Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady hafizhahullah
Pertanyaan:
Jika Anda menjelaskan kesalahan
seseorang tertentu, lalu sebagian Masayikh Ahlus Sunnah yang mulia
ditanya tentang orang tersebut, kemudian mereka menjawab berdasarkan apa
yang mereka ketahui berupa keshalihan serta apa yang nampak darinya,
dan para ulama tersebut mentazkiyahnya, maka bagaimana sikap seorang
pemuda salafy terhadap hal tersebut?
Jawab:
Saya nasehatkan kepada para pemuda
Salafiyun di mana pun mereka berada agar jangan sampai mereka berpecah
belah semata-mata karena sebab si fulan dan fulan, dan jangan sampai
mereka fanatik kepada si fulan atau fulan. Tetapi hendaknya mereka dalam
masalah semacam ini bersikap hati-hati, berusaha melakukan klarifikasi
dan mencari kebenaran. Lalu jika nampak bagi mereka kebenaran di pihak
mana pun, hendaknya mereka membela kebenaran, dan tidak boleh bagi
mereka untuk terburu-buru memihak si A atau si B. Bahkan wajib atas
seorang muslim untuk bersikap yang benar yang diridhai oleh Allah
Tabaraka wa Ta’ala dengan mengetahui kebenaran dan membelanya, walaupun
kebenaran itu dibawa oleh musuhnya yang paling dia benci. Dan juga wajib
atasnya untuk memerangi kebathilan walaupun muncul dari teman yang
paling dekat sekalipun.
Jadi nasehat saya kepada para pemuda
seperti pada kasus Al-Maghrawy dan selainnya: hendaknya mereka tidak
terburu-buru untuk bersikap fanatik kepada si A atau si B. Tetapi
hendaknya mereka menempuh jalan yang benar sesuai dengan bimbingan Islam
yang itu merupakan perkara yang diridhai oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala,
mencari kebenaran dan bersikap hati-hati hingga mereka mengetahui
hakekat yang sebenarnya. Dan setelah itu hendaknya dia mengatakan kepada
pihak yang salah: “Engkau telah salah dan wajib atasmu untuk kembali
kepada kebenaran!” Dan hendaknya yang salah tersebut menjawab: “Semoga
Allah membalasmu dengan kebaikan, apa yang engkau katakan memang benar.”
Dan bukan termasuk manhaj Salaf sama
sekali dengan bersikap terburu-buru membela pihak-pihak yang salah atau
yang tidak bersalah sebelum jelas kebenaran baginya.
Ini nasehat saya bagi para pemuda
Salafiyun. Dan Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyyah –pent) telah menjelaskan
masalah semcam ini dengan tuntas, dan beliau menyerupakan siapa saja
yang terburu-buru bersikap fanatik kepada si A atau si B dengan
orang-orang Tatar yang jahat yang mereka fanatik kepada kebathilan. Maka
hendaklah mereka berhati-hati jangan sampai terjatuh pada sikap yang
hina ini.
(Majmu’ Fataawa Syaikh Rabi’, 14/387)

0 comments:
Post a Comment