Bila saatnya orang berdiri untuk salat
- Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila salat telah diiqamati, janganlah engkau berdiri sebelum kalian melihatku. (Shahih Muslim No.949)
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ketika salat telah diiqamati. Kami berdiri dan meratakan barisan sebelum Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam hadir di antara kami. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam datang. Pada saat berdiri di tempat salatnya, sebelum bertakbir, beliau mengingatkan sesuatu, lalu pergi sambil bersabda: Tetaplah di tempat kalian. Kami tetap berdiri menanti beliau. Kemudian beliau datang, beliau mandi dan menyiram kepalanya dengan air. Setelah itu beliau takbir dan mengimami salat kami. (Shahih Muslim No.950)
- Hadis riwayat Jabir Samurah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Bilal selalu mengumandangkan azan ketika tergelincir matahari (Zuhur). Dia tidak mengumandangkan iqamat sebelum Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam datang. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam datang, Bilal mengumandangkan iqamat. (Shahih Muslim No.953)
Siapa yang mendapat satu rakaat dalam salat berjamaah, maka ia telah mendapatkan salat jamaah
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa yang mendapat satu rakaat dalam salat bersama imam, maka ia telah mendapatkan salat jamaah. (Shahih Muslim No.954)
Waktu-waktu salat fardu
- Hadis riwayat Abu Masud Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Jibril pernah turun waktu salat dan mengimami salatku. Aku pun salat bersamanya. Kemudian aku salat bersamanya. Kemudian aku salat bersamanya. Kemudian salat bersamanya. Kemudian salat bersamanya. Beliau menghitung lima kali salat dengan jari-jarinya. (Shahih Muslim No.959)
- Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu alaihi wassalam salat Asar pada saat sinar matahari masuk menerangi kamarku dan bayangannya belum hilang. (Shahih Muslim No.961)
Sunat menangguhkan salat Zuhur ketika hari sangat panas
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila hari sangat panas, maka tangguhkanlah salat hingga dingin, karena sesungguhnya terik panas adalah sebagian dari didihan api neraka Jahanam. (Shahih Muslim No.972)
- Hadis riwayat Abu Zar Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Seorang muazin Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengumandangkan azan salat Zuhur. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tangguhkan, tangguhkan. (Atau) tunggu sebentar, tunggu sebentar. Lalu sabda beliau: Sesungguhnya panas yang menyengat adalah bagian dari didihan uap neraka Jahanam. Apabila hari sangat panas, tangguhkanlah salat sampai dingin. (Shahih Muslim No.976)
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Neraka mengadu kepada Tuhannya. Kata neraka: Ya Tuhanku, sebagianku memakan sebagian yang lain. Allah lalu mengizinkan neraka untuk menghembuskan dua nafas, nafas pada musim dingin dan nafas pada musim panas. Nafas yang kedua adalah hawa paling panas yang biasa yang engkau rasakan. Nafas yang pertama adalah hawa paling dingin yang engkau rasakan. (Shahih Muslim No.977)
Sunat melakukan salat Zuhur tepat waktu ketika hari tidak terlalu panas
- Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami pernah salat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam di hari yang sangat panas. Jika salah seorang kami tidak tahan meletakkan dahinya pada tanah, maka ia menggelar pakaiannya dan sujud di atasnya. (Shahih Muslim No.983)
Sunat salat Asar tepat pada waktu
- Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah melakukan salat Asar ketika matahari masih tinggi dan masih berwarna putih menyilaukan. Kemudian seseorang pergi ke desa sekitar Madinah dan ketika sampai di desa tersebut, matahari masih tinggi (belum sampai waktu Magrib). (Shahih Muslim No.984)
- Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: Dari Abu Umamah, bahwa ketika ia (Abu Umamah) baru selesai salat Zuhur, ia datang ke rumah Anas bin Malik di Basrah. Rumahnya di samping mesjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, ia (Anas) bertanya: Apakah kalian sudah salat Asar? Kami menjawab: Kami baru saja salat Zuhur. Lalu Anas berkata: Kerjakanlah salat Asar. Maka kami pun melakukan salat. Ketika kami selesai salat, Anas berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Itulah salat orang munafik, ia duduk sambil menunggu matahari, sampai ketika matahari berada di dua tanduk setan (kiasan untuk dekatnya waktu terbenam matahari), ia bergegas bangkit dan salat (Asar) empat rakaat dengan cepat tanpa banyak mengingat Allah. (Shahih Muslim No.987)
- Hadis riwayat Rafi` bin Khadij Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami pernah salat Asar bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Kemudian unta sembelihan dipotong dan dibagi-bagi menjadi sepuluh bagian. Kemudian dimasak, lalu kami makan daging yang matang sebelum terbenam matahari. (Shahih Muslim No.990)
Ancaman keras dalam terlewatnya salat Asar
- • Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Orang yang terlewat salat Asar seolah-olah keluarga dan hartanya telah hilang darinya. (Shahih Muslim No.991)
- • Hadis riwayat Ali Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Pada hari perang Ahzab, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Mudah-mudahan Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menahan dan membuat kami sibuk dari melaksanakan salat Asar hingga terbenam matahari. (Shahih Muslim No.993)
Dalil orang yang mengatakan bahwa salat wustha adalah salat Asar
- Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu: Bahwa pada hari perang Khandaq, Umar bin Khathab mencaci kaum kafir Quraisy. Kata Umar: Wahai Rasulullah, demi Allah, hampir saja aku tidak dapat melakukan salat Asar ketika matahari hampir terbenam. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Demi Allah, jika engkau sudah salat Asar, kita akan singgah di Buth-han. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berwudu dan kami pun ikut berwudu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam kemudian salat Asar saat matahari sudah terbenam. Setelah itu beliau salat Magrib. (Shahih Muslim No.1000)
Keutamaan salat Subuh dan Asar serta upaya menjaganya
- Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Para malaikat datang berganti-gantian kepada kalian pada waktu malam dan siang hari. Mereka berkumpul saat salat Subuh dan Asar. Kemudian yang menjaga kalian di waktu malam naik. Kemudian Allah, Yang Maha Mengetahui urusan mereka, bertanya para malaikat tersebut: Bagaimanakah keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Mereka menjawab: Kami tinggalkan mereka ketika mereka sedang salat dan kami datang juga ketika mereka sedang salat. (Shahih Muslim No.1001)
- Hadis riwayat Jarir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Ketika kami sedang duduk di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, tiba-tiba beliau memandang bulan pada malam purnama dan bersabda: Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhanmu seperti kalian melihat bulan itu, kalian tidak terhalang melihat-Nya. Apabila kalian mampu, jangan lalaikan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, yaitu salat Asar dan Subuh. Kemudian Jarir membaca firman Allah: Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam. (Shahih Muslim No.1002)
- Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa yang mengerjakan salat Subuh dan Asar, maka ia akan masuk surga. (Shahih Muslim No.1005)
Penjelasan bahwa awal waktu Magrib adalah ketika terbenam matahari
- Hadis riwayat Salamah bin Akwa` Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melakukan salat Magrib ketika matahari terbenam dan (atau) bersembunyi di balik tirai (kiasan yang berarti terbenam). (Shahih Muslim No.1006)
- Hadis riwayat Rafi` bin Khadij Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Kami salat Magrib bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Seseorang di antara kami meninggalkan tempat. Dan ia masih dapat melihat bekas telapak kakinya. (Shahih Muslim No.1007)


0 comments:
Post a Comment