Sah puasa orang yang masih junub pada waktu fajar
  • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu dan Ummu Salamah Radhiyallahu’anhu berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah bangun pagi hari dalam keadaan junub bukan karena mimpi kemudian beliau terus berpuasa. (Shahih Muslim No.1864)
Diharamkan bersetubuh di siang hari bulan Ramadan bagi yang berpuasa dan wajib membayar kifarat yang sangat berat. Keterangan bahwa kifarat tersebut harus dilaksanakan bagi yang mampu atau tidak mampu dan bagi yang tidak mampu tanggungan kifarat tersebut ditunggu sampai mampu
  • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Seorang lelaki datang menemui Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan berkata: Celaka saya, wahai Rasulullah. Beliau bertanya: Apa yang membuat engkau celaka? Lelaki itu menjawab: Saya telah bersetubuh dengan istri saya di siang hari bulan Ramadan. Beliau bertanya: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memerdekakan seorang budak? Ia menjawab: Tidak punya. Beliau bertanya: Mampukah engkau berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak mampu. Beliau bertanya lagi: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak punya. Kemudian ia duduk menunggu sebentar. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam memberikan sekeranjang kurma kepadanya sambil bersabda: Sedekahkanlah ini. Lelaki tadi bertanya: Tentunya aku harus menyedekahkannya kepada orang yang paling miskin di antara kita, sedangkan di daerah ini, tidak ada keluarga yang paling memerlukannya selain dari kami. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pun tertawa sampai kelihatan salah satu bagian giginya. Kemudian beliau bersabda: Pulanglah dan berikan makan keluargamu. (Shahih Muslim No.1870)
  • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan berkata: Celaka aku. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bertanya: Kenapa? Lelaki tadi menjawab: Aku telah menggauli istriku pada siang hari bulan Ramadan. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Bersedekahlah untuk itu, bersedekahlah. Tetapi laki-laki tadi berkata: Aku tidak memiliki apa-apa. Lalu beliau menyuruhnya duduk sejenak. Kemudian beliau memberikan kepadanya dua keranjang makanan dan menyuruhnya untuk menyedekahkannya. (Shahih Muslim No.1873)
Boleh berpuasa atau berbuka di siang hari bulan Ramadan bagi yang bepergian bukan untuk maksiat apabila jarak perjalanan minimal kira-kira 45 km, dan bagi orang yang mampu lebih baik berpuasa dan bagi yang keberatan boleh tidak puasa
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bepergian pada tahun penaklukan kota Mekah di bulan Ramadan. Beliau tetap berpuasa hingga tiba di daerah Kadid, beliau tidak berpuasa. Dan para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam selalu mengikuti kejadian demi kejadian karena perintahnya. (Shahih Muslim No.1875)
  • Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pada suatu perjalanan melihat seorang laki-laki dikerumuni orang banyak sehingga ia hampir-hampir tidak dapat dikenali. Kemudian beliau bertanya: Ada apa dengannya? Para sahabat menjawab: Dia sedang berpuasa. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Bukan termasuk kebaikan kalian berpuasa dalam perjalanan. (Shahih Muslim No.1879)
  • Hadis riwayat Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu: Anas Radhiyallahu’anhu pernah ditanya tentang berpuasa pada bulan Ramadan dalam perjalanan? Dia menjawab: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pada bulan Ramadan, yang berpuasa tidak mencela yang tidak puasa dan yang tidak puasa juga tidak mencela yang berpuasa. (Shahih Muslim No.1884)
Pahala orang yang tidak puasa dalam perjalanan jika ia menangani suatu pekerjaan
  • Hadis riwayat Anas Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam suatu perjalanan. Di antara kami ada yang tetap berpusa dan ada pula yang tidak puasa. Kami singgah di sebuah tempat saat hari sedang panas sekali. Di antara kami yang paling banyak mendapat naungan ialah orang-orang yang berpakaian lengkap, sementara orang-orang yang tidak berpakaian lengkap mereka melindungi kepalanya dari teriknya matahari dengan menutupkan tangannya ke atas. Maka orang-orang yang berpuasa berjatuhan (karena lemah) dan mereka yang tidak puasa masih dapat tegak berdiri. Mereka kemudian mendirikan tenda-tenda dan memberikan minum unta-unta. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Orang-orang yang berbuka hari ini pergi membawa pahala. (Shahih Muslim No.1886)
