Bab: Bertanya dan memberi
fatwa ketika sedang melempar jumrah
No. Hadist: 121
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Abu Salamah
dari Az Zuhri dari 'Isa bin Thalhah dari 'Abdullah bin 'Amru berkata, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
di sisi jumrah sedang ditanya. Seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah,
aku menyembelih hewan sebelum aku melempar?" Beliau lalu bersabda: "Melemparlah
sekarang, dan kau tidak dosa." Kemudian datang orang lain dan berkata, "Wahai
Rasulullah, aku telah mencukur rambut sebelum aku menyembelih?" Beliau menjawab:
"Sembelihlah sekarang, tidak kau tidak berdosa." Dan tidaklah beliau ditanya
tentang sesuatu yang dikerjakan lebih dahulu atau sesuatu yang diakhirkan dalam
mengerjakannya kecuali menjawab: "Lakukanlah dan tidak dosa."
Bab: Firman Allah Ta'ala
: "Dan tidaklah kalian diberi ilmu kecuali
sedikit…"
No. Hadist: 122
Telah menceritakan kepada kami Qais bin Hafsh berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy Sulaiman bin Mihran dari Ibrahim dari 'Alqamah dari 'Abdullah berkata, "Ketika aku berjalan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di
sekitar pinggiran Kota Madinah, saat itu beliau membawa tongkat dari batang
pohon kurma. Beliau lalu melewati sekumpulan orang Yahudi, maka sesama mereka
saling berkata, "Tanyakanlah kepadanya tentang ruh!" Sebagian yang lain berkata,
"Janganlah kalian bicara dengannya hingga ia akan mengatakan sesuatu yang kalian
tidak menyukainya." Lalu sebagian yang lain berkata, "Sungguh, kami benar-benar
akan bertanya kepadanya." Maka berdirilah seorang laki-laki dari mereka seraya
bertanya, "Wahai Abul Qasim, ruh itu apa?" Beliau diam. Maka aku pun bergumam,
"Sesungguhnya beliau sedang menerima wahyu." Ketika orang itu berpaling, beliau
pun membaca: '(Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu
termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit)
' (Qs. Al Israa`: 85). Al A'masy berkata, "Seperti inilah dalam qira`ah
kami."
Bab: Meninggalkan
sebagian ikhtiar karena khawatir sebagian manusia tidak memahaminya sehingga
melakukan kesalahan yang lebih besar
No. Hadist: 123
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Musa dari Isra'il dari Abu Ishaq dari Al Aswad berkata, Ibnu Az Zubair berkata kepadaku,
" 'Aisyah banyak merahasiakan
(hadits) kepadamu. Apa yang pernah dibicarakannya kepadamu tentang Ka'bah?" Aku
berkata, "Aisyah berkata kepadaku, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata
kepadaku: "Wahai 'Aisyah, kalau bukan karena kaummu masih dekat zaman mereka, Az
Zubair menyebutkan, "Dengan kekufuran, maka Ka'bah akan aku rubah, lalu aku buat
dua pintu untuk orang-orang masuk dan satu untuk mereka keluar." Di kemudian
hari hal ini dilaksanakan oleh Ibnu Zubair."
Bab: Mengkhususkan
sebagian ilmu kepada sebagian orang karena khawatir yang lainnya tidak dapat
memahami
No. Hadist: 124
Dan Ali berkata, "Berbicaralah dengan manusia
sesuai dengan kadar pemahaman mereka, apakah kalian ingin jika Allah dan
rasul-Nya didustakan?" Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin
Musa dari Ma 'ruf bin Kharrabudz dari Abu Ath Thufail dari 'Ali seperti
itu."
No. Hadist: 125
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menunggang
kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya. Beliau lalu bersabda:
"Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi
panggilanmu." Beliau memanggil kembali: "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai
Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau
lantas bersabda: "Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak
disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya,
kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka." Mu'adz lalu bertanya, "Apakah
boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira
dengannya?" Beliau menjawab: "Nanti mereka jadi malas (untuk beramal)." Mu'adz
lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal karena takut dari
dosa."
