BAB :
ALMASIH ISA BIN MARYAM DAN ALMASIH ADDAJJAL
107. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Pada suatu
hari Nabi saw. menceritakan Addajjal kepada orang-orang, lalu bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak buta mata sebelah, ingatlah sesungguhnya Addajjal itu
buta mata sebelah kanan, bagaikan buah anggur yang timbul (menonjol). (Bukhari,
Muslim).
108. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah
saw. bersabda; Semalam saya mimpi di dekat Ka'bah ada seorang yang merah bagus
rupanya panjang rambutnya sampai ke bahunya, lurus rambutnya bagaikan meneteskan
air, sambil meletakkan' kedua tangannya di atas bahu orang di kanan kirinya,
sedang ia tawaf, maka saya bertanya: Siapakah orang itu? Jawabnya: Itu Almasih
Isa bin Maryam. Kemudi-an aku melihat juga seorang di belakangnya keriting yang
sangat keritingnya, buta matanya sebelah kanan, hampir serupa dengan Ibn Qathan,
dia juga meletakkan kedua tanganriya di atas bahu dua orang di kanan kirinya,
juga thawaf di Ka'bah, ketika aku tanya siapa orang itu? Dijawab; Almasih
Addajjal. (Bukhari, Muslim).
109.
Jabir bin Abdullah r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:
Ketika tokoh-tokoh Quraisy mendustakan aku, maka aku berdiri dihijir (Isma'il),
tiba-tiba Allah menampakkan kepadaku baitul-maqdis, sehingga aku dapat
memberitakan kepada mereka tanda-tandanya sambil melihat padanya. (Bukhari,
Muslim).
BAB :
SIDRATUL MUNTAHA
110. Abu Ishaq Asysyaibany berkata: Aku tanya pada
Zirr bin Hubaisy r.a. tentang firman Allah: Fakaana qaaba qausaini au adna fa
auha ila abdihi maa auha. (Maka ia telah mendekat sehingga hampir sedekat
dua ujung panah atau lebih dekat. Dan telah mewahyukan kepada hamba-Nya apa yang
diwahyukan). la berkata: Ibn Mas'ud r.a. telah menerangkan kepada kami bahwa
Nabi saw. telah melihat Jibril bersayap enam ratus sayap. (Bukhari,
Muslim).
111.
Masruq berkata: Saya tanya kepada A'isyah r.a.: Hai ibu apakah Nabi Muhammad
saw. telah melihat Tuhan? Jawab A'isyah r.a.: Sungguh berdiri bulu romaku dari
pertanyaanmu itu, di manakah anda dari tiga macam siapa yang menerangkan itu
maka ia dusta. 1. Siapa yang menerangkan kepadamu bahwa Nabi Muhammad saw.
melihat Tuhan, maka ia dusta. Lalu ia membaca: Laa tudrikuhul abshaaru wahuwa
yudrikul abshaara wahuwal-lathieful khabier (Allah tidak dapat dicapai oleh
penglihatan mata, dan Dia yang mencapai semua penglihatan, dan Dia maha halus
kekuasaan-Nya yang maha pengetahui sedalam-dalamnya) dan ayat: Wama kana
libasyarin an yukallimahullah ill'a wahya au min waraa'i hijaab (Tiada seorang
yang berkata-kata dengan Allah melainkan dengan wahyu atau dari balik tabir
(hijab). 2. Dan siapa yang mengatakan bahwa ia mengetahui apa yang akan terjadi
esok hari, maka sungguh dusta, lalu dibacakan ayat: Wama tadri nafsun madza
taksibu ghada (Dan tiada seorarig pun yang mengetahui apa yang akan terjadi
(atau dikerjakan) esok hari). 3. Dan siapa yang berkata bahwa Nabi Muhammad
menyembunyikan apa yang diwahyukan oleh Allah maka sungguh orang itu dusta, lalu
Siti A'isyah membaca: Ya ayyuharrasulu balligh maa unzila ilaika min rabbika
(Hai utusan allah sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhan kepadamu). Tetapi
Nabi Muhammad saw. telah melihat Jibril dalam bentuk yang sebenarnya dua kali.
(Bukhari, Muslim).
