http://pleasecopasme.blogspot.com/search/label/Shahihain
 

BAB : SHALAT LIMA WAKTU SALAH SATU RUKUN ISLAM

5.     Abu Hurairah r.a. berkata: Pada suatu hari ketika Nabi saw. duduk bersama sahabat, tiba-tiba datang seorang bertanya: Apakah iman? Jawab Nabi saw.: Iman ialah percaya pada Allah, dan Malaikat-Nya, dan akan berhadapan kepada Allah, dan pada Nabi utusan-Nya dan percaya pada hari bangkit dari kubur. Lalu ditanya: Apakah Islam? Jawab Nabi saw.: Islam ialah menyembah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan mendirikan shalat. Lalu bertanya: Apakah Ihsan? Jawab Nabi saw.: Ihsan ialah menyembah pada Allah seakan-akan anda melihat-Nya, maka jika tidak dapat melihat-Nya, ketahuilah bahwa Allah melihatmu. Lalu bertanya: Bilakah hari qiyamat? Jawab Nabi saw.: Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang menanya, tetapi saya memberi-takan padamu beberapa syarat (tanda-tanda) akan tibanya hari qiyamat, yaitu jika budak sahaya telah melahirkan majikannya, dan jika penggembala onta dan ternak lainnya telah berlomba membangun gedung-gedung, termasuk dalam lima macam yang tidak dapat mengetahuinya kecuali Allah, yang tersebut dalam ayat:
"Sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui, bilakah hari qiyamat, dan Dia pula yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang di dalam rahim ibu, dan tiada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, dan tidak seorang pun yangmengetahui di manakah ia akan mati. Seyungguhnya Allah maha mengetahui sedalam-dalamnya."Kemudian pergilah orang itu. Lalu.Nabi saw. menyuruh sahabat: Kembalikanlah orang itu! Tetapi sahabat tidak melihat bekas orang itu. Maka Nabi saw. bersabda: Itu Malaikat Jibril datang untuk mengajar agama kepada manusia. (Bukhari, Muslim). 

6.     Thalhah bin Ubaidillah r.a. berkata: Seorang dari Najed datang kepada Nabi saw. sedang ia terurai rambutnya, lalu ia mendekat kepada Nabi saw. dapat didengar dengung suaranya tetapi tidak dapat ditangkap (dimengerti) apa yang ditanyakannya, tiba-tiba ia menanya tentang Islam. Maka Rasulullah saw. bersabda: Lima kali shalat dalam sehari semalam. la bertanya: Apakah ada kewajib-an bagiku selain itu? Jawab Nabi saw. : Tidak, kecuali jika anda akan shalat sunnat. Lalu Nabi saw. bersabda: Dan puasa pada bulan Ramadhan. Orang itu bertanya: Apakah ada lagi puasa yang wajib atasku selain itu? Jawab Nabi saw.: Tidak, kecuali jika anda puasa sunnat. Laju Nabi saw. menerangkan kewajiban zakat. Maka ia tanya: Apakah ada kewajiban selain itu? Jawab Nabi saw.: Tidak, kecuali jika anda bersedekah sunnat. Maka pergilah orang itu, sambil berkata: Demi Allah saya tidak akan melebihi atau mengurangi dari itu. Maka Rasulullah saw. bersabda: Sungguh bahagia ia jika benar-benar. (Ya'ni dalam ucapannya tidak akan mengurangi atau melebihi itu). (Bukhari, Muslim).


BAB : IMAN YANG DAPAT MEMASUKKAN KE SORGA 

7.     Abu Ayyub Al-Anshari r.a. berkata: Seorang Badwi menghadang Nabi saw. di tengah jalan, lalu memegang kendali onta kendaraan Nabi saw. dan bertanya: Ya Rasulullah, beritakan padaku amal yang dapat memasukkan aku ke sorga. Maka sahabat bertanya-tanya: Mengapa, mengapa orang itu? Jawab Nabi saw.: Ada kepentingannya. Lalu Nabi saw. menjawab: Hendaknya anda menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apa pun, dan mendirikan shalat, dan menunaikan (mengeluarkan) zakat dan menghubungi famili (kerabat). Kemudian Nabi saw. berkata padanya: Lepaskan kendali onta itu. (Bukhari, Muslim). 
8.  Abu Hurairah r.a. berkata: Seorang Badwi datang bertanya kepada Nabi saw.: Tunjukkan kepadaku amal bila aku kerjakan dapat masuk sorga! Jawab Nabi saw.: Hendaknya anda menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apa pun, dan mendirikan shalat yang fardhu (wajib), dan menunaikan zakat yang fardhu, dan puasa bulan Ramadhan. Lalu Badwi itu berkata: Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku tidak akan melebihi dari itu. Maka ketika ia telah pergi, Nabi saw. bersabda kepada sahabatnya: Siapa yang ingin melihat seorang ahli sorga, maka lihatlah orang itu. (Bukhari, Muslim).


