BAB :
PERINTAH PERANG TERHADAP ORANG KAFIR
HINGGA MEREKA MENGAKUI BAHWA TIADA TUHAN
KECUALI ALLAH DAN NABI MUHAMMAD UTUSAN
ALLAH
13. Abu Hurairah r.a. berkata:
Ketika Nabi saw. wafat,
dan Abubakar Assiddiq r.a.
terangkat sebagai khalifah, dan terjadilah orang-orang yang murtad (ya'ni
telah ftienolak sebagian dari kewajiban-kewajiban dalam Islam). Maka Umar r.a.
berkata kepada Abuba-kar r.a.: Bagaimana, atau dengan alasan apakah anda akan
memerangi orang-orang itu, padahal Nabi saw. telah bersabda: Aku diperin-tah
memerangi orang-orang itu sehingga mereka mengakui La ilaha illallah, maka siapa telah mengakuinya (mengucapkannya) berarti
terpelihara daripadaku harta dan jiwanya, kecuali menurut hak Islam, dan
perhitungan mereka terserah kepada Allah. Jawab Abubakar r.a.: Demi Allah aku
akan memerangi orang yang membedakan antara kewajiban shalat dengan kewajiban zakat, sebab zakat itu kewajiban harta kekayaan,
demi Allah jika mereka menolak kewa-jiban zakat meskipun sebesar anak kambing
jawa, yang biasa mereka serahkan kepada Nabi saw. pasti akan aku perangi mereka
karena menolak zakat itu. Kemudian Umar r.a. berkata: Demi Allah, benar-benar
Allah telah membuka hati Abubakar r.a. sehingga saya sadar bahwa itulah yang
benar. (Bukhari, Muslim)
14.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Aku diperintah memerangi orang-orang sehingga mereka mengakui La ilaha
illallah, maka siapa yang telah mengucap La ilaha illallah, maka telah
terpelihara daripadaku jiwa dan hartanya kecuali menurut kewajibannya dalam
Islam, dan perhitungan (ya'ni bila ia tidak jujur), terserah kepada Allah
ta'ala. (Bukhari, Muslim).
15.
Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw.
bersabda: Saya diperintah memerangi orang-orang sehingga mengucapkan kalimat
syahadat bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan nabi Muhammad utusan Allah, dan
mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, maka bila mereka telah mengerjakan
semua itu berarti telah terpeliha-ra daripadaku darah dan harta mereka kecuali
dengan hak kewajiban dalam Islam, dan perhitungan mereka terserah kepada Allah.
(Bukhari, Muslim).
BAB :
PERTAMA-TAMA DALAM IMAN MENGUCAP KALIMAT: LAA ILAHA
ILLALLAH
16.
Almusayyab bin Hazn r.a. berkata: Ketika
Abu Thalib akan mati datanglah Nabi saw. ke rumahnya, dan mendapatkan di sana
ada Abu Jahl bin Hisyam, Abdullah bin Abi Umayyah bin Almughirah, maka Nabi saw.
berkata kepada Abu Thalib: Ya ammi katakanlah: Laa ilaha illallah, suatu kalimat
yang mana aku akan menjadi saksi untukmu di sisi Allah. Lalu Abu Jahl dan
Abdullh bin Abi Umayyah berkata: Hai Abu Thalib, apakah anda akan meninggalkan
agama Abdul Mutthalib? Kemudian Nabi saw. menawarkan kembali kepada Abu Thalib
dan kedua orang itu juga menyanggah kembali, sehingga akhirnya Abu Thalib
berkata: Bahwa dia tetap pada agama Abdul Mutthalib, dan menolak kalimat Laa
ilaha illallah. Lalu Nabi saw. bersabda: Demi Allah saya akan tetap membacakan
istighfar nntukmu selama aku tidak dilarang untuk itu. Maka kemudian Allah
menurun-kan ayat 113 surat Attaubah:
"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk
memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik meskipun mereka kerabat
yang dekat, sesudah nyata bahwa mere-ka orang-orang ahli neraka jahiem.
(Attaubah 113). (Bukhari, Muslim)
BAB :
SIAPA YANG MENGHADAP ALLAH DENGAN IMAN YANG TIDAK RAGU PASTI MASUK
SORGA
17.
