Bab: Orang yang
cukup berkumur setelah makan sawiq dan tidak perlu
berwudlu'
No. Hadist: 202
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata,
telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa'id dari Busyair bin Yasar mantan budak Bani Haritsah, bahwa Suwaid bin An Nu'man mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah keluar bersama
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tahun pendudukan Khaibar, hingga
ketika mereka sampai di Shahba', suatu wilayah di pinggiran Khaibar, beliau
mengerjakan shalat Ashar. Lalu beliau minta diambilkan makanan dari perbekalan
yang mereka bawa, namun tidak didapatkan kecuali makanan yang terbuat dari kurma
dan gandum. Beliau kemudian memerintahkan untuk menghidangkannya, maka
dicampurlah makanan tersebut dengan air hingga menjadi adonan, Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam makan dan kami pun ikut makan. Setelah itu beliau
berdiri untuk shalat Maghrib, beliau lalu berkumur-kumur dan kami juga ikut
berkumur-kumur, lalu beliau shalat tanpa berwudlu lagi."
No. Hadist: 203
Dan telah menceritakan kepada kami Ashbagh berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahhab berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Amru bin Al Harits dari Bukair dari Kuraib dari Maimunah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah makan daging paha
(kambing) di sisinya kemudian shalat tanpa berwudlu
lagi."
Bab: Apakah perlu
berkumur-kumur setelah meminum susu?
No. Hadist: 204
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair dan Qutaibah keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Abdullah bin
'Abdullah bin 'Utbah dari
Ibnu 'Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam minum susu kemudian berkumur-kumur, beliau lalu bersabda: "Sesungguhnya
susu mengandung lemak." Hadits ini dikuatkan oleh Yunus dan Shalih bin Kaisan dari Az Zuhri.
Bab: Wudlu'
karena ngantuk (saat shalat)
No. Hadist: 205
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata,
telah mengabarkan kepada kami Malik dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari 'Aisyah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian
mengantuk saat shalat hendaklah ia tidur hingga hilang kantuknya, karena bila
shalat dalam keadaan mengantuk ia tidak menyadari, mungkin ia bermaksud
beristighfar padahal bisa jadi ia mencaci dirinya."
No. Hadist: 206
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma 'mar berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengantuk saat shalat, hendaklah tidur
(dahulu) hingga ia mengetahui apa yang ia baca."
Bab: Berwudlu'
bukan karena berhadats
No. Hadist: 207
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf berkata,
telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Amru bin 'Amir berkata, aku mendengar Anas bin Malik berkata. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku 'Amru bin 'Amir berkata, aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudlu
setiap kali akan shalat." Aku bertanya, "Bagaimana cara kalian melaksanakannya?"
Anas bin Malik menjawab, "Setiap orang dari kami mencukupkan dengan sekali
wudlu' selama tidak berhadats (batal)."
No. Hadist: 208
Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa'id berkata, telah mengabarkan kepadaku Busyair bin Yasar berkata, telah mengabarkan kepadaku Suwaid bin An Nu'man berkata, "Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam pada tahun penaklukan Khaibar, hingga ketika kami sampai di
suatu tempat bernama Shahba', beliau mengimami kami shalat Ashar. Selesai shalat
beliau minta disajikan makanan, namun tidak ada kecuali makanan yang terbuat
dari kurma dan gandum, lalu kami makan dan minum. Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam beranjak untuk melaksanakan shalat Maghrib, beliau berkumur lalu
memimpin kami melaksanakan shalat maghrib tanpa berwudlu lagi."
Bab: Termasuk
dosa besar bila kencing namun tidak menjaga kesucian dari
percikannya.
No. Hadist: 209
Telah
menceritakan kepada kami 'Utsman berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir
dari Manshur dari Mujahid dari Ibnu 'Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam melewati perkebunan penduduk Madinah atau Makkah, lalu beliau
mendengar suara dua orang yang sedang di siksa dalam kumur mereka. Maka Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam pun berkata: "Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah
keduanya disiksa disebabkan dosa besar." Lalu beliau menerangkan: "Yang satu
disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, sementara yang satunya lagi
disiksa karena suka mengadu domba." Beliau kemudian minta diambilkan sebatang
dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelah menjadi dua bagian, kemudian
beliau menancapkan setiap bagian pada dua kuburan tersebut. Maka beliau pun
ditanya, "Kenapa Tuan melakukan ini?" Beliau menjawab: "Mudah-mudahan siksanya
diringankan selama dahan itu masih basah."
Bab: Membersihkan
kencing
No. Hadist: 210
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepadaku Rauh bin Al Qasim berkata, telah menceritakan kepadaku 'Atha bin Abu Maimunah dari Anas bin Malik berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam buang hajat aku selalu mendatanginya dengan membawa bejana berisi air,
sehingga beliau bisa bersuci dengannya."
No. Hadist: 211
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna
berkata, Muhammad bin Hazm
berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Mujahid dari Thawus dari Ibnu 'Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lewat
di dekat dua kuburan, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang
disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena
tidak bersuci setelah kencing, sementara yang satunya suka mengadu domba."
Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu
membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing
kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa engkau
melakukan ini?" beliau menjawab: "Semoga siksa keduanya diringankan selama
batang pohon ini basah." Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy ia
berkata, "Aku mendengar Mujahid menyebutkan seperti itu, "Tidak bersuci setelah kencing."


0 comments:
Post a Comment