Memilih puasa atau tidak puasa dalam bepergian
  • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Hamzah bin Amru Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tentang puasa dalam perjalanan, maka beliau menjawab: Jika engkau mau, berpuasalah dan jika engkau tidak mau, maka boleh tidak puasa. (Shahih Muslim No.1889)
  • Hadis riwayat Abu Darda Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam di bulan Ramadan pada hari yang sangat panas, sehingga sampai sebagian kami terpaksa harus menutupkan tangan pada kepalanya, karena teriknya matahari. Kami semua tidak ada yang berpuasa kecuali Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abdullah bin Rawahah. (Shahih Muslim No.1892)
Sunat berbuka bagi orang yang beribadah haji pada hari Arafah di Arafah
  • Hadis riwayat Ummul Fadhel binti Harits Radhiyallahu’anhu: Bahwa beberapa orang berdebat di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Sebagian mereka ada yang mengatakan bahwa pada hari itu beliau berpuasa, sebagian mengatakan bahwa pada hari itu beliau tidak berpuasa. Kemudian aku mengirimkan segelas susu kepada beliau yang wukuf dekat untanya di Arafah. Ternyata beliau meminumnya (beliau tidak puasa). (Shahih Muslim No.1894)
  • Hadis riwayat Ummul Fadhel Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Beberapa orang sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam merasa ragu akan hukum puasa hari Arafah, sedangkan kami di sana bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Maka aku mengirimkan secangkir susu kepada beliau, sewaktu beliau berada di Arafah lalu beliau meminumnya (tidak puasa). (Shahih Muslim No.1895)
Puasa pada hari Asyura’
  • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Adalah kaum Quraisy pada zaman Jahiliyah selalu berpuasa pada hari Asyura’ dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam juga berpuasa pada hari itu. Ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau tetap berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabat untuk berpuasa pada hari itu. Namun ketika diwajibkan puasa bulan Ramadan, beliau bersabda: Barang siapa yang ingin berpuasa, maka berpuasalah dan barang siapa yang tidak ingin berpuasa, maka ia boleh meninggalkannya. (Shahih Muslim No.1897)
  • Hadis riwayat Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Bahwa orang-orang Jahiliyah dahulu selalu berpuasa pada hari Asyura’. Dan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan kaum muslimin juga berpuasa pada hari itu sebelum diwajibkan puasa bulan Ramadan. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya hari Asyura’ adalah hari-hari Allah, maka barang siapa yang ingin berpuasa, maka berpuasalah pada hari itu dan barang siapa yang tidak ingin, maka ia boleh meninggalkannya. (Shahih Muslim No.1901)
  • Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu: Dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata: Asy`ats bin Qais datang menjumpai Abdullah, ketika ia sedang makan siang, ia (Abdullah) berkata: Wahai Abu Muhammad, mari kita makan siang. Ia (Asy`ats) berkata: Bukankah hari ini adalah hari Asyura’? Ia (Abdullah) bertanya: Apakah engkau mengetahui apa hari Asyura’ itu? Ia (Asy`ats) menjawab: Hari apa itu. Kemudian ia (Abdullah) menjelaskan: Hari itu adalah hari yang dahulu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam selalu berpuasa sebelum diwajibkan puasa bulan Ramadan dan ketika puasa bulan Ramadan diwajibkan, puasa hari Asyura’ itu ditinggalkan. (Shahih Muslim No.1905)