112. A'isyah r.a. berkata: Siapa yang menerangkan
bahwa Nabi Muhammad telah melihat Tuhannya maka sungguh besar bahayanya, tetapi
Nabi Muhammad saw. telah melihat malaikat Jibril dalam bentuknya yang asli dan
bentuknya dapat menutupi ufuk (udara). (Bukhari, Muslim).
BAB :
ORANG MU'MIN DI AKHIRAT PASTI DAPAT MELIHAT TUHAN
SWT.
113. Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Dua sorga dari perak semua perabot dan bejananya, dan dua sorga dari
emas bejana dan alat-alatnya, dan tidak ada hijab antara mereka dengan Tuhan
untuk dapat mereka melihatnya kecuali tabir kebesaran Allah dalam sorga jannatu
adn. (Bukhari, Muslim).
Hadits ini arti dari ayat: Wamin dunihima jannataan.
Hadits ini arti dari ayat: Wamin dunihima jannataan.
114. Abu Hurairah r.a berkata: Orang-orang
bertanya: Ya Rasulullah, apakah kami akan dapat melihat Allah pada hari qiyamat?
Jawab Nabi saw.: Apakah kamu membantah akan dapat melihat bulan purnama jika
tidak ada awan? Jawab mereka: Tidak ya Rasulullah. Nabi saw. bertanya: Apakah
kalian akan membantah tentang dapatnya melihat matahari pada waktu tidak ada
awan? Jawab mereka: Tidak ya Rasulullah. Maka sabda Nabi saw.: Demikianlah
kalian akan dapat melihat Tuhan. Akan dihimpun semua manusia pada hari qiyamat,
lalu diberitahu: Siapa yang dahulu menyembah pada sesuatu; hendaknya mengikuti
yang disembah, maka ada yang ikut matahari, ada yang mengikut bulan, ada yang
mengikut berhala, sehingga tinggal ummat ini dengan orang-orang munafiq, lalu
Allah datang kepada mereka dan berkata: Akulah Tuhanmu, dijawab oleh mereka: Di
sini tempat kami hingga datang Tuhan kami, maka jika datang kami telah
mengenal-Nya, maka datanglah Allah dan berfirman: Aku Tuhanmu, maka disambut:
Benar Engkau Tuhan kami, lalu dipanggil mereka, dan dibentangkan jembatan
(shirath) di atas neraka jahannam, dan akulah yang pertama menyeberang shirath
beserta ummatku, dan tidak ada yang berani berkata-kata pada waktu itu kecuali
para Rasul, sedang kata-kata Rasul pada waktu itu hanya: Allahuma sallim, sallim
(Ya Allah selamatkanlah). Sedang di jahannam ada pengait (kait) seperti duri
pohon sa'dan, apakah kalian pernah melihat duri pohon sa'dan? Jawab mereka: Ya.
Sabda Nabi saw.: Maka kaitnya bagaikan duri sa'dan, hanya saja tidak ada yang
mengetahui betapa besanya kecuali Allah, ia dapat mengait orang-orang menurut
amal perbutan mereka, maka ada yang langsung tersungkur karena amalnya, dan ada
yang jatuh tetapi kemudian selamat, maka bila Allah akan berkenan memberi rahmat
pada ahli neraka, maka menyuruh Malaikat supaya mengeluarkan dari neraka siapa
yang pernah menyembah Allah, lalu dikeluarkan mereka sedang di dahi mereka ada
tanda bekas sujud, dan Allah telah mengharamkan api untuk makan bekas sujud itu,
lalu keluar mereka dari neraka, sedang semua jasad anak Adam dimakan api kecuali
bekas sujud, dan mereka keluar itu sudah hangus, maka dituangkan pada mereka air
hidup (ma'ul hayat), maka tumbuh kembali mereka bagaikan tumbuhnya biji di
tengah banjir, kemudian setelah Allah menyelesaikan semua hamba, maka tinggallah
seorang, di antara sorga dan neraka yaitu orang yang terkhir masuk sorga dari
ahli neraka, wajahnya masih tetap menghadap neraka, lalu berdo'a: Ya Tuhan,
palingkan wajahku dari neraka, sungguh aku terganggu oleh baunya, dan hangus
karena nyalanya, Lalu ditanya: Apakah kemungkinan jika diberi permintaanmu itu
lalu minta yang lainnya? Jawabnya: Tidak demi kemuIiaan-Mu. Lalu berjanji kepada
Allah dengan sumpahnya. Maka Allah memalingkan wajahnya dari neraka, maka
setelah menghadap sorga, melihat keindahannya, ia diam beberapa lama, kemudian
ia berdo'a: Ya Tuhan, majukan aku di muka pintu sorga. Maka ditanya oleh Allah:
Tidakkah anda telah berjanji tidak akan minta lainnya. Maka ia berkata: Ya
Tuhan, semoga aku tidak tergolong orang yang paling celaka dari makhluk-Mu. Lalu
ditanya: Apakah tidak mungkin jika sudah diberi ini lalu minta lainnya?
