http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahihain


BAB : 
PERINTAH PERANG TERHADAP ORANG KAFIR HINGGA  MEREKA MENGAKUI BAHWA TIADA TUHAN KECUALI ALLAH  DAN NABI MUHAMMAD UTUSAN ALLAH 


13.    Abu Hurairah r.a.   berkata:   Ketika  Nabi saw.  wafat,  dan Abubakar Assiddiq r.a.  terangkat sebagai khalifah, dan terjadilah orang-orang yang murtad (ya'ni telah ftienolak sebagian dari kewajiban-kewajiban dalam Islam). Maka Umar r.a. berkata kepada Abuba-kar r.a.: Bagaimana, atau dengan alasan apakah anda akan memerangi orang-orang itu, padahal Nabi saw. telah bersabda: Aku diperin-tah memerangi orang-orang itu sehingga mereka mengakui La ilaha illallah,  maka siapa telah  mengakuinya (mengucapkannya) berarti terpelihara daripadaku harta dan jiwanya, kecuali menurut hak Islam, dan perhitungan mereka terserah kepada Allah. Jawab Abubakar r.a.: Demi Allah aku akan memerangi orang yang membedakan antara kewajiban  shalat dengan  kewajiban zakat,  sebab zakat itu kewajiban harta kekayaan, demi Allah jika mereka menolak kewa-jiban zakat meskipun sebesar anak kambing jawa, yang biasa mereka serahkan kepada Nabi saw. pasti akan aku perangi mereka karena menolak zakat itu. Kemudian Umar r.a. berkata: Demi Allah, benar-benar Allah telah membuka hati Abubakar r.a. sehingga saya sadar bahwa itulah yang benar. (Bukhari, Muslim) 

14. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Aku diperintah memerangi orang-orang sehingga mereka mengakui La ilaha illallah, maka siapa yang telah mengucap La ilaha illallah, maka telah terpelihara daripadaku jiwa dan hartanya kecuali menurut kewajibannya dalam Islam, dan perhitungan (ya'ni bila ia tidak jujur), terserah kepada Allah ta'ala. (Bukhari, Muslim).
15. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Saya diperintah memerangi orang-orang sehingga mengucapkan kalimat syahadat bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan nabi Muhammad utusan Allah, dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, maka bila mereka telah mengerjakan semua itu berarti telah terpeliha-ra daripadaku darah dan harta mereka kecuali dengan hak kewajiban dalam Islam, dan perhitungan mereka terserah kepada Allah. (Bukhari, Muslim).


BAB :
PERTAMA-TAMA DALAM IMAN MENGUCAP KALIMAT: LAA ILAHA ILLALLAH


16. Almusayyab bin Hazn r.a. berkata: Ketika Abu Thalib akan mati datanglah Nabi saw. ke rumahnya, dan mendapatkan di sana ada Abu Jahl bin Hisyam, Abdullah bin Abi Umayyah bin Almughirah, maka Nabi saw. berkata kepada Abu Thalib: Ya ammi katakanlah: Laa ilaha illallah, suatu kalimat yang mana aku akan menjadi saksi untukmu di sisi Allah. Lalu Abu Jahl dan Abdullh bin Abi Umayyah berkata: Hai Abu Thalib, apakah anda akan meninggalkan agama Abdul Mutthalib? Kemudian Nabi saw. menawarkan kembali kepada Abu Thalib dan kedua orang itu juga menyanggah kembali, sehingga akhirnya Abu Thalib berkata: Bahwa dia tetap pada agama Abdul Mutthalib, dan menolak kalimat Laa ilaha illallah. Lalu Nabi saw. bersabda: Demi Allah saya akan tetap membacakan istighfar nntukmu selama aku tidak dilarang untuk itu. Maka kemudian Allah menurun-kan ayat 113 surat Attaubah:  "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik meskipun mereka kerabat yang dekat, sesudah nyata bahwa mere-ka orang-orang ahli neraka jahiem. (Attaubah 113). (Bukhari, Muslim)


BAB :
SIAPA YANG MENGHADAP ALLAH DENGAN IMAN YANG TIDAK RAGU PASTI MASUK SORGA

 

