http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahihain

BAB :
ALMASIH ISA BIN MARYAM DAN ALMASIH ADDAJJAL

107.  Abdullah bin Umar r.a. berkata: Pada suatu hari Nabi saw. menceritakan Addajjal kepada orang-orang, lalu bersabda: Sesungguhnya Allah tidak buta mata sebelah, ingatlah sesungguhnya Addajjal itu buta mata sebelah kanan, bagaikan buah anggur yang timbul (menonjol). (Bukhari, Muslim). 
108.   Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda; Semalam saya mimpi di dekat Ka'bah ada seorang yang merah bagus rupanya panjang rambutnya sampai ke bahunya, lurus rambutnya bagaikan meneteskan air, sambil meletakkan' kedua tangannya di atas bahu orang di kanan kirinya, sedang ia tawaf, maka saya bertanya: Siapakah orang itu? Jawabnya: Itu Almasih Isa bin Maryam. Kemudi-an aku melihat juga seorang di belakangnya keriting yang sangat keritingnya, buta matanya sebelah kanan, hampir serupa dengan Ibn Qathan, dia juga meletakkan kedua tanganriya di atas bahu dua orang di kanan kirinya, juga thawaf di Ka'bah, ketika aku tanya siapa orang itu? Dijawab; Almasih Addajjal. (Bukhari, Muslim).
109. Jabir bin Abdullah r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Ketika tokoh-tokoh Quraisy mendustakan aku, maka aku berdiri dihijir (Isma'il), tiba-tiba Allah menampakkan kepadaku baitul-maqdis, sehingga aku dapat memberitakan kepada mereka tanda-tandanya sambil melihat padanya. (Bukhari, Muslim).



BAB :
SIDRATUL MUNTAHA

110.  Abu Ishaq Asysyaibany berkata: Aku tanya pada Zirr bin Hubaisy r.a. tentang firman Allah: Fakaana qaaba qausaini au adna fa auha ila abdihi maa auha. (Maka ia telah mendekat sehingga hampir sedekat dua ujung panah atau lebih dekat. Dan telah mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang diwahyukan). la berkata: Ibn Mas'ud r.a. telah menerangkan kepada kami bahwa Nabi saw. telah melihat Jibril bersayap enam ratus sayap. (Bukhari, Muslim).
111. Masruq berkata: Saya tanya kepada A'isyah r.a.: Hai ibu apakah Nabi Muhammad saw. telah melihat Tuhan? Jawab A'isyah r.a.: Sungguh berdiri bulu romaku dari pertanyaanmu itu, di manakah anda dari tiga macam siapa yang menerangkan itu maka ia dusta. 1. Siapa yang menerangkan kepadamu bahwa Nabi Muhammad saw. melihat Tuhan, maka ia dusta. Lalu ia membaca: Laa tudrikuhul abshaaru wahuwa yudrikul abshaara wahuwal-lathieful khabier (Allah tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, dan Dia yang mencapai semua penglihatan, dan Dia maha halus kekuasaan-Nya yang maha pengetahui sedalam-dalamnya) dan ayat: Wama kana libasyarin an yukallimahullah ill'a wahya au min waraa'i hijaab (Tiada seorang yang berkata-kata dengan Allah melainkan dengan wahyu atau dari balik tabir (hijab). 2. Dan siapa yang mengatakan bahwa ia mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, maka sungguh dusta, lalu dibacakan ayat: Wama tadri nafsun madza taksibu ghada (Dan tiada seorarig pun yang mengetahui apa yang akan terjadi (atau dikerjakan) esok hari). 3. Dan siapa yang berkata bahwa Nabi Muhammad menyembunyikan apa yang diwahyukan oleh Allah maka sungguh orang itu dusta, lalu Siti A'isyah membaca: Ya ayyuharrasulu balligh maa unzila ilaika min rabbika (Hai utusan allah sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhan kepadamu). Tetapi Nabi Muhammad saw. telah melihat Jibril dalam bentuk yang sebenarnya dua kali. (Bukhari, Muslim). 
