Bab: Seseorang
mewudlu'kan temannya
No. Hadist: 175
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin
Salam berkata, telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Harun dari Yahya dari Musa bin 'Uqbah dari Kuraib mantan budak Ibnu 'Abbas, dari Usamah bin Zaid, bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bertolak meninggalkan 'Arafah beliau menuju bukit dan menunaikan
hajatnya." Usamah bin Zaid berkata, "Aku lalu menuangkan air untuknya hingga
beliau pun berwudlu. aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kita akan
shalat di sini?" Beliau menjawab: "Tempat shalat ada di
depanmu."
No. Hadist: 176
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Ali berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahhab berkata, aku mendengar Yahya bin Sa'id berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'd bin Ibrahim bahwa Nafi' bin Jubair bin Muth'im mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar 'Urwah bin Al Mughirah bin Syu'bah menceritakan dari Al Mughirah bin Syu'bah, bahwa dia pernah bersama Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Beliau lalu pergi untuk
buang hajat, sementara Al Mughirah menuangkan air untuk beliau hingga beliau pun
berwudlu, membasuh muka, mengusap kepala dan sepasang
sepatunya."
Bab: Membaca
al-Qur'an setelah berhadats atau yang lainnya
No. Hadist: 177
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Makhramah bin Sulaiman dari Kuraib mantan budak Ibnu 'Abbas, bahwa 'Abdullah bin 'Abbas mengabarkan kepadanya, bahwa ia pada suatu malam pernah bermalam di rumah Maimunah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan bibinya dari pihak ibu. Katanya, "Aku berbaring di sisi bantal
sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan isterinya berbaring pada bagian
panjang (tengahnya). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu
tidur hingga pada tengah malam, atau kurang sedikit, atau lewat sedikit, beliau
bangun dan duduk sambil mengusap sisa-sisa kantuk yang ada di wajahnya dengan
tangan. Beliau kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Ali 'Imran.
Kemudian berdiri menuju tempat wudlu, beliau lalu berwudlu dengan memperbagus
wudlunya, lalu shalat." Ibnu 'Abbas berkata, "Maka akupun ikut dan melakukan
sebagaimana yang beliau lakukan, aku lalu berdiri di sampingnya. Beliau kemudian
meletakkan tangan kanannya di kepalaku seraya memegang telingaku hingga
menggeserku ke sebelah kanannya. Kemudian beliau shalat dua rakaat, kemudian dua
rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian dua rakaat, kemudian witir. Setelah itu
beliau tidur berbaring hingga tukang adzan mendatanginya, beliau lalu berdiri
dan shalat dua rakaat ringan, kemudian keluar untuk menunaikan shalat
Subuh."
Bab: Orang yang
tidur tidak perlu berwudlu' lagi kecuali tidur yang berat
(lama)
No. Hadist: 178
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari isterinya Fatimah dari neneknya Asma` binti Abu Bakar bahwa ia berkata, "Aku pernah menemui 'Aisyah, isteri
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu
orang-orang sedang melaksanakan shalat dan saat itu iapun berdiri shalat.
Setelah itu aku katakan kepadanya, "Apa yang dilakukan orang-orang?" Aisyah lalu
memberi isyarat dengan tangannya ke arah langit seraya berkata, "Maha suci
Allah." Aku lalu berkata, "Satu tanda kekuasaan Allah." Lalu dia mengiyakan
dengan memberi isyarat. Maka akupun ikut shalat sementara timbul perkara yang
membingungkanku, hingga aku siram kepalaku dengan air. Selesai shalat Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan puja dan puji kepada Allah, kemudian
beliau bersabda: "Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali
aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka. Dan telah
diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan terkena fitnah dalam qubur kalian seperti,
atau hampir serupa dengan fitnah Dajjal yang aku sendiri tidak tahu fitnah
apakah itu." Asma` berkata, "Setiap salah seorang dari kalian akan didatangkan
(dalam sidang), lalu dikatakan kepadanya, 'Apa yang kamu ketahui tentang
laki-laki ini (Rasulullah)? ' Adapun orang beriman atau orang yang yakin -aku
tidak tahu mana yang Asma' ucapkan-, lalu orang tersebut akan menjawab, 'Dia
adalah Muhammad utusan Allah. Ia datang kepada kami membawa penjelasan dan
petunjuk. Kami lalu menyambutnya, beriman dan mengikuti seruannya.' Maka kepada
orang itu dikatakan, 'Tidurlah kamu dengan baik, sungguh kami telah mengetahui
bahwa kamu adalah orang beriman.' Adapun Munafik atau pelaku dosa besar -Aku
tidak tahu mana yang diucapkan Asma'- akan menjawab, 'Aku tidak tahu siapa dia,
aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu maka aku pun mengikuti ucapan
tersebut'."