BAB : RUKUN ISLAM LIMA

9.    Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Islam didi-rikan di atas lima:  1.  Percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. 2.  Mendirikan shalat. 3.  Mengeluarkan zakat. 4.  Hajji ke baitullah jika kuat perjalanannya. 5.  Puasa bulan Ramadhan.  (Bukhari, Muslim)


BAB : WAJIB BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASULULLAH SERTA MENJALANKAN SEMUA SYARI'AT AGAMA

10. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika utusan dari Abdul-Qays datang kepada Nabi saw. ditanya: Utusan siapakah kalian? Jawab mereka: Rabi'ah. Maka disambut oleh Nabi saw.: Selamat datang rombongan utusan yang tidak kecewa dan tidak akan menyesal. Lalu mereka berkata: Ya Rasulullah, kami tidak dapat datang kepadamu kecuali dalam bulan haram (Rajab, Dzukja'dah, Dzulhijjah, Muharram), sebab di antara kami dengan kamu ada suku kafir dari Mudhar (ya'ni yang selalu merampok di jalanan), karena itu ajarkan pada kami ajaran yang jelas terperinci untiik kami beritakan pada orang-orang yang di belakang kami, dan dapat memasukkan kami ke sorga, juga mereka menanykan tentang minuman. Maka Nabi saw. menyuruh mereka empat dan mencegah dari empat: Menyuruh beriman kepada Allah saja. Lalu ditanya: Apakah kalian mengerti apakah iman pada Allah saja itu? Jawab mereka: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi saw.: Percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah, dan mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat dan puasa bulan Ramadhan, dan memberikan seperlima dari hasil ghanimah, dan melarang mereka membuat minuman dalam genuk, atau dibuat dalam labu, ataii melobangi batang pohon, atau bejana yang dicat dengan tir. Kemudian Nabi saw. bersabda: Ingatilah semua itu dan sampaikan pada orang-orang yang di belakangmu. (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim ada tambahan: Bahwa Nabi saw. bersabda kepada Al-Asyaj: Sesungguhnya anda memiliki dua sifat yang disuka oleh Allah, yaitu kesabaran dan ketenangan.
Riwayatnya ketika utusan itu telah sampai ke kota Madinah maka semua rombongannya segera pergi kepada Rasulullah saw. kecuali Al-Asyaj, yang tenang-tenang berganti pakaian dan memperbaiki dirinya, baru ia menghadap kepada Rasulullah saw. Dan ketika Rasulullah saw. tanya pada rombongan: Apakah kamu mewakili kaummu? Jawab mereka: Ya. Tetapi Al-Asyaj berkata: Ya Rasulullah, kami akan berbai'at mengenai diri kami, kenoudian bila kami kembali menyampaikan ajaran-ajaranmu kepada kaum kami, maka siapa yang menurut, termasuk pada golongan kami, dan yang tidak maka terserah. Maka Nabi saw. memuji Al-Asyaj: Sungguh anda memiliki sifat yang disuka oleh Allah yaitu ketenangan dan sabar. 
11. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw, mengutus Mu'adz bin Jabal r.a. ke Yaman, berpesan: Anda akan menghadapi orang-orang ahli kitab, karena itu harus pertama yang anda ajarkan kepada mereka tauhid dalam beribadat kepada Allah, maka bila mereka telah mengerti benar, beritahukan pada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu tiap sehari semalam, dan bila mereka telah mengerjakan itu, beritakan pada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka mengeluarkan zakat harta untuk diberikan kepada fakir miskin mereka, maka bila mereka taat pada itu, maka anda terima dari mereka, dan berhati-hati jangan mengambil milik kesayangan mereka. (Bukhari, Muslim).   
12. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika Nabi saw. mengutus Mu'adz r.a. ke Yaman berpesan padanya: Berhati-hatilah dari do'anya orang dianiaya, sebab antaranya dengan Allah tidak ada hijab (dinding). (Bukhari, Muslim).



0 comments:

Post a Comment

 
Blogger TemplateCoPasPlus © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top