Jawabnya: Tidak demi kemuliaan-Mu Tuhan aku tidak akan minta lain-lainnya, lalu
ia bersumpah maka dimajukan oleh Allah ke muka pintu sorga.
Setelah ia berada di muka pintu sorga dapat melihat semua kesenangan yang terdapat di dalamnya, maka ia tinggal diam beberapa lama kemudian ia berdo'a: Ya Tuhan, masukkanlah aku ke dalam sorga. Allah berfirman: Celaka anda hai anak Adam, alangkah penipunya anda, tidakkah anda telah bersumpah berjanji tidak akan minta lain-lainnya selain yang anda minta itu. Maka ia berkata: Ya Tuhan jangan Tuhan jadikan aku hamba yang sangat sial, lalu Allah tertawa daripadanya, kemudian diizinkan ia masuk sorga, dan ditawari: Mintalah yang anda inginkan, lalu ia minta macam-macam hingga habis usul permintaannya, maka Allah berfirman sambil mengingatkan kepadanya: Dari sini ke sini, dan sesudah selesai semuanya keinginannya, maka Allah berfinnan kepadanya: Untukmu semua ini dan lipat dua kali dari semua itu. (Bukhari, Muslim).
Setelah ia berada di muka pintu sorga dapat melihat semua kesenangan yang terdapat di dalamnya, maka ia tinggal diam beberapa lama kemudian ia berdo'a: Ya Tuhan, masukkanlah aku ke dalam sorga. Allah berfirman: Celaka anda hai anak Adam, alangkah penipunya anda, tidakkah anda telah bersumpah berjanji tidak akan minta lain-lainnya selain yang anda minta itu. Maka ia berkata: Ya Tuhan jangan Tuhan jadikan aku hamba yang sangat sial, lalu Allah tertawa daripadanya, kemudian diizinkan ia masuk sorga, dan ditawari: Mintalah yang anda inginkan, lalu ia minta macam-macam hingga habis usul permintaannya, maka Allah berfirman sambil mengingatkan kepadanya: Dari sini ke sini, dan sesudah selesai semuanya keinginannya, maka Allah berfinnan kepadanya: Untukmu semua ini dan lipat dua kali dari semua itu. (Bukhari, Muslim).
115. Abu Saied Alkhudri r.a. berkata: Kami
bertanya- Ya Rasulullah apakah kami akan dapat melihat Tuhan pada hari aiyamat?
Jawab Nabi saw.: Apakah kalian merasa silau untuk melihat matahari atau bulan
jika udara (langit) bersih tidak ada awan? Jawab kami-Tidak. Maka Nabi saw.