112.  A'isyah r.a. berkata: Siapa yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad telah melihat Tuhannya maka sungguh besar bahayanya, tetapi Nabi Muhammad saw. telah melihat malaikat Jibril dalam bentuknya yang asli dan bentuknya dapat menutupi ufuk (udara). (Bukhari, Muslim).


BAB :
ORANG MU'MIN DI AKHIRAT PASTI DAPAT MELIHAT TUHAN SWT.

113.  Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Dua sorga dari perak semua perabot dan bejananya, dan dua sorga dari emas bejana dan alat-alatnya, dan tidak ada hijab antara mereka dengan Tuhan untuk dapat mereka melihatnya kecuali tabir kebesaran Allah dalam sorga jannatu adn. (Bukhari, Muslim).
Hadits ini arti dari ayat: Wamin dunihima jannataan.
114.  Abu Hurairah r.a berkata: Orang-orang bertanya: Ya Rasulullah, apakah kami akan dapat melihat Allah pada hari qiyamat? Jawab Nabi saw.: Apakah kamu membantah akan dapat melihat bulan purnama jika tidak ada awan? Jawab mereka: Tidak ya Rasulullah. Nabi saw. bertanya: Apakah kalian akan membantah tentang dapatnya melihat matahari pada waktu tidak ada awan? Jawab mereka: Tidak ya Rasulullah. Maka sabda Nabi saw.: Demikianlah kalian akan dapat melihat Tuhan. Akan dihimpun semua manusia pada hari qiyamat, lalu diberitahu: Siapa yang dahulu menyembah pada sesuatu; hendaknya mengikuti yang disembah, maka ada yang ikut matahari, ada yang mengikut bulan, ada yang mengikut berhala, sehingga tinggal ummat ini dengan orang-orang munafiq, lalu Allah datang kepada mereka dan berkata: Akulah Tuhanmu, dijawab oleh mereka: Di sini tempat kami hingga datang Tuhan kami, maka jika datang kami telah mengenal-Nya, maka datanglah Allah dan berfirman: Aku Tuhanmu, maka disambut: Benar Engkau Tuhan kami, lalu dipanggil mereka, dan dibentangkan jembatan (shirath) di atas neraka jahannam, dan akulah yang pertama menyeberang shirath beserta ummatku, dan tidak ada yang berani berkata-kata pada waktu itu kecuali para Rasul, sedang kata-kata Rasul pada waktu itu hanya: Allahuma sallim, sallim (Ya Allah selamatkanlah). Sedang di jahannam ada pengait (kait) seperti duri pohon sa'dan, apakah kalian pernah melihat duri pohon sa'dan? Jawab mereka: Ya. Sabda Nabi saw.: Maka kaitnya bagaikan duri sa'dan, hanya saja tidak ada yang mengetahui betapa besanya kecuali Allah, ia dapat mengait orang-orang menurut amal perbutan mereka, maka ada yang langsung tersungkur karena amalnya, dan ada yang jatuh tetapi kemudian selamat, maka bila Allah akan berkenan memberi rahmat pada ahli neraka, maka menyuruh Malaikat supaya mengeluarkan dari neraka siapa yang pernah menyembah Allah, lalu dikeluarkan mereka sedang di dahi mereka ada tanda bekas sujud, dan Allah telah mengharamkan api untuk makan bekas sujud itu, lalu keluar mereka dari neraka, sedang semua jasad anak Adam dimakan api kecuali bekas sujud, dan mereka keluar itu sudah hangus, maka dituangkan pada mereka air hidup (ma'ul hayat), maka tumbuh kembali mereka bagaikan tumbuhnya biji di tengah banjir, kemudian setelah Allah menyelesaikan semua hamba, maka tinggallah seorang, di antara sorga dan neraka yaitu orang yang terkhir masuk sorga dari ahli neraka, wajahnya masih tetap menghadap neraka, lalu berdo'a: Ya Tuhan, palingkan wajahku dari neraka, sungguh aku terganggu oleh baunya, dan hangus karena nyalanya, Lalu ditanya: Apakah kemungkinan jika diberi permintaanmu itu lalu minta yang lainnya? Jawabnya: Tidak demi kemuIiaan-Mu. Lalu berjanji kepada Allah dengan sumpahnya. Maka Allah memalingkan wajahnya dari neraka, maka setelah menghadap sorga, melihat keindahannya, ia diam beberapa lama, kemudian ia berdo'a: Ya Tuhan, majukan aku di muka pintu sorga. Maka ditanya oleh Allah: Tidakkah anda telah berjanji tidak akan minta lainnya. Maka ia berkata: Ya Tuhan, semoga aku tidak tergolong orang yang paling celaka dari makhluk-Mu. Lalu ditanya: Apakah tidak mungkin jika sudah diberi ini lalu minta lainnya? Jawabnya: Tidak demi kemuliaan-Mu Tuhan aku tidak akan minta lain-lainnya, lalu ia bersumpah maka dimajukan oleh Allah ke muka pintu sorga.
