Bab: Tekun dalam mencari
ilmu dan hikmah
No. Hadist: 71
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku Isma'il bin Abu Khalid -dengan
lafazh hadits yang lain
dari yang dia ceritakan kepada kami dari Az Zuhri- berkata; aku mendengar Qais bin Abu Hazim berkata; aku mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal; (terhadap) seorang yang Allah
berikan harta lalu dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan
seseorang yang Allah berikan hikmah lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya
kepada orang lain".
Bab: Perginya Nabi Musa
Alaihissalam kelaut untuk menemui Khidlir
No. Hadist: 72
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin
Gharair Az Zuhri berkata, Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan bapakku kepadaku dari Shalih dari Ibnu Syihab, dia menceritakan bahwa 'Ubaidullah bin Abdullah mengabarkan kepadanya dari Ibnu 'Abbas, bahwasanya dia dan Al Hurru bin Qais bin Hishin Al Fazari berdebat tentang sahabat Musa 'Alaihis salam, Ibnu 'Abbas berkata; dia adalah Khidlir 'Alaihis salam.
Tiba-tiba lewat
Ubay bin Ka'ab di depan keduanya, maka Ibnu 'Abbas memanggilnya dan berkata:
"Aku dan temanku ini berdebat tentang sahabat Musa 'Alaihis salam, yang ditanya
tentang jalan yang akhirnya mempertemukannya, apakah kamu pernah mendengar Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan masalah ini?" Ubay bin Ka'ab
menjawab: Ya, benar, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Ketika Musa di tengah pembesar Bani Israil, datang seseorang
yang bertanya: apakah kamu mengetahui ada orang yang lebih pandai darimu?"
Berkata Musa 'Alaihis salam: "Tidak". Maka Allah Ta'ala mewahyukan kepada Musa
'Alaihis salam: "Ada, yaitu hamba Kami bernama Hidlir." Maka Musa 'Alaihis Salam
meminta jalan untuk bertemu dengannya. Allah menjadikan ikan bagi Musa sebagai
tanda dan dikatakan kepadanya; "jika kamu kehilangan ikan tersebut kembalilah,
nanti kamu akan berjumpa dengannya". Maka Musa 'Alaihis Salam mengikuti jejak
ikan di lautan. Berkatalah murid Musa 'Alaihis salam: "Tahukah kamu tatkala kita
mencari tempat berlindung di batu tadi? Sesungguhnya aku lupa (menceritakan
tentang) ikan itu dan tidaklah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali
setan". Maka Musa 'Alaihis Salam berkata:."Itulah (tempat) yang kita cari". Lalu
keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Maka akhirnya keduanya bertemu
dengan Hidlir 'Alaihis salam." Begitulah kisah keduanya sebagaimana Allah
ceritakan dalam Kitab-Nya.
Bab: Sabda Nabi
Shallallahu 'alaihi wa salam: "Ya Allah ajarkanlah dia
al-Kitab".
No. Hadist: 73
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Warits berkata, telah menceritakan kepada kami Khalid dari 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas berkata: Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di
sampingku lalu bersabda: "Ya Allah, ajarkanlah dia Kitab".
Bab: Kapan dibolehkan
mendengarkan pendapat anak kecil
No. Hadist: 74
Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Abu Uwais berkata, Telah menceritakan kepadaku Malik dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah
dari Abdullah bin 'Abbas
berkata; aku datang dengan menunggang keledai betina, yang
saat itu aku hampir menginjak masa baligh, dan Rasulullah sedang shalat di Mina
dengan tidak menghadap dinding. Maka aku lewat di depan sebagian shaf kemudian
aku melepas keledai betina itu supaya mencari makan sesukanya. Lalu aku masuk
kembali di tengah shaf dan tidak ada orang yang menyalahkanku".
No. Hadist: 75
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin
Yusuf berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu Mushir berkata, Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin
Harb Telah menceritakan kepadaku Az Zubaidi dari Az Zuhri dari Mahmud bin Ar Rabbi' berkata: "Aku mengingat dari Nabi, saat
Beliau melumuri air ludah Beliau di wajahku, saat itu aku baru berumur lima
tahun".
