Menutupi seluruh tubuh mayit
- Hadis riwayat Aisyah, Ummul mukminin Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ketika beliau wafat, seluruh tubuh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ditutupi dengan kain hibarah (kain katun berhias). (Shahih Muslim No.1566)
Mempercepat pengurusan jenazah
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, beliau bersabda: Percepatlah pengurusan jenazah! Karena, jika jenazah itu baik, maka sudah sepantasnya kalian mempercepatnya menuju kebaikan. Dan kalau tidak demikian (tidak baik), maka adalah keburukan yang kalian letakkan dari leher-leher kalian (melepaskan dari tanggungan kalian). (Shahih Muslim No.1568)
Keutamaan salat jenazah dan mengiringinya
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disalati, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya: Apakah dua qirath itu? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sama dengan dua gunung yang besar. (Shahih Muslim No.1570)
- Hadis riwayat Tsauban Radhiyallahu’anhu maula Rasulullah Shallallahu alaihi wassalamBahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud. (Shahih Muslim No.1575)
Tentang pujian atau celaan bagi orang yang meninggal
- Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ketika
iring-iringan membawa jenazah lewat, orang-orang memuji jenazah dengan kebaikan,
kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Wajib, wajib, wajib. Lalu
lewat pula iringan jenazah lain, orang-orang mencelanya dengan keburukan,
kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Wajib, wajib, wajib. Umar
berkata: Menjadi penebusmu, ayah dan ibuku! Ada iringan jenazah lewat dan
orang-orang memujinya sebagai orang baik, lalu engkau mengatakan: Wajib, wajib,
wajib. Lewat pula iringan jenazah lain yang disifati sebagai orang jahat, lalu
engkau mengatakan: Wajib, wajib, wajib. Apa artinya itu? Rasulullah Shallallahu
alaihi wassalam bersabda: Orang yang kalian puji sebagai orang baik, maka wajib
baginya surga, sedangkan orang yang kalian katakan sebagai jahat, maka wajib
baginya neraka. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. Kalian adalah para saksi
Allah di bumi. Kalian adalah para saksi Allah di bumi. (Shahih Muslim No.1578)
Tentang orang yang beristirahat dan yang diistirahatkan darinya
- Hadis riwayat Abu Qatadah bin Rib`iy Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dilewati iringan jenazah, lalu beliau bersabda: Yang beristirahat dan yang ditinggalkan. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang beristirahat dan yang ditinggalkan? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seorang hamba yang beriman itu beristirahat dari kepayahan dunia. Sedangkan seorang hamba yang jahat, manusia, negara, pepohonan dan hewan, semuanya merasa tenteram dari kejahatannya. (Shahih Muslim No.1579)
Takbir dalam salat jenazah
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengumumkan kemangkatan Raja Najasyi kepada kaum muslimin pada hari kematiannya, maka beliau dan kaum muslimin keluar menuju ke tempat salat dan bertakbir empat kali (melaksanakan salat gaib). (Shahih Muslim No.1580)
- Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menyalatkan Ash-hamah An-Najasyi, beliau bertakbir empat kali. (Shahih Muslim No.1582)
Salat di atas kubur
- Hadis riwayat Abdullah bin Abbas Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menyalati mayit di atas kubur, sesudah mayit dikubur. Beliau bertakbir empat kali. (Shahih Muslim No.1586)
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa seorang wanita hitam yang biasa menyapu mesjid, suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam merasa kehilangannya (tidak melihatnya). Lalu beliau bertanya kabarnya, para sahabat menjawab: Dia sudah meninggal dunia. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menegur: Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku? Seakan-akan para sahabat menganggap kecil urusannya atau urusan kematian. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tunjukkan aku kuburnya. Setelah ditunjukkan, beliau menyalatinya kemudian bersabda: Sungguh pekuburan ini penuh dengan kegelapan bagi para penghuninya dan sesungguhnya Allah meneranginya sebab salatku atas mereka. (Shahih Muslim No.1588)
Berdiri karena jenazah
- Hadis riwayat Amir bin Rabiah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila kalian melihat iringan jenazah, maka berdirilah menghormatinya sampai iringan jenazah itu lewat meninggalkan kalian atau sampai diletakkan dalam kubur. (Shahih Muslim No.1590)
- Hadis riwayat Abu Said Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila kalian mengiringi jenazah, maka janganlah kalian duduk sebelum jenazah itu diletakkan. (Shahih Muslim No.1591)
- Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ada iringan jenazah lewat, lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berdiri menghormatinya dan kami ikut berdiri bersama beliau. Kemudian kami berkata: Wahai Rasulullah, jenazah itu adalah jenazah Yahudi. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya kematian itu menggetarkan, maka jika kalian melihat iringan jenazah, maka berdirilah. (Shahih Muslim No.1593)
- Hadis riwayat Qais bin Saad Radhiyallahu’anhu dan Sahal bin Hunaif Radhiyallahu’anhu: Dari Ibnu Abu Laila bahwa ketika Qais bin Saad Radhiyallahu’anhu dan Sahal bin Hunaif Radhiyallahu’anhu sedang berada di Qadisiyah, tiba-tiba ada iringan jenazah melewati mereka, maka keduanya berdiri. Lalu dikatakan kepada keduanya: Jenazah itu adalah termasuk penduduk setempat (yakni orang kafir). Mereka berdua berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah dilewati iringan jenazah, lalu beliau berdiri. Ketika dikatakan: Jenazah itu Yahudi, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Bukankah ia juga manusia?. (Shahih Muslim No.1596)
Tempat berdirinya imam ketika salat jenazah
- Hadis riwayat Samurah bin Jundab Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku salat di belakang Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan beliau menyalati Ummu Kaab yang meninggal dunia dalam keadaan nifas. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berdiri untuk salat di tengah-tengah jenazah. (Shahih Muslim No.1602)


0 comments:
Post a Comment