
Bab: Memberikan fatwa
ketika sedang menunggang kendaraan..
No. Hadist: 81
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, Telah menceritakan kepadaku Malik dari Ibnu Syihab dari 'Isa bin Thalhah bin Ubaidillah dari Abdullah bin
'Amru bin Al 'Ash; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di Mina pada haji wada'
memberi kesempatan kepada manusia untuk bertanya kepada beliau. Lalu datanglah
seseorang dan berkata: "Aku tidak menyadari, ternyata saat aku mencukur rambut
aku belum menyembelih." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sembelihlah, tidak apa-apa" Kemudian datang orang lain dan berkata: "Aku tidak
menyadari, ternyata ketika berkurban aku belum melempar (jumrah) ". Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "lemparlah dan tidak apa-apa". Dan
tidaklah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang sesuatu perkara
sebelum dan sesudahnya kecuali beliau menjawab: "Lakukanlah dan tidak apa-apa".
Bab: Menjawab fatwa
dengan isyarat tangan atau anggukan kepala
No. Hadist: 82
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il berkata, Telah menceritakan kepada kami Wuhaib berkata, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
ditanya seseorang tentang haji yang dilakukannya, orang itu bertanya: "Aku
menyembelih hewan sebelum aku melempar jumrah". Beliau memberi isyarat dengan
tangannya, yang maksudnya "tidak apa-apa"."Dan aku mencukur sebelum
menyembelih". Beliau memberi isyarat dengan tangannya yang maksudnya "tidak
apa-apa".
No. Hadist: 83
Telah menceritakan kepada kami Al Makki bin Ibrahim berkata, telah mengabarkan kepada kami Hanzhalah bin Abu Sufyan dari Salim berkata; aku mendengar Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ilmu akan diangkat dan akan
tersebar kebodohan dan fitnah merajalela serta banyak timbul kekacauan".
Ditanyakan kepada Beliau shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah, apa
yang dimaksud dengan kekacauan?" Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam
menjawab: "Begini". Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat dengan
tangannya lalu memiringkannya. Seakan yang dimaksudnya adalah pembunuhan.
No. Hadist: 84
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il berkata, Telah menceritakan kepada kami Wuhaib berkata, Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Fatimah dari Asma' berkata: Aku menemui Aisyah saat dia sedang
shalat. Setelah itu aku tanyakan kepadanya: "Apa yang sedang dilakukan
orang-orang?" Aisyah memberi isyarat ke langit. Ternyata orang-orang sedang
melaksanakan shalat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata: "Maha suci Allah".
Aku tanyakan lagi: "Satu tanda saja?" Lalu dia memberi isyarat dengan kepalanya,
maksudnya mengangguk tanda mengiyakan. Maka akupun ikut shalat namun timbul
perasaan yang membingungkanku, hingga aku siram kepalaku dengan air. Dalam
khutbahnya, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memuji Allah dan mensucikan-Nya,
lalu bersabda: "Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku
sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka, lalu diwahyukan
kepadaku: bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian seperti -atau
hampir berupa- fitnah -yang aku sendiri tidak tahu apa yang diucapkan Asma'
diantaranya adalah fitnah Al Masihud dajjal-; "akan ditanyakan kepada seseorang
(didalam kuburnya); "Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini?" Adapun orang
beriman atau orang yang yakin, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud diantara
keduanya- akan menjawab: 'Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada
kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia
adalah Muhammad, ' diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan:
'Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu adalah orang
yang yakin'. Adapun orang Munafiq atau orang yang ragu, -Asma' kurang pasti mana
yang dimaksud diantara keduanya-, akan menjawab; "aku tidak tahu siapa dia, aku
mendengar manusia membicarakan sesuatu maka akupun mengatakannya".
Bab: Anjuran Nabi
Shallallahu 'alaihi wa salam kepada utusan 'Abdul Qais untuk menjaga
iman
No. Hadist: 85
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Ghundar berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Jamrah berkata aku pernah menjadi penerjemah antara Ibnu 'Abbas dan orang-orang, katanya; bahwasanya telah datang rombongan utusan Abdul Qais menemui Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata:
"Utusan siapakah ini atau kaum manakah ini?" Utusan itu menjawab: "Rabi'ah".
Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Selamat datang kaum atau para
utusan dengan sukarela dan tanpa menyesal". Para utusan berkata: "Wahai
Rasulullah kami datang dari perjalanan yang jauh sementara diantara kampung kami
dan engkau ada kampung kaum kafir (suku) Mudlor, dan kami tidak sanggup untuk
mendatangi engkau kecuali di bulan suci. Ajarkanlah kami dengan satu perintah
yang jelas, yang dapat kami amalkan dan kami ajarkan kepada orang-orang di
kampung kami dan dengan begitu kami dapat masuk surga." Lalu mereka bertanya
kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang minuman. Maka Nabi shallallahu
'alaihi wasallam memerintahkan mereka dengan empat hal dan melarang dari empat
hal, memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah satu-satunya, beliau
berkata: "Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah satu-satunya?" Mereka
menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam menjelaskan: "Persaksian tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali
Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan
zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan kalian mengeluarkan seperlima dari harta
rampasan perang". Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang mereka dari
empat perkara, yaitu dari meminum dari dari al hantam, ad Dubbaa` dan al
Muzaffaat. Syu'bah menerangkan; terkadang beliau menyebutkan an naqir dan
terkadang muqoyyir (bukan naqir). Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "jagalah semuanya dan beritahukanlah kepada orang-orang di kampung
kalian".
