Bahaya
bid’ah
عَنْ
عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ
اَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.
مسلم 3: 1344
Dari
‘Aisyah
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
yang melakukan suatu amalan yang bukan perintah kami, maka ia
tertolak”.
[HR.
Muslim juz 3, hal. 1344]
عَنْ
عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اَحْدَثَ فِى اَمْرِنَا هذَا مَا
لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.
مسلم 3: 1343
Dari
‘Aisyah,
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Bartangsiapa
mengada-adakan dalam perintah kami ini, apa-apa yang bukan dari padanya, maka ia
tertolak”.
[HR. Muslim juz 3, hal. 1343]
قَالَ
ابْنُ عِيْسَى قَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ صَنَعَ اَمْرًا عَلَى غَيْرِ اَمْرِنَا
فَهُوَ رَدٌّ.
ابو داود 4: 200
Ibnu
‘Isa
berkata, Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa
yang berbuat sesuatu urusan selain dari perintah Kami, maka ia
tertolak”.
[HR. Abu Dawud juz 4, hal. 200]
عَنْ
اَنَسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ
مِنّى.
مسلم 2: 1020
Dari
Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
yang membenci sunnahku, maka ia bukan dari golonganku”.
[HR. Muslim juz 2, hal. 1020]
عَنْ
عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَبَى اللهُ اَنْ
يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ.
ابن ماجه 1: 19، رقم: 50
Dari
‘Abdullah
bin ‘Abbas,
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Allah
tidak mau menerima amal orang ahli bid’ah
sehingga ia meninggalkan bid’ahnya”.
[HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 19, no. 50, dla’if
karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Zaid dan Abu Mughirah,
keduanya majhul]
عَنْ
حُذَيْفَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ يَقْبَلُ اللهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ
صَوْمًا وَ لاَ صَلاَةً وَ لاَ صَدَقَةً وَ لاَ حَجًّا وَ لاَ عُمْرَةً وَ لاَ
جِهَادًا وَ لاَ صَرْفًا وَ لاَ عَدْلاً. يَخْرُجُ مِنَ اْلاِسْلاَمِ كَمَا
تَخْرُجُ الشَّعَرَةُ مِنَ اْلعَجِيْنِ.
ابن ماجه 1: 19، رقم: 49
Dari
Hudzaifah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Allah
tidak mau menerima dari orang ahli bid’ah
akan puasanya, shalatnya, shadaqahnya, hajjinya, ‘umrahnya,
jihadnya, taubatnya dan tidak pula tebusannya, ia telah keluar dari Islam
seperti keluarnya sehelai rambut dari adonan tepung”.
[R. Ibnu Majah juz 1, hal. 19, no. 49, dla’if
karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Muhammad bin
Mihshan]
عَنْ
مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ مَشَى اِلىَ صَاحِبِ
بِدْعَةٍ لِيُوَقّرَهُ فَقَدْ اَعَانَ عَلَى هَدْمِ اْلاِسْلاَمِ.
الطبرانى فى الكبير20: 96، رقم: 188
Dari
Mu’adz
bin Jabal RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
berjalan kepada seorang ahli bid’ah
karena akan menghormatinya, maka sesungguhnya ia telah bersekongkol untuk
merobohkan Islam”.
[HR. Thabrani dalam Mu’jamul
Kabir juz 20, hal. 96, no. 188, dla’if
karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Baqiyah bin
Walid]
عَنْ
غُضَيْفِ بْنِ اْلحَارِثِ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَا اَحْدَثَ قَوْمٌ
بِدْعَةً اِلاَّ رُفِعَ مِثْلُهَا مِنَ السُّنَّةِ فَتَمَسُّكٌ بِسُنَّةٍ خَيْرٌ
مِنْ اِحْدَاثِ بِدْعَةٍ.
احمد6: 40، رقم: 16967، ضعيف
Dari
Ghudlaif bin Al-Harits RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Tidaklah
suatu kaum mengada-adakan bid’ah,
melainkan diangkatlah semisalnya daripada sunnah, maka berpegang dengan sunnah
itu lebih baik daripada mengada-adakan bid’ah”.
[HR. Ahmad juz 6, hal. 40, no. 16967, dla’if,
karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Bakar bin ‘Abdullah]
عَنِ
اْلحَكَمِ بْنِ عُمَيْرٍ الثّمَالِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَْلاَمْرُ
اْلمُفْظِعُ وَ اْلحِمْلُ اْلمُضْلِعُ وَ الشَّرُّ الَّذِى لاَ يَنْقَطِعُ
اِظْهَارُ اْلبِدَعِ.
الطبرانى، فى الكبير 3: 219، رقم: 3194
Dari
Al-Hakam bin ‘Umair
Ats-Tsimaliy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Perkara
yang sangat jelek, dan beban yang amat berat, dan perbuatan jahat yang tidak ada
putusnya ialah menampakkan perbuatan- perbuatan bid’ah”.
[HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 3, hal. 219, no. 3194, dla’if
karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Baqiyah bin
Walid]
عَنْ
عَاصِمٍ قَالَ: قُلْتُ ِلاَنَسٍ: اَحَرَّمَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلمَدِيْنَةَ؟ قَالَ:
نَعَمْ. مَا بَيْنَ كَذَا اِلىَ كَذَا. لاَ يُقْطَعُ شَجَرُهَا مَنْ اَحْدَثَ
فِيْهَا حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَ اْلمَلاَئِكَةِ وَ النَّاسِ
اَجْمَعِيْنَ. قَالَ عَاصِمٌ: فَاَخْبَرَنِى مُوْسَى بْنُ اَنَسٍ اَنَّهُ قَالَ:
اَوْ آوَى مُحْدِثًا.
البخارى 8: 148
Dari
‘Ashim,
ia berkata : Aku bertanya kepada Anas, “Apakah
Rasulullah SAW mengharamkan kota Madinah ?”.
Ia menjawab, “Ya,
yaitu antara daerah ini dan daerah ini, tidak boleh ditebang pepohonannya.
Barangsiapa mengadakan sesuatu cara yang baru (bid’ah)
di daerah itu, maka ia mendapat la’nat
Allah, malaikat dan manusia seluruhnya”.
Lalu ‘Ashim
berkata, “Musa
bin Anas pernah meriwayatkan kepadaku bahwa beliau pernah bersabda,
“Atau
orang yang melindungi kepada orang yang membuat bid’ah”.
[HR Bukhari juz 8, hal. 148]
عَنْ
عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: اَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى اْلحَوْضِ
لَيُرْفَعَنَّ اِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتىَّ اِذَا اَهْوَيْتُ ِلاُنَاوِلَهُمُ
اخْتُلِجُوْا دُوْنِى فَاَقُوْلُ أَيْ رَبّ اَصْحَابِى فَيَقُوْلُ: لاَ تَدْرِى مَا
اَحْدَثُوْا بَعْدَكَ. البخارى 8: 87
Dari
Abdullah (bin Mas’ud),
ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Aku adalah pendahulu kamu di telaga
(haudl). Sungguh ada orang-orang diantara kalian yang diangkat kepadaku,
sehingga ketika aku mengulurkan (tangan) untuk menjangkau mereka, maka mereka
ditarik dariku. Lalu aku berseru, “Wahai
Tuhanku, mereka itu ummatku”.
Maka Allah berfirman, “Kamu
tidak tahu apa yang mereka lakukan sesudahmu”.
[HR. Bukhari juz 8, hal. 87]

0 comments:
Post a Comment