Bab: Mengusap
seluruh kepala
No. Hadist: 179
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata,
telah mengabarkan kepada kami Malik dari 'Amru bin Yahya Al Mazini dari Bapaknya bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada 'Abdullah bin Zaid -dia adalah kakek 'Amru bin Yahya-, "Bisakah engkau perlihatkan kepadaku bagaimana
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu?" 'Abdullah bin Zaid lalu
menjawab, "Tentu." Abdullah lalu minta diambilkan air wudlu, lalu ia menuangkan
air pada kedua tangannya dan membasuhnya dua kali, lalu berkumur dan
mengeluarkan air dari dalam hidung sebanyak kali, kemudian membasuh mukanya tiga
kali, kemudian membasuh kedua tangan dua kali dua kali sampai ke siku, kemudian
mengusap kepalanya dengan tangan, dimulai dari bagian depan dan menariknya
hingga sampai pada bagian tengkuk, lalu menariknya kembali ke tempat semula.
Setelah itu membasuh kedua kakinya."
Bab: Mengusap
kedua kaki hingga kedua mata kaki
No. Hadist: 180
Telah menceritakan kepada kami Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Wuhhaib dari 'Amru dari Bapaknya berkata, "Aku pernah menyaksikan 'Amru bin Abu Hasan
bertanya kepada 'Abdullah bin
Zaid tentang
wudlunya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu ia minta diambilkan satu gayung
air, kemudian ia memperlihatkan kepada mereka cara wudlu Nabi shallallahu
'alaihi wasallam. Ia menuangkan air dari gayung ke telapak tangannya lalu
mencucinya tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, lalu
berkumur-kumur, lalu memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya kembali
dengan tiga kali cidukan, kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, lalu
membasuh mukanya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya dua kali sampai ke
siku. Kemudian memasukkan tangannya ke dalam gayung, lalu mengusap kepalanya
dengan tangan; mulai dari bagian depan ke belakang dan menariknya kembali
sebanyak satu kali, lalu membasuh kedua kakinya hingga mata
kaki."
Bab: Menggunakan
sisa air wudlu' orang lain
No. Hadist: 181
Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada kami Al Hakam berkata, aku pernah mendengar Abu Juhaifah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah keluar mendatangi kami
di waktu tengah hari yang panas. Beliau lalu diberi air wudlu hingga beliau pun
berwudlu, orang-orang lalu mengambil sisa air wudlu beliau seraya
mengusap-ngusapkannya. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat zhuhur
dua rakaat dan 'ashar dua rakaat sedang di depannya diletakkan tombak kecil."
Abu Musa berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta bejana berisi air,
beliau lalu membasuh kedua tangan dan mukanya di dalamnya, lalu menyentuh air
untuk memberkahinya seraya berkata kepada keduanya (Abu Musa dan Bilal):
"Minumlah darinya dan usapkanlah pada wajah dan leher kalian
berdua."
No. Hadist: 182
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata,
telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab berkata, Mahmud bin Ar Rabi' mengabarkan kepadaku, ia berkata,
"Dialah orang yang diberkahi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di
wajahnya saat dia masih kecil dari sumur mereka." Dan 'Urwah menyebutkan dari Al
Miswar, dan Selainnya -setiap dari keduanya saling membenarkan satu sama lain-,
bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu, hampir saja mereka
berkelahi memperebutkan bejana bekas wudlu beliau."
No. Hadist: 183
Telah
menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Yunus berkata, telah menceritakan
kepada kami Hatim bin Isma'il dari Al Ja'd berkata, aku mendengar As Sa'ib bin
Yazid berkata, "Bibiku pergi bersamaku menemui Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam, lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya putra saudara
perempuanku ini sedang sakit." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengusap
kepalaku dan memohonkan keberkahan untukku. Kemudian beliau berwudlu, maka aku
pun minum dari sisa air wudlunya, kemudian aku berdiri di belakangnya hingga aku
melihat ada tanda kenabian sebesar telur burung di
pundaknya."


0 comments:
Post a Comment