  • Hadis riwayat Muawiyah bin Abu Sufyan Radhiyallahu’anhu: Dari Humaid bin Abdurrahman bahwa ia mendengar Muawiyah bin Abu Sufyan berpidato di Madinah pada hari Asyura’ ketika ia berkunjung ke kota tersebut. Ia bertanya: Di manakah ulama-ulama kalian, wahai penduduk Madinah? Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda tentang hari ini. Hari ini adalah hari Asyura’ dan Allah tidak mewajibkan kalian melaksanakan puasa pada hari ini, tetapi aku berpuasa. Maka barang siapa di antara kalian ingin berpuasa, maka berpuasalah dan barang siapa di antara kalian ingin berbuka, maka silakan tidak puasa. (Shahih Muslim No.1909)
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tiba di Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi melaksanakan puasa hari Asyura’. Ketika ditanyakan tentang hal itu, mereka menjawab: Hari ini adalah hari kemenangan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Musa as. dan Bani Israel atas Firaun. Karena itulah pada hari ini kami berpuasa sebagai penghormatan padanya. Mendengar jawaban itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kami lebih berhak atas Musa dari kalian, maka beliau menyuruh para sahabat untuk berpuasa. (Shahih Muslim No.1910)
  • Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Has.ri Asyura’ adalah hari yang dimuliakan orang-orang Yahudi dan dijadikannya sebagai hari raya. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Berpuasalah kalian pada hari Asyura’ tersebut. (Shahih Muslim No.1912)
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu: Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu pernah ditanya tentang puasa pada hari Asyura’, dia menjawab: Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berpuasa sehari untuk mencari keutamaan hari itu atas hari-hari yang lain selain pada hari ini. Begitu pula (saya tidak pernah melihat beliau) berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan ini, bulan Ramadan. (Shahih Muslim No.1914)
Barangsiapa makan pada siang hari Asyura’, maka hendaknya ia berpuasa pada sisa harinya
  • Hadis riwayat Salamah bin Akwa` Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah mengutus seorang laki-laki dari Aslam pada hari Asyura’ untuk mengumumkan kepada manusia bahwa Barang siapa yang belum berpuasa, maka hendaknya ia berpuasa dan barang siapa yang terlanjur makan, maka hendaknya ia menyempurnakan dengan berpuasa sampai menjelang malam. (Shahih Muslim No.1918)
  • Hadis riwayat Rubayyi` binti Muawwidz bin Afra’ Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengirim surat ke kampung-kampung Ansar di sekitar Madinah yang isinya: Barang siapa yang pada pagi hari ini dalam keadaan berpuasa, maka hendaknya ia menyempurnakan puasanya itu. Barang siapa yang pada pagi hari ini tidak berpuasa, maka hendaknya ia berpuasa pada sisa harinya. Setelah itu kami berpuasa, bahkan kami menyuruh anak-anak kami yang masih kecil untuk ikut berpuasa bersama kami atas izin Allah. Sehingga ketika kami berangkat ke mesjid, kami membuatkan untuk mereka (anak-anak kami) mainan dari bulu kambing kibasy. Jika di antara mereka ada yang menangis minta makan, maka kami (hiburnya) dengan memberikan mainan tersebut. Demikian yang kami lakukan sampai kami semua boleh berbuka. (Shahih Muslim No.1919)
Larangan berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha 
  • Hadis riwayat Umar bin Khathab Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Bahwa dua hari ini hari yang dilarang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam untuk berpuasa, yaitu hari raya Idul Fitri setelah kalian berpuasa (Ramadan) dan hari raya makan (daging kurban) setelah kalian menunaikan ibadah haji. (Shahih Muslim No.1920)
  • Hadis riwayat Abu Said Khudhri Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidaklah patut berpuasa pada dua hari tertentu, yakni Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri setelah puasa Ramadan. (Shahih Muslim No.1922)
  • Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu dan berkata: Sungguh aku telah bernazar untuk berpuasa satu hari yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Idul Fitri. Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu berkata: Allah Taala memerintahkan untuk menepati janji, nazar dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melarang puasa pada hari ini. (Shahih Muslim No.1924)

0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top