bersabda: Demikianlah kalian tidak akan silau untuk mehhat Tuhanmu di hari
qiyamat, kecuali sebagaimana silaumu dalam melihat keduanya, kemudian ada
seruan: Tiap kaum harus pergi lcepada apa yang disembahnya, maka penyembah
palang salib bersama salibnya, dan penyembah berhala bersama berhalanya dan tiap
golongan bersama tuhannya, sehingga tinggallah orang yang hanya menyembah kepada
Allah dari yang baik jujur maupun yang lancung, dan sisa-sisa ahli lkitab,
kemudian didatangkan jahannam bagaikan fatamorgana (bayangan air), lalu
dipanggil kaum Yahudi: Apakah yang kalian sembah? Jawab mereka: Kami menyembah
Uzair putra Allah, lalu dijawab: Dusta kalian, Allah tidak beranak dan tidak
bersekutu, maka apakah yang kalian inginkan? Jawab mereka: Kami ingin minum,
lalu diperintahkan: minumlah, lalu pergilah mereka dan berjatuhan dalam
jahannam. Kemudian ditanya kaum Nasara (Kristen): Apakah yang kamu sembah? Jawab
mereka: Kami menyembah Isa putra Allah. Dijawab: Dusta kalian, Allah tidak
beristeri dan tidak beranak, maka apakah yang kamu inginkan? Jawab mereka: Kami
ingin minum, lalu dipersilakan minum, lalu berguguranlah mereka ke dalam
jahannam, sehingga hanya mereka yang benar-benar menyembah kepada Allah, lalu
ditanya: Apakah yang menahan kalian, sedang orang sudah pergi? Jawab mereka:
Kami telah memisah diri dari mereka ketika kami masih berhajat kepada mereka
lebih dari hari ini, dan kami telah mendengar seruan yang berseru: Tiap orang
harus mengikuti apa yang disembah, dan kami menunggu Tuhan kami, lalu datanglah
Tuhan tidak menurut gambar yang telah mereka lihat pada awal mulanya, lalu
berkata: Akulah Tuhanmu, lalu ditanya oleh para nabi, Apakah engkau Tuhan kami?
Dan tidak ada yang berani berkata kecuali nabi. Lalu ditanya: Assaaq. Maka
diperlihatkan kepada mereka Assaaq, dan di waktu itu tiap mu'min bersujud kepada
Allah, dan tertinggal orang yang dahulunya bersujud tidak karena Allah hanya
riyaa', sum'ah, dan mereka ini akan bersujud tetapi punggungnya kaku bagaikan
plat yang rata, kemudian dibentangkan jembatan (sirat) diletakkan di atas
jahannam. Kami bertanya: Ya Rasulullah, apakah jembatan itu? Jawabnya: Jalan
yang sangat licin menggelincirkan mengandung pengait (kait) dan duri yang tajam
bengkok sebagaimana yang terdapat di Najed disebut assa'dan, orang-orang mu'min
berjalan bagaikan kejap mata, atau kilat atau angin, dan yang secepat larinya
kuda yang kencang atau pengendara yang cepat, maka ada yang selamat dan ada juga
yang luka terkena kait tetapi selamat, dan ada pula yang tersungkur ke dalam
jahannam, sehingga berjalanlah orang yang terakhir selamat yaitu yang merangkak,
dan pada saat itu kamu tidak lebih keras tuntutanmu kepada Tuhan setelah nyata
bagimu orang mu'min pada hari itu, maka apabila telah nyata mereka selamat dan
tinggal saudara-saudara raereka, mereka berkata: Ya Tuhan saudara-saudara kami
yang dahulu shalat, puasa dan beramal bersama kami. Dijawab oleh Tuhan: Pergila
cari mereka, maka siapa yang kamu dapat dalam hatinya seberat dinar iman
keluarkan dari neraka, dan Allah tetap mengharamkan wajah mereka dari api
neraka, lalu pergi kepada mereka, sedang ada di antara mereka yang terbenam
dalam neraka hanya di tapak kaki, dan ada yang sampai betis, lalu dikeluarkan
siapa yang mereka ketahui, lalu kembali dan diperintah: Pergilah maka siapa yang
kamu dapat di hatinya ada seberat setengah dinar iman maka keluarkanlah, lalu
dikeluarkan siapa yang mereka ketahui sedemikian, lalu diperintah: Pergilah maka
siapa yang kamu dapat dalam hatinya seberat zarrah (semut) iman keluarkanlah
dari neraka, maka dikeluarkan siapa yang mereka ketahui.