Bab: Bepergian untuk
mencari jawaban tentang masalah yang terjadi
No. Hadist: 86
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqotil Abu Al
Hasan berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Umar bin Sa'id bin Abu Husain berkata,
telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Mulaikah
dari 'Uqbah bin Al Harits; bahwasanya dia menikahi seorang perempuan putri Ibnu Ihab bin 'Aziz.
Lalu datanglah seorang perempuan dan berkata: "Aku pernah menyusui 'Uqbah dan
wanita yang dinikahinya itu". Maka 'Uqbah berkata kepada perempuan itu: "Aku
tidak tahu kalau kamu pernah menyusuiku dan kamu tidak memberitahu aku." Maka
'Uqbah mengendarai kendaraannya menemui Rasul shallallahu 'alaihi wasallam di
Madinah dan menyampaikan masalahnya. Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "harus bagaimana lagi, sedangkan dia sudah mengatakannya". Maka 'Uqbah
menceraikannya dan menikah dengan wanita yang lain.
Bab: Bergantian dalam
mencari ilmu
No. Hadist: 87
Telah
menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari
Az Zuhri. Menurut jalur yang lainnya; Abu Abdullah berkata; dan berkata Ibnu
Wahb; telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin
Abdullah bin Abu Tsaur dari Abdullah bin 'Abbas dari Umar berkata: Aku dan
tetanggaku dari Anshar berada di desa Banu Umayyah bin Zaid dia termasuk orang
kepercayaan di Madinah, kami saling bergantian menimba ilmu dari Rasul
shallallahu 'alaihi wasallam, sehari aku yang menemui Beliau shallallahu 'alaihi
wasallam dan hari lain dia yang menemui Beliau shallallahu 'alaihi wasallam,
Jika giliranku tiba, aku menanyakan seputar wahyu yang turun hari itu dan
perkara lainnya. Dan jika giliran tetanggaku tiba, ia pun melakukan hal yang
sama. Ketika hari giliran tetanggaku tiba, dia datang kepadaku dengan mengetuk
pintuku dengan sangat keras, seraya berkata: "Apakah dia ada disana?" Maka aku
kaget dan keluar menemuinya. Dia berkata: "Telah terjadi persoalan yang gawat!".
Umar berkata: "Aku pergi menemui Hafshah, dan ternyata dia sedang menangis, aku
bertanya kepadanya: "Apakah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menceraikanmu?"
Hafshah menjawab: "Aku tidak tahu". Maka aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, sambil berdiri aku tanyakan: "Apakah engkau menceraikan istri-istri
engkau?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak". Maka aku ucapkan:
"Allah Maha Besar".
Bab: Marah ketika memberi
nasehat dan mengajar jika melihat sesuatu yang
dibenci
No. Hadist: 88
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata, telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Khalid dari Qais bin Abu Hazim dari Abu Al Mas'ud Al Anshari berkata,
seorang sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, aku hampir tidak sanggup shalat
yang dipimpin seseorang dengan bacaannya yang panjang." Maka aku belum pernah
melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi peringatan dengan lebih marah
dari yang disampaikannya hari itu seraya bersabda: "Wahai manusia, kalian
membuat orang lari menjauh. Maka barangsiapa shalat mengimami orang-orang
ringankanlah. Karena diantara mereka ada orang sakit, orang lemah dan orang yang
punya keperluan".
No. Hadist: 89
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad berkata, Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin 'Amru Al 'Aqadi berkata, Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal Al Madini dari Rabi'ah bin Abu Abdurrahman
dari Yazid mantan budak Al Munba'its, dari Zaid bin Khalid Al Juhani bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam ditanya oleh seseorang tentang barang temuan, maka
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kenalilah tali pengikatnya, atau
Beliau berkata; kantong dan tutupnya, kemudian umumkan selama satu tahun,
setelah itu pergunakanlah. Jika datang pemiliknya maka berikanlah kepadanya".
Orang itu bertanya: "Bagaimana dengan orang yang menemukan unta?" Maka Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam marah hingga nampak merah mukanya, lalu berkata:
"apa urusanmu dengan unta itu, sedang dia selalu membawa air di perutnya,
bersepatu sehingga dapat hilir mudik mencari minum dan makan rerumputan, maka
biarkanlah dia hingga pemiliknya datang mengambilnya". Orang itu bertanya lagi
tentang menemukan kambing, maka Beliau menjawab: "Itu untuk kamu atau saudaramu
atau serigala".
No. Hadist: 90
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala` berkata, Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah
ditanya tentang sesuatu yang Beliau tidak suka, ketika terus ditanya, Beliau
marah lalu berkata kepada orang-orang: "Bertanyalah kepadaku sesuka kalian".
Maka seseorang bertanya: "Siapakah bapakku?" Beliau shallallahu 'alaihi wasallam
menjawab: "Bapakmu adalah Hudzafah". Yang lain bertanya: "Siapakah bapakku wahai
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?: "Bapakmu Salim, sahaya Syaibah" Ketika
Umar melihat apa yang ada pada wajah Beliau, dia berkata: "Wahai Rasulullah,
kami bertaubat kepada Allah 'azza wajalla".

0 comments:
Post a Comment