Setelah ia berada di muka pintu sorga dapat melihat semua kesenangan yang terdapat di dalamnya, maka ia tinggal diam beberapa lama kemudian ia berdo'a: Ya Tuhan, masukkanlah aku ke dalam sorga. Allah berfirman: Celaka anda hai anak Adam, alangkah penipunya anda, tidakkah anda telah bersumpah berjanji tidak akan minta lain-lainnya selain yang anda minta itu. Maka ia berkata: Ya Tuhan jangan Tuhan jadikan aku hamba yang sangat sial, lalu Allah tertawa daripadanya, kemudian diizinkan ia masuk sorga, dan ditawari: Mintalah yang anda inginkan, lalu ia minta macam-macam hingga habis usul permintaannya, maka Allah berfirman sambil mengingatkan kepadanya: Dari sini ke sini, dan sesudah selesai semuanya keinginannya, maka Allah berfinnan kepadanya: Untukmu semua ini dan lipat dua kali dari semua itu. (Bukhari, Muslim). 
115.  Abu Saied Alkhudri r.a. berkata: Kami bertanya- Ya Rasulullah apakah kami akan dapat melihat Tuhan pada hari aiyamat? Jawab Nabi saw.: Apakah kalian merasa silau untuk melihat matahari atau bulan jika udara (langit) bersih tidak ada awan? Jawab kami-Tidak. Maka Nabi saw. bersabda: Demikianlah kalian tidak akan silau untuk mehhat Tuhanmu di hari qiyamat, kecuali sebagaimana silaumu dalam melihat keduanya, kemudian ada seruan: Tiap kaum harus pergi lcepada apa yang disembahnya, maka penyembah palang salib bersama salibnya, dan penyembah berhala bersama berhalanya dan tiap golongan bersama tuhannya, sehingga tinggallah orang yang hanya menyembah kepada Allah dari yang baik jujur maupun yang lancung, dan sisa-sisa ahli lkitab, kemudian didatangkan jahannam bagaikan fatamorgana (bayangan air), lalu dipanggil kaum Yahudi: Apakah yang kalian sembah? Jawab mereka: Kami menyembah Uzair putra Allah, lalu dijawab: Dusta kalian, Allah tidak beranak dan tidak bersekutu, maka apakah yang kalian inginkan? Jawab mereka: Kami ingin minum, lalu diperintahkan: minumlah, lalu pergilah mereka dan berjatuhan dalam jahannam. Kemudian ditanya kaum Nasara (Kristen): Apakah yang kamu sembah? Jawab mereka: Kami menyembah Isa putra Allah. Dijawab: Dusta kalian, Allah tidak beristeri dan tidak beranak, maka apakah yang kamu inginkan? Jawab mereka: Kami ingin minum, lalu dipersilakan minum, lalu berguguranlah mereka ke dalam jahannam, sehingga hanya mereka yang benar-benar menyembah kepada Allah, lalu ditanya: Apakah yang menahan kalian, sedang orang sudah pergi? Jawab mereka: Kami telah memisah diri dari mereka ketika kami masih berhajat kepada mereka lebih dari hari ini, dan kami telah mendengar seruan yang berseru: Tiap orang harus mengikuti apa yang disembah, dan kami menunggu Tuhan kami, lalu datanglah Tuhan tidak menurut gambar yang telah mereka lihat pada awal mulanya, lalu berkata: Akulah Tuhanmu, lalu ditanya oleh para nabi, Apakah engkau Tuhan kami? Dan tidak ada yang berani berkata kecuali nabi. Lalu ditanya: Assaaq. Maka diperlihatkan kepada mereka Assaaq, dan di waktu itu tiap mu'min bersujud kepada Allah, dan tertinggal orang yang dahulunya bersujud tidak karena Allah hanya riyaa', sum'ah, dan mereka ini akan bersujud tetapi punggungnya kaku bagaikan plat yang rata, kemudian dibentangkan jembatan (sirat) diletakkan di atas jahannam. Kami bertanya: Ya Rasulullah, apakah jembatan itu? Jawabnya: Jalan yang sangat