Abu Saied berkata: Jika kamu tidak percaya kepadaku maka bacalah ayat: "Innallaha laa yadh limu mits qala dzarrah, wa in taku hasanatan yudhaif ha". (Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan (merugikan) walau seberat zarrah (semut) jika itu suatu hasanat maka akan dilipat gandakan pahalanya). Kemudian lalu diberi hak syafa'at bagi para nabi, para Malaikat dan kaum mu'minin. Kemudian setelah selesai semuanya Allah berfirman: Kini tinggal syafa'at-Ku, lalu Allah mengeluarkan dari neraka segenggam, dan keluar orang-orang yang sudah menjadi arang, lalu dimasukkan dalam sungai di muka pintu sorga bernama maa’ul hayat, lalu tumbuhlah mereka di tepi sorga bagaikan biji tumbuh dari tengah air bah, sebagaimana yang biasa kamu melihat yang tumbuh di dekat bukit, dan yang kena matahari maka kehijau-hijauan, dan yang di bawah naungan agak putih, maka keluarlah mereka bagaikan mutiara lalu diletakkan di leher mereka tanda setempel (kalung) lalu dipersilakan masuk sorga, dan disebut: mereka yang dimerdekakan oleh Arrahman Allah telah memasukkan mereka ke dalam sorga tanpa amal dan kebaikan sama sekali, lalu dikatakan kepada mereka: Untuk kamu apa yang telah kamu lihat dan berlipat dua kali dari itu. (Bukhari, Muslim). ,.
Abu Saied berkata: Jika kamu tidak percaya kepadaku maka bacalah ayat: "Innallaha laa yadh limu mits qala dzarrah, wa in taku hasanatan yudhaif ha". (Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan (merugikan) walau seberat zarrah (semut) jika itu suatu hasanat maka akan dilipat gandakan pahalanya). Kemudian lalu diberi hak syafa'at bagi para nabi, para Malaikat dan kaum mu'minin. Kemudian setelah selesai semuanya Allah berfirman: Kini tinggal syafa'at-Ku, lalu Allah mengeluarkan dari neraka segenggam, dan keluar orang-orang yang sudah menjadi arang, lalu dimasukkan dalam sungai di muka pintu sorga bernama maa’ul hayat, lalu tumbuhlah mereka di tepi sorga bagaikan biji tumbuh dari tengah air bah, sebagaimana yang biasa kamu melihat yang tumbuh di dekat bukit, dan yang kena matahari maka kehijau-hijauan, dan yang di bawah naungan agak putih, maka keluarlah mereka bagaikan mutiara lalu diletakkan di leher mereka tanda setempel (kalung) lalu dipersilakan masuk sorga, dan disebut: mereka yang dimerdekakan oleh Arrahman Allah telah memasukkan mereka ke dalam sorga tanpa amal dan kebaikan sama sekali, lalu dikatakan kepada mereka: Untuk kamu apa yang telah kamu lihat dan berlipat dua kali dari itu. (Bukhari, Muslim). ,.
BAB :
KEPASTIAN ADANYA SYAFA'AT DAN KELUARNYA ORANG YANG TAUHID DARI
NERAKA
116. Abu Saied Alkhudri r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Akan masuk ahli sorga ke sorga, dan ahli neraka ke neraka, kemudian
Allah memerintahkan Keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya ada
seberat biji sawi dari iman, lalu dikeluarkan mereka sudah hitam warna mereka,
lalu mereka dimasukkan dalam sungai (nahrul hayat) hidup, maka tumbuhlah mereka
itu bagaikan biji yang tumbuh setelah ada air-bah, tidaklah tumbuhnya berwarna
kuning berbelit (berkait). (Bukhari, Muslim).
117.
Abdullah bin Mas'ud -r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sungguh aku mengetahui
orang-orang yang terakhir keluar dari neraka dan terakhir masuk sorga, ialah
seorang yang keluar dari neraka sambil merangkak-rangkak, lalu diperintah oleh
Allah: Masuklah ke sorga, maka ia segera pergi ke sorga, tetapi terbayang
baginya telah penuh, maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhan saya dapatkan sudah
penuh, lalu diperintah pergilah masuk sorga, maka pergi kembali dan terbayang
olehhya seakan-akan telah penuh maka ia kembali berkata: Ya Tuhan, saya dapatkan
sudah penuh, kemudian diperintah: Pergilah masuk sorga, maka di sana untukmu
seluas dunia sepuluh kali, atau untukmu seluas dunia dan sepuluh kalinya, maka
ia berkata: Engkau mengejek dan menertawakan aku sedang Engkau raja yang
berkuasa. Sungguh aku telah melihat Rasulullah saw. tertawa ketika menerangkan
hadits ini sehingga terlihat gigi gerahamnya. Dan itu serendah-rendah tingkat
ahli sorga. (Bukhari, Muslim).