Bab: Pergi menuntut
ilmu
No. Hadist: 76
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Qasim Khalid bin Khali
-seorang hakim di Himshi-, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Harb berkata, Telah menceritakan kepada kami Al Auza'i telah mengabarkan kepada kami Az Zuhri dari 'Ubaidullah bin Abdullah bin
'Utbah bin Mas'ud dari Ibnu 'Abbas bahwasanya dia dan Al Hurru bin Qais bin Hishin Al
Fazari berdebat tentang sahabat Musa 'Alaihis salam, Ibnu 'Abbas berkata; dia
adalah Khidlir 'Alaihis salam. Tiba-tiba lewat Ubay bin Ka'b di depan keduanya,
maka Ibnu 'Abbas memanggilnya dan berkata: "Aku dan temanku ini berdebat tentang
sahabat Musa 'Alaihis salam, yang ditanya tentang jalan yang akhirnya
mempertemukannya, apakah kamu pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
menceritakan masalah ini?" Ubay bin Ka'ab menjawab: Ya, benar, aku pernah mendengar Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika Musa di tengah pembesar Bani
Israil, datang seseorang yang bertanya: apakah kamu mengetahui ada orang yang
lebih pandai darimu?" Berkata Musa 'Alaihis salam: "Tidak". Maka Allah Ta'ala
mewahyukan kepada Musa 'Alaihis salam: "Ada, yaitu hamba Kami bernama Hidlir."
Maka Musa 'Alaihis Salam meminta jalan untuk bertemu dengannya. Allah menjadikan
ikan bagi Musa sebagai tanda dan dikatakan kepadanya; "jika kamu kehilangan ikan
tersebut kembalilah, nanti kamu akan berjumpa dengannya". Maka Musa 'Alaihis
Salam mengikuti jejak ikan di lautan. Berkatalah murid Musa 'Alaihis salam:
"Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi? Sesungguhnya
aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidaklah yang melupakan aku untuk
menceritakannya kecuali setan". Maka Musa 'Alaihis Salam berkata:."Itulah
(tempat) yang kita cari". Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
Maka akhirnya keduanya bertemu dengan Hidlir 'Alaihis salam." Begitulah kisah
keduanya sebagaimana Allah ceritakan dalam Kitab-Nya.
Bab: Keutamaan orang yang
berilmu dan mengajarkannya
No. Hadist: 77
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala` berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah dari Buraid bin Abdullah dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya
adalah seperti hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Diantara tanah itu
ada jenis yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan
rerumputan yang banyak. Dan di antaranya ada tanah yang keras lalu menahan air
(tergenang) sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum hewan ternak dan
untuk menyiram tanaman. Dan yang lain ada permukaan tanah yang berbentuk lembah
yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman.
perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allah dan dapat
memanfa'atkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan
mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak dapat mengangkat derajat
dan tidak menerima hidayah Allah dengan apa yang aku diutus dengannya". Berkata
Abu Abdullah; Ishaq berkata: "Dan diantara jenis tanah itu ada yang
berbentuk lembah yang dapat menampung air hingga penuh dan diantaranya ada
padang sahara yang datar".
Bab: Diangkatnya ilmu dan
munculnya kebodohan
No. Hadist: 78
Telah menceritakan kepada kami 'Imran bin Maisarah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Abu At Tayyah dari Anas bin Malik berkata, telah bersabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan
merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara
terang-terangan".
No. Hadist: 79
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah dari Qotadah dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah sedikitnya ilmu dan merebaknya
kebodohan, perzinahan secara terang-terangan, jumlah perempuan yang lebih banyak
dan sedikitnya laki-laki, sampai-sampai (perbandingannya) lima puluh perempuan
sama dengan hanya satu orang laki-laki.
Bab: Keutamaan
ilmu
No. Hadist: 80
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Ufair berkata, Telah menceritakan kepadaku Al Laits berkata, Telah menceritakan kepadaku 'Uqail dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin Abdullah bin Umar bahwa Ibnu Umar berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika aku tidur, aku bermimpi
diberi segelas susu lalu aku meminumnya hingga aku melihat pemandangan yang
bagus keluar dari kuku-kukuku, kemudian aku berikan sisanya kepada sahabat
muliaku Umar bin Al Khaththab". Orang-orang bertanya: "Apa ta'wilnya wahai
Rasulullah?" Beliau menjawab: "Ilmu".


0 comments:
Post a Comment