http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahih%20Muslim

Larangan membangun mesjid di atas kuburan, larangan memasang gambar di dalam mesjid dan larangan menjadikan kuburan sebagai tempat salat

    • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Ummu Habibah Radhiyallahu’anhu dan Ummu Salamah Radhiyallahu’anhu menyebut-nyebut sebuah gereja yang pernah kami lihat di Habasyah yang penuh dengan gambar utusan Tuhan. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam lalu bersabda: Mereka itu mempunyai kebiasaan apabila ada orang saleh dari mereka meninggal dunia, maka mereka akan membangun sebuah mesjid di atas kuburnya dan menggambar beberapa gambar di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.822)
    • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Pada saat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sakit dan tidak sanggup bangun, beliau bersabda: Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat mesjid (tempat ibadah). (Shahih Muslim No.823)
    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Mudah-mudahan Allah memerangi orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. (Shahih Muslim No.824)
    • Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

Keutamaan dan janji untuk orang yang membangun mesjid

    • Hadis riwayat Usman bin Affan Radhiyallahu’anhu: Bahwa beliau meluruskan persoalan yang dibicarakan antara para sahabat ketika mesjid Nabawi telah dibangun: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala. (Bukair berkata: Aku kira) beliau bersabda: Karena mengharap keridaan Allah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)

Sunat meletakkan telapak tangan pada lutut ketika rukuk

    • Hadis riwayat Saad bin Abu Waqash Radhiyallahu’anhu: Mush’ab bin Saad berkata: Aku salat di samping ayahku. Aku biarkan tanganku (terlepas) di depan lututku. Lalu ayah berkata: Tempelkan kedua telapak tanganmu di kedua lututmu. Kemudian aku melakukan hal itu sekali lagi. Ayah memukul tanganku seraya mengatakan: Kita dilarang melakukan itu (melepas tangan saat rukuk). Kita diperintah untuk menempelkan tangan kita pada lutut saat rukuk. (Shahih Muslim No.832)

Larangan berbicara saat salat dan penghapusan hukum boleh berbicara saat salat

    • Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam saat beliau sedang salat dan beliau menjawab salam kami. Ketika kami kembali dari negeri Najasyi, kami mengucapkan salam kepada beliau saat salat, tetapi kali ini beliau tidak menjawabnya. Lalu kami bertanya: Wahai Rasulullah, dahulu kami mengucapkan salam kepada baginda yang sedang salat. Rasulullah menjawab pertanyaan kami: Sesungguhnya dalam salat itu ada suatu kesibukan. (Shahih Muslim No.837)
    • Hadis riwayat Zaid bin Arqam Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami pernah berbicara dalam salat. Seseorang berbicara dengan teman yang ada di sampingnya dalam salat. Hingga ketika turun ayat: Berdirilah untuk Allah “dalam salatmu” dengan khusyuk. Kami diperintahkan diam dan dilarang berbicaRadhiyallahu’anhu (Shahih Muslim No.838)
    • Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah mengutusnya dalam suatu keperluan. Kemudian aku menemui beliau sedang berjalan. (Qutaibah berkata: Beliau sedang salat). Aku ucapkan salam kepada beliau, namun beliau hanya memberikan isyarat. Selesai salat, beliau memanggilku dan bersabda: Ketika engkau mengucapkan salam tadi aku sedang salat. (Saat itu Rasulullah sedang salat menghadap ke arah timur). (Shahih Muslim No.839)

Boleh mengutuk setan, mohon perlindungan darinya di tengah salat dan boleh melakukan gerakan yang ringan dalam salat

    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Kemarin jin Ifrit menggoda dalam salatku supaya aku lalai. Akan tetapi Allah berkenan membantuku berlindung darinya sehingga aku dapat mencekiknya. Aku ingin mengikatnya di sebuah dinding mesjid hingga kalian dapat melihatnya, kemudian aku ingat doa saudaraku, nabi Sulaiman as.: Tuhanku, ampunilah aku. Berikanlah aku suatu kekuasaan yang tidak layak bagi seorang pun sesudahku. Sehingga Allah mengusirnya dalam keadaan rugi. (Shahih Muslim No.842)

Boleh menggendong anak kecil dalam salat

    • Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah salat sambil menggendong Umamah binti Zaenab binti Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Menurut keterangan Abul Ash bin Rabi`, apabila Rasulullah berdiri maka Umamah digendongnya dan jika sujud Umamah diletakkannya. (Shahih Muslim No.844)

Boleh berjalan satu atau dua langkah dalam salat

    • Hadis riwayat Sahal bin Saad Radhiyallahu’anhu: Bahwa beberapa orang menemui Sahal bin Saad. Mereka berselisih mengenai jenis kayu mimbar Rasul. Lalu kataku (Sahal): Demi Allah saya benar-benar tahu jenis kayu mimbar itu dan siapa pembuatnya. Aku sempat melihat pertama kali Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam duduk di atas mimbar itu. Abu hazim berkata: Aku katakan kepada Abu Abbas: Ceritakanlah! Ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah mengutus seseorang kepada istri Abu Hazim. Abu Hazim berkata bahwa beliau pada hari itu akan memberi nama anaknya, beliau bersabda: Lihatlah anakmu yang berprofesi tukang kayu. Dia telah membuatkan aku sebuah tempat di mana aku berbicara di hadapan orang. Dia telah membuatnya tiga anak tangga. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menyuruh meletakkannya di tempat ini. Mimbar tersebut berasal dari kayu hutan. Aku sempat melihat Rasulullah berdiri di mimbar sambil membaca takbir yang diikuti oleh para sahabat. Setelah beberapa lama berada di atas mimbar, beliau turun mengundurkan diri lalu melakukan sujud di dasar mimbar. Kemudian beliau kembali hingga beliau selesai salat. Setelah itu beliau menghadap ke arah para sahabat dan bersabda: Wahai manusia, sesungguhnya tadi aku lakukan hal itu agar kalian mengikuti aku dan kalian dapat belajar tentang salatku. (Shahih Muslim No.847)

Makruh memegang lambung saat salat

    • Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau melarang seseorang salat sambil memegang lambungnya erat-erat. (Shahih Muslim No.848) 







0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top