licin menggelincirkan mengandung pengait (kait) dan duri yang tajam bengkok sebagaimana yang terdapat di Najed disebut assa'dan, orang-orang mu'min berjalan bagaikan kejap mata, atau kilat atau angin, dan yang secepat larinya kuda yang kencang atau pengendara yang cepat, maka ada yang selamat dan ada juga yang luka terkena kait tetapi selamat, dan ada pula yang tersungkur ke dalam jahannam, sehingga berjalanlah orang yang terakhir selamat yaitu yang merangkak, dan pada saat itu kamu tidak lebih keras tuntutanmu kepada Tuhan setelah nyata bagimu orang mu'min pada hari itu, maka apabila telah nyata mereka selamat dan tinggal saudara-saudara raereka, mereka berkata: Ya Tuhan saudara-saudara kami yang dahulu shalat, puasa dan beramal bersama kami. Dijawab oleh Tuhan: Pergila cari mereka, maka siapa yang kamu dapat dalam hatinya seberat dinar iman keluarkan dari neraka, dan Allah tetap mengharamkan wajah mereka dari api neraka, lalu pergi kepada mereka, sedang ada di antara mereka yang terbenam dalam neraka hanya di tapak kaki, dan ada yang sampai betis, lalu dikeluarkan siapa yang mereka ketahui, lalu kembali dan diperintah: Pergilah maka siapa yang kamu dapat di hatinya ada seberat setengah dinar iman maka keluarkanlah, lalu dikeluarkan siapa yang mereka ketahui sedemikian, lalu diperintah: Pergilah maka siapa yang kamu dapat dalam hatinya seberat zarrah (semut) iman keluarkanlah dari neraka, maka dikeluarkan siapa yang mereka ketahui.
Abu Saied berkata: Jika kamu tidak percaya kepadaku maka bacalah ayat: "Innallaha laa yadh limu mits qala dzarrah, wa in taku hasanatan yudhaif ha". (Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan (merugikan) walau seberat zarrah (semut) jika itu suatu hasanat maka akan dilipat gandakan pahalanya). Kemudian lalu diberi hak syafa'at bagi para nabi, para Malaikat dan kaum mu'minin. Kemudian setelah selesai semuanya Allah berfirman: Kini tinggal syafa'at-Ku, lalu Allah mengeluarkan dari neraka segenggam, dan keluar orang-orang yang sudah menjadi arang, lalu dimasukkan dalam sungai di muka pintu sorga bernama maa’ul hayat, lalu tumbuhlah mereka di tepi sorga bagaikan biji tumbuh dari tengah air bah, sebagaimana yang biasa kamu melihat yang tumbuh di dekat bukit, dan yang kena matahari maka kehijau-hijauan, dan yang di bawah naungan agak putih, maka keluarlah mereka bagaikan mutiara lalu diletakkan di leher mereka tanda setempel (kalung) lalu dipersilakan masuk sorga, dan disebut: mereka yang dimerdekakan oleh Arrahman Allah telah memasukkan mereka ke dalam sorga tanpa amal dan kebaikan sama sekali, lalu dikatakan kepada mereka: Untuk kamu apa yang telah kamu lihat dan berlipat dua kali dari itu. (Bukhari, Muslim). ,.


BAB :
KEPASTIAN ADANYA SYAFA'AT DAN KELUARNYA ORANG YANG TAUHID DARI NERAKA

116.  Abu Saied Alkhudri r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Akan masuk ahli sorga ke sorga, dan ahli neraka ke neraka, kemudian Allah memerintahkan Keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari iman, lalu dikeluarkan mereka sudah hitam warna mereka, lalu mereka dimasukkan dalam sungai (nahrul hayat) hidup, maka tumbuhlah mereka itu bagaikan biji yang tumbuh setelah ada air-bah, tidaklah tumbuhnya berwarna kuning berbelit (berkait). (Bukhari, Muslim).
