang mati dari
ummatku tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun pasti masuk sorga.
Lalu aku bertanya: Meskipun ia berzina dan mencuri? Jawab Nabi saw.: Meskipun
telah pernah berzina dan mencuri. (Bukhari, Muslim).
60.
Abu Dzar r.a. berkata: Saya datang kepada
Nabi saw. sedang beliau tidur berbaju putih, kemudian saya datang kembali dan ia
telah bangun, lalu bersabda: Tiada seorang hamba yang membaca: Laa ilaha illaUah
kemudian ia mati atas kalimat itu, melainkan pasti masuk sorga. Saya tanya:
Meskipun ia telah berzina dan mencuri? Jawab Nabl saw.: Meskipun ia pernah
berzina dan mencuri. Saya tanya: Meskipun ia telah berzina dan mencuri? Jawab
Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan mencuri. Saya bertanya: Meskipun ia
telah berzina dan mencuri? Jawab Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan
mencuri, meskipun mengecewakan hidung Abu Dzar (meskipun mengecewakan diri Abu
Dzar). (Bukhari, Muslim).
BAB :
HARAM MEMBUNUH ORANG KAFIR SESUDAH MENGUCAP: LAA ILAHA
ILLALLAH
61.
Almiqdad bin Al-Aswad r.a. tanya kepada
Nabi saw.: Bagaimana pendapatmu jika aku berhadapan dengan orang kafir berperang
lalu ia memukul tanganku dengan pedang hingga patah, lalu ia lari berlindung di
belakang pohon dan berkata: Aku Islam kepada Allah. apakah boleh saya bunuh ya
Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Jangan anda bunuh. Almiqdad berkata: Ya Rasulullah,
beliau telah memutuskan tanganku, kemudian menyatakan Islam. Nabi saw. bersabda:
Jangan anda bunuh, maka jika anda membunuhnya, maka ia akan menduduki
kedudukanmu sebelum membunuhnya, dan anda akan menduduki kedudukannya sebelum ia
menyatakan kalimat yang diucapkannya itu. (Bukhari,
Muslim).
62.
Usamah bin Zaid r.a. berkata Rasulullah
saw. mengutus kami ke daerah Alhuraqah, maka kami segera menyerbu suku daurah
itu di pagi hari sehingga mengalahkan mereka, kemudian aku dcngan seorang
sahabat Anshar mengejar seorang dari mereka, dan ketika telah kami kepung
tiba-tiba ia berkata: Laa ilaha illallah, maka kawanku Al-anshari itu
menghentikan pedangnya, dan aku langsung menikamnya dengan tombakku hingga mati.
Dan ketika kita kembali kembali ke Madinah berita itu telah sampai kepada Nabi
saw. sehingga Nabi saw. langsung tanya padaku: Ya Usamah apakah anda membunuhnya
sesudah ia berkata: Laa ilaha illallah? Jawabkii; Dia hanya akan menyelamatkan
diri. Maka Nabi saw. mengulang-ulang tegurannya. itu sehingga aku sangat
menyesal dan, ingin andaikan aku belum Islam. sebelum hari itu. (Bukhari,
Muslim).
Ya'ni ia merasa dosanya sesudah ia masuk Islam lalu berdosa sedemikian, dan andaikan belum Islam, maka dapat ditebus dengan masuk Islam.
Ya'ni ia merasa dosanya sesudah ia masuk Islam lalu berdosa sedemikian, dan andaikan belum Islam, maka dapat ditebus dengan masuk Islam.


0 comments:
Post a Comment