BAB :
TINGKAT YANG TERENDAH DALAM SORGA
118. Anas r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda:
Kelak Allah akan mengumpulkan semua manusia di hari qiyamat, lalu mereka
berkata: Andaikan kami mendapat orang yang dapat memberikan syafa'atnya
menghadap kepada Tuhan, supaya segera
melepaskan kami dari tempat ini, lalu mereka pergi kepada Adam dan berkata:
Engkaulah yang dicipta oleh Allah dengan tangan-Nya, dan ditiupkan ruh padamu
dan menyuruh Malaikat sujud kepadamu, berikan syafa'atmu untuk kami di sisi
Tuhan. Jawab Adam: Bukan aku yang berhak memberikan syafa'at itu, lalu ia
mengingati dosanya, lalu mereka disuruh pergi kepada Ibrahim yang telah
dijadikan khalilullah, maka pergilah mereka kepada Ibrahim, dijawab oleh
Ibrahim: Itu bukan bagianku lalu ia mengingati dosanya, dan menganjurkan supaya
pergi kepada Musa yang menjadi kalimullah, dan ketika datang kepada Musa,
dijawab: Itu bukan bagianku, lalu ia mengingati dosanya dan berkata: Pergilah
kepada Isa, lalu mereka pergi kepada Isa, tetapi juga dijawab: Itu
bukan bagianku, tetapi
kamu pergi kepada
Nabi Muhammad saw, yang telah diampuni dosanya yang lalu dan kemudian,
lalu mereka datang kepadaku, maka aku pergi minta izin kepada Tuhan, dan apabila
aku telah melihat-Nya, segera aku sujud dan dibiarkan oleh
Allah beberapa lama
memuji-muji Allah hingga diperintah: Angkat kepalamu, dan
mintalah pasti akan diberi, katakanlah pasti didengar, ajukanlah syafa'atmu
pasti dilaksanakan, maka aku mengangkat kepala dan kembali memuji Allah dengan
pujian yang langsung diajari oleh Allah, kemudian diizinkan memberi syafa'at
pada orang-orang yang tertentu, aku keluarkan mereka dari neraka dan aku
masukkan mereka ke sorga, kemudian aku berdo'a kembali sambil bersujud dan
diterima seperti semula, kemudian ketiga dan keempat, sehingga tidak tinggal di
dalam neraka kecuali orang yang tidak percaya kepada Alqur'an dan menentangnya.
(Bukhari, Muslim)
119. Anas bin Malik r.a. berkata: Nabi Muhammad
saw. menceritakan kepada kami: Jika tiba hari qiyamat bergoncanglah keadaan
rnanusia dan bingung setengah pada setengahnya, sehingga mereka pergi kepada
Adam dan berkata: Berikan syafa'atmu di depan Tuhan untuk kami, dijawab: Bukan
bagianku tetapi kamu pergi kepada Ibrahim, sebab ia Khalilullah, lalu pergi ke
Ibrahim, dan dijawab oleh Ibrahim: Bukan bagianku, tetapi kamu pergi kepada Musa
kalimullah, maka pergilah mereka kepada Musa dan dijawab: Bukn bagianku, tetapi
kalian pergi kepada Isa Ruhulullah dan Kalimat-Nya, lalu mereka pergi kepada Isa
dan dijawab: Bukan bagianku, tetapi kalian pergi kepada Muhammad saw. Maka
mereka datang kepadaku, maka aku sambut: Akulah orangnya. Lalu aku minta izin
kepada Tuhan dan diizinkan dan diilhamkan kepadaku beberapa kalimat pujian yang
belum pernah aku ketahui kecuali pada saat itu, setelah aku memuji lalu aku
bersujud sehingga diperintah: Angkat kepalamu, dan katakanlah pasti akan
didengar, mintalah pasti diterima, berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, lalu
aku minta: Ya Tuhan, tolonglah ummatku, tolonglah ummatku, lalu diperintah:
Pergilah, keluarkan dari neraka siapa yang di dalam hatinya ada seberat jagung
dari iman, dan sesudah aku laksanakan, aku kembali bersujud dan memuji Allah