No. Hadist: 126
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'tamir berkata, aku mendengar Bapakku berkata, aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Disebutkan kepadaku bahwa Nabi shallallahu
'alaihi wasallam pernah bersabda kepada Mu'adz bin Jabal: "Barangsiapa berjumpa
Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, maka dia akan masuk
surga." Mu'adz bertanya, "Bolehkan jika itu aku sampaikan kepada manusia?"
Beliau menjawab: "Jangan, karena aku khawatir mereka akan jadi malas (untuk
beramal)."
Bab: Malu dalam
(menuntut) ilmu
No. Hadist: 127
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam berkata,
telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari Zainab puteri Ummu Salamah, dari Ummu Salamah ia berkata, "Ummu Sulaim datang menemui
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah,
sesungguhnya Allah tidak malu dalam perkara yang hak. Apakah bagi wanita wajib
mandi jika ia bermimpi?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya, jika
dia melihat air." Ummu Salamah lalu menutupi wajahnya seraya bertanya, "Wahai
Rasulullah, apakah seorang wanita itu bermimpi?" Beliau menjawab: "Ya. Celaka
kamu. (jika tidak) Lantas dari mana datangnya kemiripan seorang anak
itu?"
No. Hadist: 128
Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari 'Abdullah bin Dinar
dari 'Abdullah bin 'Umar,
bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di antara pohon-pohon ada
satu pohon yang tidak jatuh daunnya, dan itu adalah perumpamaan bagi seorang
Muslim. Ceritakan kepadaku pohon apakah itu?" Maka orang-orang menganggapnya
sebagai pohon-pohon yang ada di lembah, sedangkan menurut perkiraanku bahwa itu
adalah pohon kurma." 'Abdullah berkata, "Tetapi aku malu (untuk
mengungkapkannya). Lalu orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukan kami
pohon apakah itu?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun menjawab:
"Dia adalah pohon kurma." 'Abdullah berkata, "Kemudian aku ceritakan hal itu
kepada bapakku, Maka bapakku berkata, "Aku lebih suka bila engkau ungkapkan saat
itu dari pada aku memiliki begini dan begini."
Bab: Orang yang malu
bertanya lalu menyuruh orang lain untuk bertanya
No. Hadist: 129
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Daud dari Al A'masy dari Mundzir Ats Tsauri dari Muhammad Al Hanafiyah dari 'Ali bin Abu Thalib berkata,
"Aku adalah seorang laki-laki yang mudah mengeluarkan madzi, lalu suruh Miqdad
bin Al Aswad untuk menanyakan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Lalu ia pun menanyakannya kepada beliau, dan beliau menjawab: "Padanya ada
kewajiban wudlu."
Bab: Menyampaikan ilmu
dan fatwa di dalam masjid
No. Hadist: 130
Telah menceritakan kepadaku Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits bin Sa'd telah menceritakan kepada kami Nafi' mantan budak 'Abdullah bin 'Umar bin Al Khaththab, dari 'Abdullah bin 'Umar, bahwa ada seorang laki-laki datang berdiri di masjid lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, dari mana Tuan memerintahkan
kami untuk bertalbiyah?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu menjawab:
"Bagi penduduk Madinah bertalbiyah dari Dzul Hulaifah, penduduk Syam dari Al
Juhfah, dan penduduk Najed dari Qarn." Ibnu Umar berkata, "Orang-orang mengklaim
bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan mengatakan bahwa penduduk
Yaman bertalbiyah dari Yalamlam." Sementara Ibnu Umar berkata, "Aku
tidak yakin bahwa (yang terakhir) ini dari Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam."
Bab: Menjawab pertanyaan
melebihi yang ditanyakan
No. Hadist: 131
Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi'b dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan dari Az Zuhri dari Salim dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa ada seorang laki-laki bertanya, "Apa yang
harus dikenakan oleh orang yang melakukan ihram?" Beliau menjawab: "Ia tidak
boleh memakai baju, Imamah (surban yang dililitkan pada kepala), celana panjang,
mantel, atau pakaian yang diberi minyak wangi atau za'faran. Jika dia tidak
mendapatkan sandal, maka ia boleh mengenakan sepatu dengan memotongnya hingga di
bawah mata kaki."


0 comments:
Post a Comment