171. Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. mandi dengan lima makkuk (1 makkuk=4,717 liter) air dan berwudu dengan
satu makkuk 489
172. Hadis riwayat Jubair bin Muth`im ra.:
Di hadapan Rasulullah
para sahabat saling berselisih dalam masalah mandi. Sebagian mereka berkata:
Kalau aku, aku mencuci kepalaku seperti ini, seperti ini. Kemudian Rasulullah
saw. bersabda: Adapun aku, aku menuangkan air ke kepalaku dengan tiga cidukan
tangan 493
173. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
Bahwa
delegasi Tsaqif bertanya kepada Rasulullah saw.: Sesungguhnya daerah kami
adalah daerah dingin, bagaimana cara kami mandi? Beliau bersabda: Adapun aku,
aku menuangkan air di kepalaku tiga kali 495
174. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Dari Ubaid
bin Umair, ia berkata: Aisyah menyampaikan bahwa Abdullah bin Amru
memerintahkan para wanita untuk mengurai rambutnya saat mandi. Aisyah berkata:
Betapa anehnya Ibnu Amru ini, ia menyuruh para wanita untuk mengurai rambutnya
saat mandi, mengapa tidak menyuruh agar mencukur rambutnya saja? Sesungguhnya
aku pernah mandi bersama Rasulullah saw. dari satu wadah dan aku tidak menyiram
kepalaku lebih dari tiga siraman 498
175. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Seorang wanita
bertanya kepada Nabi saw. tentang cara wanita mandi wajib dari haid? Perawi
hadis berkata: Kemudian Aisyah menjelaskan bahwa beliau mengajarkannya cara
mandi. (Di antara sabda beliau): Engkau ambil kapas yang diberi misik, lalu
bersihkan dengan kapas itu. Wanita itu berkata: Bagaimana cara membersihkannya?
Beliau bersabda: Maha suci Allah! Bersihkan saja dengan kapas itu. Dan beliau
bersembunyi. (Sufyan bin Uyainah memberi isyarat tangan kepada kami pada
wajahnya). Perawi hadis melanjutkan: Aisyah berkata: Aku tarik wanita itu
mendekati aku. Aku tahu apa yang diinginkan Nabi saw, lalu aku berkata
kepadanya: Bersihkan bekas darah haidmu dengan kapas itu 499
176. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Fatimah
binti Abu Hubaisy datang kepada Nabi saw. dan berkata: Wahai Rasulullah saw,
saya adalah wanita yang beristihadhah sehingga saya tidak bersih. Apakah saya
boleh meninggalkan salat? Beliau bersabda: Tidak. Itu hanya darah sakit, bukan
darah haid. Apabila haidmu datang, tinggalkanlah salat dan jika sudah berhenti,
bersihkan darah itu dari dirimu kemudian salat 501
177. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Ummu Habibah
binti Jahsy meminta fatwa kepada Rasulullah saw.: Saya sedang beristihadhah.
Rasulullah menjawab: Itu hanya darah sakit. Mandilah kemudian salat. Maka
wanita itu selalu mandi setiap akan salat 502
178. Hadis riwayat Aisyah ra.:
Bahwa
seorang wanita bertanya kepadanya: Apakah salah seorang di antara kami harus
mengganti salat pada masa haid? Aisyah berkata: Apakah engkau termasuk golongan
Haruriyyah (salah satu golongan Khawarij)? Dahulu, pada masa Rasulullah saw. di
antara kami ada yang haid, tetapi tidak diperintahkan mengganti (salat) 506
179. Hadis riwayat Ummu Hani binti Abu Thalib
ra., ia berkata:
Pada tahun
penaklukan Mekah aku mengunjungi Rasulullah saw. Aku dapati beliau sedang mandi
dan Fatimah, putri beliau, sedang menutupi beliau dengan pakaian 509
180. Hadis riwayat Maimunah ra., ia berkata:
Aku
mengambilkan air untuk Nabi saw. dan menutupi beliau, lalu beliau mandi 511
181. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Pada zaman dahulu, Bani Israel mandi dengan telanjang. Mereka
saling memandang aurat masing-masing, sedangkan Musa as. mandi seorang diri.
Mereka berkata: Demi Allah, yang membuat Musa tidak mau mandi bersama kita
hanya karena buah pelirnya besar. Pada suatu hari Musa pergi mandi. Pakaiannya
diletakkan di atas sebuah batu. Tiba-tiba batu itu lari dengan membawa
pakaiannya. Musa berlari mengejarnya sambil berteriak: Tinggalkan pakaianku!
Tinggalkan pakaianku! Akibatnya orang-orang Bani Israel melihat aurat Musa.
Mereka berkata: Demi Allah, ternyata tidak ada (cacat) apa-apa. Setelah batu
itu berhenti ia (Musa) mengambil pakaiannya dan memukul batu itu. Abu Hurairah
ra. berkata: Demi Allah, pada batu itu terdapat bekas pukulan Musa, tujuh atau
enam kepalan 513
182. Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia
berkata:
Ketika
Kakbah dibangun kembali, Nabi saw. dengan Abbas mengangkut batu. Abbas berkata
kepada Nabi saw: Letakkan kainmu di pundak untuk alas batu. Kemudian beliau
melakukannya, maka beliau tersungkur serta mata beliau memandang ke langit.
Sambil berdiri dan bersabda: Kainku, kainku. Lalu beliau mengencangkan kainnya
514
183. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa Rasulullah
saw. melewati rumah seorang sahabat Ansar. Lalu beliau menyuruh seseorang untuk
memanggilnya. Sahabat itu keluar dengan keringat menetes dari kepalanya. Beliau
bertanya: Nampaknya kami telah membuatmu tergesa-gesa? Sahabat itu menjawab:
Benar, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Bila engkau tergesa-gesa sehingga
tidak keluar mani, maka engkau tidak wajib mandi, tetapi wajib berwudu 521
184. Hadis riwayat Ubay bin Kaab ra., ia
berkata:
Aku pernah
bertanya kepada Rasulullah saw. tentang lelaki yang menggauli istrinya kemudian
berhenti sebelum keluar mani. Beliau bersabda: Cucilah apa yang mengenai
(kemaluan) istrinya, lalu berwudu dan salat 522
185. Hadis riwayat Usman bin Affan ra.:
Dari Khalid
bin Zaid Al-Juhani, ia berkata: Aku bertanya kepadanya (Usman): Apa pendapat
engkau Jika seorang lelaki menyetubuhi istrinya dan tidak keluar mani? Usman
menjawab: Ia harus berwudu seperti wudu untuk salat dan membasuh kemaluannya.
Usman berkata: Aku pernah mendengar hal itu dari Rasulullah saw. 524


0 comments:
Post a Comment