dengan pujian yang istimewa itu, sehingga diperintah: Angkatlah kepalamu, dan
katakan pasti akan didengar, mintalah akan diberi, dan berikan syafa'atmu akan
dilaksanakan, maka kembali aku berdo'a: Ya Tuhan tolonglah ummatku,
tolonglah ummatku. Lalu diperintah pergilah keluarkan dari api neraka
siapa yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi atau semut dari iman, maka aku laksanakan, kemudian aku
kembali bersujud, dan
memanjatkan pujian yang
istimewa itu, sehingga
diperintah: Angkatlah kepalamu, dan katakan untuk didengar, mintalah pasti akan
diberi, dan berikan syafa'atmu pasti dilaksanakan, lalu aku berdoa: Ya Tuhan,
tolonglah ummatku, tolonglah ummatku. Maka aku diperintah: Pergilah,
keluarkanlah dari neraka siapa yang di dalam hatinya ada kurang, kurang, kurang
dari seberat biji sawi dari iman. Maka aku pergi melaksanakan.
Kemudian aku kembali keempat. kalinya bersujud dan memuji Allah dengan pujian yang istimewa itu, sehingga dipanggil: Ya Mu-hammad, angkatlah kepalamu, dan katakanlah niscaya didengar, dan mintalah akan diberi, dan berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, lalu aku berdo'a: Ya Rabbi izinkan aku memberi syafa'at pada orang yang pernah mengucap La ilaha illallah, dijawab: Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku pasti akan Aku keluarkan dari neraka orang yang pernah mengucap La ilaha illallah. (Bukhari, Muslim).
Kemudian aku kembali keempat. kalinya bersujud dan memuji Allah dengan pujian yang istimewa itu, sehingga dipanggil: Ya Mu-hammad, angkatlah kepalamu, dan katakanlah niscaya didengar, dan mintalah akan diberi, dan berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, lalu aku berdo'a: Ya Rabbi izinkan aku memberi syafa'at pada orang yang pernah mengucap La ilaha illallah, dijawab: Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku pasti akan Aku keluarkan dari neraka orang yang pernah mengucap La ilaha illallah. (Bukhari, Muslim).
120. Abu Hurairah r.a, berkata: Telah dihidangkan
kepada Nabi saw. daging, lalu ia mengangkat sampil (paha) yang sangat disuka,
lalu ia menggigit, tiba-tiba ia bersabda: Akulah pimpinan manusia di hari
qiyamat, tahukah kamu mengapakah itu? Akan dikumpulkan semua manusia dari yang
pertama hingga yang terakhir dalam sebuah dataran sehingga mudah didengar tiap
seruan dan dapat dilihat oleh mata, dan matahari didekatkan, sehingga kerisauan
manusia mencapai puncaknya dan tidak sanggup menanggungnya, sehingga mereka
berkata: Tidakkah kalian memikirkan keadaan yang memuncak ini, tidakkah kalian
mencari siapakah kiranya yang dapat memberikan syafa'atnya untuk menghadap
kepada Tuhan? Sebagian mereka berkata: Lebih baik kalian pergi kepada Adam, maka
pergilah mereka kepada Adam dan berkata kepadanya: Anda sebagai bapak dari semua
manusia, Allah telah menciptakan anda langsung dengan tangan-Nya, dan meniupkan
ruh-Nya dan menyuruh Malaikat bersujud kepadamu, tolonglah gunakan syafa'atmu
untuk miflta keringanan bagi keadaan kami ini, tidakkah anda telah mengetahui
bagaimana beratnya penderitaan kami ini. Jawab Adam: Pada hari ini Tuhan sangat
murka, belum pernah marah seperti kini, dahulunya dan hingga akhimya, dan Dia
dahulu telah melarang aku dekat kepada pohon, akhirnya aku melanggar, karena itu