Ubadah bin Asshamit r.a. berkata:
Nabi saw. bersabda: Siapa yang membaca: Asy hadu an laa ilaha illallahu
wahdahu laa syarika lahu wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, wa anna Isa
abdullahi warasuluhu (wabnu amatihi) wakalimatuhu alqaa ha ila Ma-yam waruhun
minhu, waljannatu haq wannaaru haq. (Saya percaya bahwa tiada Tuhan kecuali
Allah yang Esa dan tidak bersekutu, dan bahwa Nabi Muhammad hamba Allah dan
utusan-Nya, dan bahwa Isa juga hamba Allah dan utusan-Nya (putra dari
hamba-Nya), dan kalimat Allah telah diturunkan kepada Maryam, juga Isa sebagai
ruh yang diciptakan Allah, dan sorga itu haq (benar) juga neraka hak (benar),
pasti Allah akan memasukkannya ke dalam sorga meskipun bagaimana amalnya).
(Ya'ni jika dibaca dengan penuh iman keyakin-an). (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim: Allah akan memasukkannya ke sorga dari pintu mana yang ia suka, dari pintu-pihtu sorga yang delapan itu.
Dalam riwayat Muslim: Allah akan memasukkannya ke sorga dari pintu mana yang ia suka, dari pintu-pihtu sorga yang delapan itu.
18.
Mu'adz bin Jabal r.a. berkata: Ketika saya
sedang mengikuti di belakang kendaraan Nabi saw. tiada renggang antaraku dengan
Nabi saw. kecuali belakang. kendaraan itu, tiba-tiba Nabi saw. memanggil: Ya
Mu'adz. Jawabku: Labbaika Rasulullah wasa'daik. Kemu-dian terus berjalan
sejenak, lalu memanggil: Ya Mu'adz! Jawabku: Labbaika Rasulullah wasa'daika.
Kemudian terus berjalan lalu memanggil: Ya Mu'adz! Jawabku: Labbaika Rasulullahi
wasa'daika. Lalu bersabda: Tahukah anda apakah hak Allah yang diwajibkan atas
hamba-Nya? Jawab Mu'adz: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka sabda
Nabi saw.: Hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya, supaya mereka menyembah
kepada-Nya dan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apa pun. Kemudian
meneruskan perjalanan, lalu bertanya: Ya Mu'adz bin Jabal. Jawabku: Labbaika
Rasulullahi wasa'daika. Lalu ditanya: Tahukah anda apakah hak hamba jika mereka
telah melaksanakan kewajiban itu? Jawab Mu'adz: Allah dan Rasulullah yang lebih
mengetahui. Maka sabda Nabi saw.: Hak hamba atas Allah bahwa Allah tidak akan
menyiksa mereka (Bukhari, Muslim).
19.
Mu'adz bin Jabal r.a. berkata: Ketika aku
di belakang Ra-sulullah saw. di atas himar yang bernama Ufair, tiba-tiba Nabi
saw. bertanya: Ya Mu'adz tahukah anda apakah hak Allah yang diwajibkan „atas
hamba-Nya, dan apakah hak hamba atas Allah? Jawab Mu'adz: Allahu warasuluhu
a'lamu (Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui). Maka sabda Nabi saw.: Hak
Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya supaya mereka menyembah Allah dan tidak
mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Dan hak hamba atas Allah, tidak.akan
menyiksa siapa yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun. Lalu
Mu'adz bertanya: Ya Rasulullah bolehkah aku sampai-kan kabar geiiibira ini pada
semua orang supaya mereka gembira? Jawab Nabi saw.: Jangan diberitakan dahulu
supaya tidak sembrono (niscaya akan teledor/sembrono). (Bukhari,
Muslim).
20.
Anas bin Malik r.a. berkata: Ketika Nabi
saw. memboncengkan Mu'adz bin Jabal di atas kendaraannya, tiba-tiba Nabi saw.
memanggil: Ya Mu'adz. Dijawab: Labbaika ya Rasulullah wasa'daika, lalu dipanggil
lagi: Ya Mu'adz. Dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa-sa'daika, kemudian diulang
lagi: Ya Mu'adz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wasa'daika. Lalu Nabi saw.
bersabda: Tiada seorang yang bersyahadat, mempercayai bahwa tidak ada Tuhan
kecuali Allah, dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah benar-benar dari lubuk
hatinya, melainkan Allah akan mengharamkan dari api neraka. Mu'adz r.a.
bertanya: Bolehkah saya beritakan hal itu pada orang-orang supaya gembira
mereka? Jawab Nabi saw.: Jika diberitakan mereka akan sembrono. Tetapi Mu'adz
r.a. memberitakan hadits ini ketika hampir mati, karena kuatir menanggung dosa
menyembunyikan itmu dalam agama. (Bukhari, Muslim).


0 comments:
Post a Comment