17. Ubadah bin Asshamit r.a.  berkata: Nabi saw. bersabda: Siapa yang membaca: Asy hadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, wa anna Isa abdullahi warasuluhu (wabnu amatihi) wakalimatuhu alqaa ha ila Ma-yam waruhun minhu, waljannatu haq wannaaru haq. (Saya percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah yang Esa dan tidak bersekutu, dan bahwa Nabi Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya, dan bahwa Isa juga hamba Allah dan utusan-Nya (putra dari hamba-Nya), dan kalimat Allah telah diturunkan kepada Maryam, juga Isa sebagai ruh yang diciptakan Allah, dan sorga itu haq (benar) juga neraka hak (benar), pasti Allah akan memasukkannya ke dalam sorga meskipun bagaimana amalnya). (Ya'ni jika dibaca dengan penuh iman keyakin-an). (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim: Allah akan memasukkannya ke sorga dari pintu mana yang ia suka, dari pintu-pihtu sorga yang delapan itu.
18. Mu'adz bin Jabal r.a. berkata: Ketika saya sedang mengikuti di belakang kendaraan Nabi saw. tiada renggang antaraku dengan Nabi saw. kecuali belakang. kendaraan itu, tiba-tiba Nabi saw. memanggil: Ya Mu'adz. Jawabku: Labbaika Rasulullah wasa'daik. Kemu-dian terus berjalan sejenak, lalu memanggil: Ya Mu'adz! Jawabku: Labbaika Rasulullah wasa'daika. Kemudian terus berjalan lalu memanggil: Ya Mu'adz! Jawabku: Labbaika Rasulullahi wasa'daika. Lalu bersabda: Tahukah anda apakah hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya? Jawab Mu'adz: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi saw.: Hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya, supaya mereka menyembah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apa pun. Kemudian meneruskan perjalanan, lalu bertanya: Ya Mu'adz bin Jabal. Jawabku: Labbaika Rasulullahi wasa'daika. Lalu ditanya: Tahukah anda apakah hak hamba jika mereka telah melaksanakan kewajiban itu? Jawab Mu'adz: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi saw.: Hak hamba atas Allah bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka (Bukhari, Muslim).
19. Mu'adz bin Jabal r.a. berkata: Ketika aku di belakang Ra-sulullah saw. di atas himar yang bernama Ufair, tiba-tiba Nabi saw. bertanya: Ya Mu'adz tahukah anda apakah hak Allah yang diwajibkan „atas hamba-Nya, dan apakah hak hamba atas Allah? Jawab Mu'adz: Allahu warasuluhu a'lamu (Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui). Maka sabda Nabi saw.: Hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya supaya mereka menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Dan hak hamba atas Allah, tidak.akan menyiksa siapa yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun. Lalu Mu'adz bertanya: Ya Rasulullah bolehkah aku sampai-kan kabar geiiibira ini pada semua orang supaya mereka gembira? Jawab Nabi saw.: Jangan diberitakan dahulu supaya tidak sembrono (niscaya akan teledor/sembrono). (Bukhari, Muslim).
20. Anas bin Malik r.a. berkata: Ketika Nabi saw. memboncengkan Mu'adz bin Jabal di atas kendaraannya, tiba-tiba Nabi saw. memanggil: Ya Mu'adz. Dijawab: Labbaika ya Rasulullah wasa'daika, lalu dipanggil lagi: Ya Mu'adz. Dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa-sa'daika, kemudian diulang lagi: Ya Mu'adz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wasa'daika. Lalu Nabi saw. bersabda: Tiada seorang yang bersyahadat, mempercayai bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah benar-benar dari lubuk hatinya, melainkan Allah akan mengharamkan dari api neraka. Mu'adz r.a. bertanya: Bolehkah saya beritakan hal itu pada orang-orang supaya gembira mereka? Jawab Nabi saw.: Jika diberitakan mereka akan sembrono. Tetapi Mu'adz r.a. memberitakan hadits ini ketika hampir mati, karena kuatir menanggung dosa menyembunyikan itmu dalam agama. (Bukhari, Muslim).

0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top