hari ini aku hanya memikirkan diriku, diriku, diriku, lebih baik kalian pergi
kepada Nuh a.s, Maka pergilah mereka kepada Nuh dan berkata: Anda pertama dari
semua Rasul kepada penduduk bumi, Allah menamakan anda hamba yang banyak syukur
tolonglah anda mintakan kepada Tuhan untuk meringankan keadaan kami ini,
perhatikanlah keadaan kami ini. Jawab Nuh: Kini Tuhan telah murka yang belum
pernah murka seperti ini dan tidak akan murka seperti hari ini, sedang aku
dahulu diberi do'a mustajab dan sudah aku gunakan untuk kaumku. Kini aku hanya
mengharapkan keselamatan diriku, keselamatan diriku, diriku, lebih baik kalian
pergi kepada Ibrahim a.s. Maka pergilah mereka kepada Ibrahim dan berkata: Anda
Nabiyullah dan khalilullah dari penduduk bumi, tolonglah berikan syafa'atmu
kepada Tuhan untuk meringankan penderitaan kami ini. Jawab Ibrahim a.s.: Sungguh
Tuhan sangat marah belum pernah marah seperti ini dan tidak akan marah seperti
hari ini, sedang aku pernah berdusta tiga kali, kini aku hanya minta keselamatan
diriku, diriku, diriku, pergilah kalian kepada Musa a.s. Maka pergilah rombongan
itu kepada Musa, dan berkata: Anda sebagai utusan Allah telah dilebihkan oleh
Allah dengan risalah dan langsung mendengar firman Allah (berkata-kata dengan
Allah), tolonglah berikan syafa'at-mu kepada kami untuk meringankan penderitaan
kami ini. Jawab Musa a.s.: Sesungguhnya Tuhan sangat murka pada hari ini, belum
pernah marah seperti ini dan tidak akan marah seperti hari ini, sedang aku
pernah membunuh orang yang tidak diperintahkan kepadaku, aku kini hanya
mengharap semoga selamat diriku, diriku, diriku. Pergilah kalian kepada Isa
a.s., lalu mereka pergi kepada Isa a.s. dan berkata: Ya Isa, anda utusan Allah
dan kalimat Allah yang diturunkan kepada Maryam, juga ruh daripada-Nya, anda
telah dapat berkata-kata sejak dibuaian, tolonglah berikan syafa'atmu untuk
meringankan penderitaan kami. Jawab Isa a.s.: Sesungguhnya pada hari ini Tuhan
sangat murka, belum pernah marah seperti ini, dan tidak akan murka seperti ini,
aku kini hanya mengharap semoga selamat diriku, diriku, diriku sendiri. Sedang
Nabi Isa tidak menyebut dosanya. Tetapi kalian pergi kepada Muhammad saw. Maka
datanglah mereka kepadaku dan berkata: Ya Muhammad anda sebagai Rasulullah dan
penutup dari semua nabi, Allah telah mengampunkan dosamu yang lampau dan yang
kemudian, tolong berikan syafa'atmu kepada Tuhan untuk meringankan penderitaan
kami ini, tidakkah anda mengetahui bagaimana keadaan kami ini. Maka pergilah aku
ke bawah arsy untuk bersujud kepada Tuhan, kemudian Allah membukakan untukku
puja puji yang belum pernah aku ucapkan dan tidak pernah diucapkan oleh orang
sebelumku, sehingga Tuhan berfirman: Ya Muhammad angkat kepala-mu, mintalah aku
terima, berikan syafa'atmu akan dilaksanakan, maka aku angkat kepala dan berdo'a: Ya Rabbi
selamatkan ummatku, Ya Rabbi selamatkan ummatku. Dijawab: Ya Muhammad masukkan
umatmu yang tidak kena hisab dari pintu kanan sorga, sedang yang lain bersama
orang banyak dari pintu yang lainnya. Kemudian Nabi saw. bersabda; Demi Allah
yang jiwaku ada di tangan-Nya lebar di antara kedua daun pintu sorga itu
sebagaimana jarak antara Makkah dengan Himyar, atau antara Makkah dengan Bushra
(Syam). (Bukhari, Muslim).


0 comments:
Post a Comment