BAB :
CABANG-CABANG IMAN
21.
Abu Hurairah r.a berkata: Nabi saw.
bersabda: Iman itu enam puluh lebih cabangnya, dan sifat malu itu satu cabang
dari iman. (Bukhari, Muslim). Muslim meriwayatkan: Tujuh puluh lima cabang, yang
utama kalimat La ilaha illallah, dan yang terendah menghalaukan gangguan di
jalanan, dan malu itu satu cabang dari iman.
22.
Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. melihat
seorang yang menasehati saudaranya karena malu, maka Na,bi saw. bersabda:
Biarkanlah ia, karena sesungguhnya malu itu daripada iman. (Bukhari,
Muslim).
23. Imran bin Hushain r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Malu itu tiada mendatangkan sesuatu kecuali baik. (Bukhari,
Muslim).
BAB :
AMAL YANG UTAMA DALAM ISLAM
24.
Abdullah bin Amr r.a. berkata: Seorang
bertaiiya kepada Nabi saw.: Apakah yang baik dalam Islam? Jawab Nabi saw.:
Memberi makan, dan memberi salam pada orang yang anda kenal atau tidak kenal.
(Bukhari, Muslim).
25.
Abu Musa r.a. berkata: Sahabat bertanya;
Ya Rasulullah apakah yang utama dalam Islam? Jawab Nabi saw.: Siapa yang dapat
selamat semua orang Islam (muslim) dari gangguan lidah dan tangannya. (Bukhari,
Muslim).
BAB :
MENERANGKAN BEBERAPA SIFAT UNTUK MENCAPAI RASA KELEZATAN
IMAN
26.
Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda:
Tiga sifat, siapa yang melakukannya pasti dapat merasakan manisnya iman: 1.
Cinta bepada Allah dan Rasulullah melebihi dari cintanya kepada lain-lainnya. 2.
Cinta kepada sesama manusia semata-mata karena Allah. 3. Enggan (tidak suka)
kembali kepada kekafiran sebagaimana enggan (tidak suka) dimasukkan ke dalam api
neraka. (Bukhari, Muslim).
BAB :
WAJIB CINTA KEPADA RASULULLAH LEBIH DARI ANAK KELUARGA DAN SEMUA
MANUSIA
27.
Anas r.a. berfcata: Nabi saw. bersabda:
Tiada sempurna iman seseorang sehingga ia cinta kepadaku melebihi dari anak,
ayah kandungnya dan semua manusia. (Bukhari, Muslim).
BAB :
TANDA ADANYA IMAN
28.
Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda:
Tidak sempurna iman seorang sehingga ia suka untuk saudaranya (sesama muslim)
apa yang ia suka untuk dirinya sendiri. (Bukhari, Muslim).
BAB :
TERMASUK DALAM IMAN BAIK PADA TETANGGA DAN HORMAT TAMU DAN SELALU DIAM
KECUALI DALAM KEBAIKAN
29. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw..bersabda: Siapa yang percaya (beriman) kepada Allah dan Hari kemudian, maka
jangan mengganggu tetangganya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian, maka harus menghormat (menjamu) tamu-nya. Dan siapa yang beriman
kepada Allah dan hari kemudian maka hendaknya berkata baik atau diam. (Bukhari,
Muslim).
30.
Abu Syuraih Al-Adawy r.a. berkata: Telah
mendengar kedua telingdku, juga telah melihat kedua mataku ketika Nabi saw.
bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka harus
menghonnat tetangganya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian
maka harus menghormat tamunya ja'izahnya. Sahabat bertanya: Apakah ja'izahnya
itu ya Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Ja'izahnya itu ialah hidangan jamuan pada
hari pertama (sehari semalam). Dan hidangan dhiyafah (tamu) itu hingga tiga
hari, dan selebihnya dari itu, maka dianggap sedekah. Dan siapa yang beriman
kepada Allah dan hari kemudian, maka harus berkata baik atau diam. (Bukhari,
Muslim).
BAB :
PERBEDAAN
TINGKAN IMAN
31.
Uqbah bin Amr (Abu Mas'uud) r.a. berkata:
Rasululiah saw. bersabda: Iman itu di sini, sambil menunjuk ke arah negeri
Yaman, sedang keras hati dan kekejaman itu ada pada hartawan ternak yang setalu
di belakang ekor onta, di tempat keluarnya tanduk syaithan di suku Rabi'ah dan
Mudhar. (Bukhari, Muslim).
32,
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw.
bersabda: Telah datang kepadamu orang-orang Yaman, mereka itu lebih jinak
hatinya dan halus perasaannya. Fiqih itu layak pada orang Yaman dan hikmat itu
juga Yamaniyah. (Bukhari, Muslim),
33.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Induk kekafiran itu di timur, dan sombong kebanggaan itu pada ahli
kuda dan peternak onta, sedang ketenangan itu pada peternak kambing. (Bukhari,
Muslim)
34.
Abu Hurairah r.a. berkutu: Saya telah
mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bangga dan sombong ada pada orang-orang
peternak onta yang bersuara besar, sedang ketenangan umumnya pada peternak
kambing. Dan iman itu layak pada orang-orang Yaman, demikian pula hikmat layak
disebut yamaniyah. (Bukhari, Muslim).


0 comments:
Post a Comment