117. Abdullah bin Mas'ud -r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sungguh aku mengetahui orang-orang yang terakhir keluar dari neraka dan terakhir masuk sorga, ialah seorang yang keluar dari neraka sambil merangkak-rangkak, lalu diperintah oleh Allah: Masuklah ke sorga, maka ia segera pergi ke sorga, tetapi terbayang baginya telah penuh, maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhan saya dapatkan sudah penuh, lalu diperintah pergilah masuk sorga, maka pergi kembali dan terbayang olehhya seakan-akan telah penuh maka ia kembali berkata: Ya Tuhan, saya dapatkan sudah penuh, kemudian diperintah: Pergilah masuk sorga, maka di sana untukmu seluas dunia sepuluh kali, atau untukmu seluas dunia dan sepuluh kalinya, maka ia berkata: Engkau mengejek dan menertawakan aku sedang Engkau raja yang berkuasa. Sungguh aku telah melihat Rasulullah saw. tertawa ketika menerangkan hadits ini sehingga terlihat gigi gerahamnya. Dan itu serendah-rendah tingkat ahli sorga. (Bukhari, Muslim).


BAB :
TINGKAT YANG TERENDAH DALAM SORGA

118.  Anas r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kelak Allah akan mengumpulkan semua manusia di hari qiyamat, lalu mereka berkata: Andaikan kami mendapat orang yang dapat memberikan syafa'atnya menghadap kepada Tuhan,  supaya segera melepaskan kami dari tempat ini, lalu mereka pergi kepada Adam dan berkata: Engkaulah yang dicipta oleh Allah dengan tangan-Nya, dan ditiupkan ruh padamu dan menyuruh Malaikat sujud kepadamu, berikan syafa'atmu untuk kami di sisi Tuhan. Jawab Adam: Bukan aku yang berhak memberikan syafa'at itu, lalu ia mengingati dosanya, lalu mereka disuruh pergi kepada Ibrahim yang telah dijadikan khalilullah, maka pergilah mereka kepada Ibrahim, dijawab oleh Ibrahim: Itu bukan bagianku lalu ia mengingati dosanya, dan menganjurkan supaya pergi kepada Musa yang menjadi kalimullah, dan ketika datang kepada Musa, dijawab: Itu bukan bagianku, lalu ia mengingati dosanya dan berkata: Pergilah kepada Isa, lalu mereka pergi kepada Isa, tetapi juga dijawab:   Itu   bukan   bagianku,   tetapi   kamu   pergi   kepada   Nabi Muhammad saw, yang telah diampuni dosanya yang lalu dan kemudian, lalu mereka datang kepadaku, maka aku pergi minta izin kepada Tuhan, dan apabila aku telah melihat-Nya, segera aku sujud dan dibiarkan   oleh   Allah   beberapa   lama   memuji-muji  Allah  hingga diperintah: Angkat kepalamu, dan mintalah pasti akan diberi, katakanlah pasti didengar, ajukanlah syafa'atmu pasti dilaksanakan, maka aku mengangkat kepala dan kembali memuji Allah dengan pujian yang langsung diajari oleh Allah, kemudian diizinkan memberi syafa'at pada orang-orang yang tertentu, aku keluarkan mereka dari neraka dan aku masukkan mereka ke sorga, kemudian aku berdo'a kembali sambil bersujud dan diterima seperti semula, kemudian ketiga dan keempat, sehingga tidak tinggal di dalam neraka kecuali orang yang tidak percaya kepada Alqur'an dan menentangnya. (Bukhari, Muslim)
119.  Anas bin Malik r.a. berkata: Nabi Muhammad saw. menceritakan kepada kami: Jika tiba hari qiyamat bergoncanglah keadaan rnanusia dan bingung setengah pada setengahnya, sehingga mereka pergi kepada Adam dan berkata: Berikan syafa'atmu di depan Tuhan untuk kami, dijawab: Bukan bagianku tetapi kamu pergi kepada Ibrahim, sebab ia Khalilullah, lalu pergi ke Ibrahim, dan dijawab oleh Ibrahim: Bukan bagianku, tetapi kamu pergi kepada Musa kalimullah, maka pergilah mereka kepada Musa dan dijawab: Bukn bagianku, tetapi kalian pergi kepada Isa Ruhulullah dan Kalimat-Nya, lalu mereka pergi kepada Isa dan dijawab: Bukan bagianku, tetapi kalian pergi kepada Muhammad saw. Maka mereka datang kepadaku, maka aku sambut: Akulah orangnya. Lalu aku minta izin kepada Tuhan dan diizinkan dan diilhamkan kepadaku beberapa kalimat pujian yang belum pernah aku ketahui kecuali pada saat itu, setelah aku memuji lalu aku bersujud sehingga diperintah: Angkat kepalamu, dan katakanlah pasti akan didengar, mintalah pasti diterima, berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, lalu aku minta: Ya Tuhan, tolonglah ummatku, tolonglah ummatku, lalu diperintah: Pergilah, keluarkan dari neraka siapa yang di dalam hatinya ada seberat jagung dari iman, dan sesudah aku laksanakan, aku kembali bersujud dan memuji Allah dengan pujian yang istimewa itu, sehingga diperintah: Angkatlah kepalamu, dan katakan pasti akan didengar, mintalah akan diberi, dan berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, maka kembali aku berdo'a: Ya Tuhan tolonglah  ummatku,  tolonglah ummatku.  Lalu  diperintah pergilah keluarkan dari api neraka siapa yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi atau semut dari iman,  maka aku laksanakan, kemudian aku kembali   bersujud,   dan   memanjatkan   pujian   yang   istimewa   itu, sehingga diperintah: Angkatlah kepalamu, dan katakan untuk didengar, mintalah pasti akan diberi, dan berikan syafa'atmu pasti dilaksanakan, lalu aku berdoa: Ya Tuhan, tolonglah ummatku, tolonglah ummatku. Maka aku diperintah: Pergilah, keluarkanlah dari neraka siapa yang di dalam hatinya ada kurang, kurang, kurang dari seberat biji sawi dari iman. Maka aku pergi melaksanakan.
Kemudian aku kembali keempat. kalinya bersujud dan memuji Allah dengan pujian yang istimewa itu, sehingga dipanggil: Ya Mu-hammad, angkatlah kepalamu, dan katakanlah niscaya didengar, dan mintalah akan diberi, dan berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, lalu aku berdo'a: Ya Rabbi izinkan aku memberi syafa'at pada orang yang pernah mengucap La ilaha illallah, dijawab: Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku pasti akan Aku keluarkan dari neraka orang yang pernah mengucap La ilaha illallah. (Bukhari, Muslim).          
120.  Abu Hurairah r.a, berkata: Telah dihidangkan kepada Nabi saw. daging, lalu ia mengangkat sampil (paha) yang sangat disuka, lalu ia menggigit, tiba-tiba ia bersabda: Akulah pimpinan manusia di hari qiyamat, tahukah kamu mengapakah itu? Akan dikumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir dalam sebuah dataran sehingga mudah didengar tiap seruan dan dapat dilihat oleh mata, dan matahari didekatkan, sehingga kerisauan manusia mencapai puncaknya dan tidak sanggup menanggungnya, sehingga mereka berkata: Tidakkah kalian memikirkan keadaan yang memuncak ini, tidakkah kalian mencari siapakah kiranya yang dapat memberikan syafa'atnya untuk menghadap kepada Tuhan? Sebagian mereka berkata: Lebih baik kalian pergi kepada Adam, maka pergilah mereka kepada Adam dan berkata kepadanya: Anda sebagai bapak dari semua manusia, Allah telah menciptakan anda langsung dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh-Nya dan menyuruh Malaikat bersujud kepadamu, tolonglah gunakan syafa'atmu untuk miflta keringanan bagi keadaan kami ini, tidakkah anda telah mengetahui bagaimana beratnya penderitaan kami ini. Jawab Adam: Pada hari ini Tuhan sangat murka, belum pernah marah seperti kini, dahulunya dan hingga akhimya, dan Dia dahulu telah melarang aku dekat kepada pohon, akhirnya aku melanggar, karena itu hari ini aku hanya memikirkan diriku, diriku, diriku, lebih baik kalian pergi kepada Nuh a.s, Maka pergilah mereka kepada Nuh dan berkata: Anda pertama dari semua Rasul kepada penduduk bumi, Allah menamakan anda hamba yang banyak syukur tolonglah anda mintakan kepada Tuhan untuk meringankan keadaan kami ini, perhatikanlah keadaan kami ini. Jawab Nuh: Kini Tuhan telah murka yang belum pernah murka seperti ini dan tidak akan murka seperti hari ini, sedang aku dahulu diberi do'a mustajab dan sudah aku gunakan untuk kaumku. Kini aku hanya mengharapkan keselamatan diriku, keselamatan diriku, diriku, lebih baik kalian pergi kepada Ibrahim a.s. Maka pergilah mereka kepada Ibrahim dan berkata: Anda Nabiyullah dan khalilullah dari penduduk bumi, tolonglah berikan syafa'atmu kepada Tuhan untuk meringankan penderitaan kami ini. Jawab Ibrahim a.s.: Sungguh Tuhan sangat marah belum pernah marah seperti ini dan tidak akan marah seperti hari ini, sedang aku pernah berdusta tiga kali, kini aku hanya minta keselamatan diriku, diriku, diriku, pergilah kalian kepada Musa a.s. Maka pergilah rombongan itu kepada Musa, dan berkata: Anda sebagai utusan Allah telah dilebihkan oleh Allah dengan risalah dan langsung mendengar firman Allah (berkata-kata dengan Allah), tolonglah berikan syafa'at-mu kepada kami untuk meringankan penderitaan kami ini. Jawab Musa a.s.: Sesungguhnya Tuhan sangat murka pada hari ini, belum pernah marah seperti ini dan tidak akan marah seperti hari ini, sedang aku pernah membunuh orang yang tidak diperintahkan kepadaku, aku kini hanya mengharap semoga selamat diriku, diriku, diriku. Pergilah kalian kepada Isa a.s., lalu mereka pergi kepada Isa a.s. dan berkata: Ya Isa, anda utusan Allah dan kalimat Allah yang diturunkan kepada Maryam, juga ruh daripada-Nya, anda telah dapat berkata-kata sejak dibuaian, tolonglah berikan syafa'atmu untuk meringankan penderitaan kami. Jawab Isa a.s.: Sesungguhnya pada hari ini Tuhan sangat murka, belum pernah marah seperti ini, dan tidak akan murka seperti ini, aku kini hanya mengharap semoga selamat diriku, diriku, diriku sendiri. Sedang Nabi Isa tidak menyebut dosanya. Tetapi kalian pergi kepada Muhammad saw. Maka datanglah mereka kepadaku dan berkata: Ya Muhammad anda sebagai Rasulullah dan penutup dari semua nabi, Allah telah mengampunkan dosamu yang lampau dan yang kemudian, tolong berikan syafa'atmu kepada Tuhan untuk meringankan penderitaan kami ini, tidakkah anda mengetahui bagaimana keadaan kami ini. Maka pergilah aku ke bawah arsy untuk bersujud kepada Tuhan, kemudian Allah membukakan untukku puja puji yang belum pernah aku ucapkan dan tidak pernah diucapkan oleh orang sebelumku, sehingga Tuhan berfirman: Ya Muhammad angkat kepala-mu, mintalah aku terima, berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, maka  aku angkat kepala dan berdo'a: Ya Rabbi selamatkan ummatku, Ya Rabbi selamatkan ummatku. Dijawab: Ya Muhammad masukkan umatmu yang tidak kena hisab dari pintu kanan sorga, sedang yang lain bersama orang banyak dari pintu yang lainnya. Kemudian Nabi saw. bersabda; Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya lebar di antara kedua daun pintu sorga itu sebagaimana jarak antara Makkah dengan Himyar, atau antara Makkah dengan Bushra (Syam). (Bukhari, Muslim). 

0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top